Iklan -- Scroll untuk lanjut membaca
Advertisement

Prajurit TNI Gugur Lagi di Lebanon, PBB Desak Israel Hentikan Serangan UNIFIL

Prajurit TNI Gugur Lagi di Lebanon, PBB Desak Israel Hentikan Serangan UNIFIL
Sekretaris Jenderal PBB, Antonio Guterres. (Dok. Ist)

PEWARTA.CO.ID — Kabar duka datang dari misi perdamaian dunia. Seorang prajurit TNI yang tergabung dalam pasukan penjaga perdamaian di Lebanon dilaporkan meninggal dunia setelah mengalami luka serius akibat serangan di wilayah selatan negara tersebut.

Sekretaris Jenderal PBB, Antonio Guterres, menyampaikan rasa duka cita mendalam atas wafatnya Praka Rico Pramudia. Ia meninggal dunia setelah menjalani perawatan akibat luka yang diderita dalam insiden yang terjadi pada akhir Maret 2026.

Dalam pernyataan yang disampaikan melalui media sosial X pada Sabtu (25/4/2026), Guterres mengungkapkan kesedihannya atas kehilangan tersebut.

Ia juga menyinggung hasil temuan awal terkait penyebab insiden yang menimpa pasukan penjaga perdamaian.

“Saya turut berduka cita atas meninggalnya seorang lagi pasukan penjaga perdamaian UNIFIL asal Indonesia akibat luka-luka yang dideritanya setelah insiden pada bulan Maret, ketika sebuah peluru yang ditembakkan dari tank Israel Defense Forces menghantam posisi UNIFIL di Lebanon selatan, menurut temuan awal UNIFIL,” tulis Guterres.

PBB sampaikan belasungkawa dan soroti eskalasi konflik

Guterres tidak hanya menyampaikan duka kepada keluarga korban, tetapi juga kepada rekan-rekan sesama penjaga perdamaian yang turut terdampak. Ia berharap para korban luka dapat segera pulih sepenuhnya.

“Saya menyampaikan belasungkawa terdalam kepada keluarga, teman, dan kolega para penjaga perdamaian yang gugur, serta berharap korban luka lainnya segera pulih sepenuhnya,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia mengungkapkan bahwa jumlah korban tewas dari kalangan pasukan penjaga perdamaian terus bertambah seiring meningkatnya ketegangan di wilayah tersebut. Hingga kini, tercatat enam personel telah kehilangan nyawa dalam berbagai insiden yang terjadi.

“Enam penjaga perdamaian yang bertugas di UNIFIL kini telah tewas dan beberapa lainnya mengalami luka serius menyusul insiden terbaru di tengah permusuhan antara Hizbullah dan Pasukan Pertahanan Israel,” ungkapnya.

Melihat situasi yang semakin memanas, Guterres kembali menegaskan pentingnya penghentian serangan demi menjaga keselamatan pasukan penjaga perdamaian.

“Serangan-serangan ini harus dihentikan,” tegasnya.

Indonesia kecam keras dan dorong investigasi

Di sisi lain, pemerintah Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri (Kemlu) turut menyampaikan kecaman keras atas insiden yang menewaskan prajurit TNI tersebut. Pemerintah menilai serangan terhadap pasukan penjaga perdamaian merupakan pelanggaran serius yang tidak dapat dibenarkan.

Sejak kejadian itu, Kemlu memastikan bahwa koordinasi terus dilakukan secara intensif dengan berbagai pihak, termasuk UNIFIL, otoritas Lebanon, serta tim medis di Beirut. Langkah ini dilakukan guna menjamin penanganan korban berjalan optimal dan cepat.

Selain itu, Indonesia juga mendesak Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk melakukan investigasi secara menyeluruh terhadap insiden tersebut. Pemerintah menekankan pentingnya proses yang transparan dan akuntabel agar fakta sebenarnya dapat terungkap.

Bagi Indonesia, perlindungan terhadap pasukan penjaga perdamaian merupakan hal yang tidak bisa ditawar. Oleh karena itu, segala bentuk ancaman terhadap keselamatan personel di lapangan harus ditindaklanjuti secara serius.

Advertisement
Advertisement
Advertisement