Notification

×

Redaksi Samping

Medsos Samping

Ikuti kami di: / / / /

Translate

Billboard 1045x250 Dekstop

Bawah Navigasi Mobile

Program Gerakan Nasional Literasi Digital 2022 Kominfo, Seperti Apa?

Jumat, 24 Juni 2022 | 14:43 WIB Last Updated 2022-07-15T07:45:38Z

SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA



PEWARTA.CO.ID - Digital skill saat ini telah menjadi satu hal krusial bagi kita. Manusia sudah mengenal teknologi sejak revolusi industri yang dimulai pada pertengahan abad 18 di Inggris dan Amerika Serikat, dan hidup berdampingan dengan teknologi sejak itu. Ketika teknologi semakin dekat ke dalam kehidupan sehari-hari, manusia dituntut harus lebih luwes mengikuti perubahan dan perkembangan zaman.

Drs. Eko Pamuji, M.I. Kom, selaku dosen Ilmu Komunikasi saat menjadi narasumber webinar dengan tema “Menjadi Warga Digital yang Cakap, Beretika, dan Berbudaya” yang diselenggarakan Kementerian Komunikasi dan Informatika pada Jumat (24/6/2022) meminta untuk tetap berhati-hati dalam bermedia sosial.

“Hampir 80% masyarakat Indonesia itu pengguna internet. Pertumbuhan sangat pesat sangat cepat dan akan terus berkembang. Saat ini di Indonesia, masyarakat sudah identik dengan pola interaksi menggunakan media baru atau biasa yang kita sebut Budaya Digital.” tuturnya.

“Mengapa kita sebagai rakyat Indonesia harus cakap digital, Karena teknologi sangat cepat berkembang dan kita sebagai masyarakat harus menerima perkembangan teknologi dengan adaptif. Jika kita cepat beradaptasi dengan perkembangan teknologi, maka kita sudah menjadi masyarakat budaya digital.” lanjutnya.

“Individu yang cakap bermedia digital dinilai mampu mengetahui, memahami, dan menggunakan perangkat keras dan lunak dalam lanskap digital, mesin pencarian informasi, aplikasi percakapan, dan media sosial serta aplikasi dompet digital, loka pasar, dan transaksi digital,” kata dia menambahkan.

“Saat menjadi bermedia digital, kita sebagai masyarakat harus ada etika dalam budaya digital. Saat kita masuk dalam budaya digital kita harus mempertimbangakan, misalnya kita harus memilah dan memilih informasi yang kita dapat dalam sosial media. Lalu kita harus bersikap skeptis dan bijak dalam bermedia sosial. Contohnya buatlah jejak digital yang positif, jangan mudah terpancing berita negatif  dan jangan ikut menyebarkan berita tersebut. Lindungi gawai dan akun dengan password kuat atau Two Step Verification.” tuturnya.

Pada akhir pemaparan materi, Drs. Eko Pamuji, M.I. Kom menyimpulkan bahwa literasi digital kini merupakan kecakapan yang dipersyaratkan di era revolusi 4.0. kecakapan digital meliputi etika budaya digital, keamanan digital harus kita pahami dengan baik. Kita memiliki semboyan bhineka tunggal ika yang menjadi landasan dari kecakapan-kecakapan literasi digital tersebut.

(kmf/ses5)

Dapatkan berita terkini lainnya, serta viral hari ini di Indonesia terbaru dan terpopuler dari Pewarta.co.id melalui platform Google News.
close