AS Lancarkan Serangan Besar ke Iran Setelah Pangkalan di Yordania Diserang Rudal
![]() |
| AS melancarkan serangan ke sejumlah target di Iran setelah pangkalan militernya di Yordania menjadi sasaran rudal, memicu eskalasi konflik di Timur Tengah. (Dok. Ist) |
PEWARTA.CO.ID — Amerika Serikat melancarkan operasi militer besar terhadap Iran setelah pangkalan militernya di Yordania menjadi sasaran serangan rudal. Langkah tersebut disebut sebagai respons atas serangkaian ancaman terhadap pasukan AS yang berada di kawasan Timur Tengah.
Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) menyatakan operasi militer itu dilakukan sebagai balasan atas apa yang disebut sebagai upaya serangan Iran terhadap personel militer AS di wilayah tersebut.
CENTCOM sasar puluhan fasilitas militer Iran
Militer Amerika mengungkapkan bahwa serangan yang digelar pada Kamis (30/7/2026) pagi itu menyasar puluhan fasilitas milik Korps Garda Revolusi Islam (IRGC).
Target operasi meliputi pusat komando militer, fasilitas rudal dan drone, sistem pengawasan, pertahanan pesisir, hingga kemampuan maritim yang berada di berbagai wilayah Iran.
Menurut pernyataan CENTCOM, operasi tersebut bertujuan mengurangi ancaman yang dinilai berasal dari Iran beserta kelompok-kelompok sekutunya terhadap pasukan Amerika, jalur pelayaran komersial, serta negara-negara Teluk di kawasan.
Serangan dipicu insiden rudal pada 28 Juli
Militer AS menyebut operasi terbaru dilakukan setelah IRGC meluncurkan sejumlah rudal balistik dari wilayah Iran pada 28 Juli. Serangan itu diklaim sebagai upaya serangan mendadak terhadap pasukan Amerika yang ditempatkan di Timur Tengah.
CENTCOM juga menyampaikan bahwa lebih dari 50.000 personel militer AS masih disiagakan di berbagai negara di kawasan tersebut di tengah meningkatnya ketegangan akibat saling serang dalam beberapa waktu terakhir.
Ledakan dilaporkan terjadi di Iran selatan
Di sisi lain, media pemerintah Iran melaporkan terjadinya sejumlah ledakan di wilayah selatan negara itu.
Suara ledakan terdengar di kota pelabuhan Bandar Abbas, sementara serangan lain juga dilaporkan terjadi di Pulau Qeshm.
Ketegangan antara Washington dan Teheran terus meningkat dalam beberapa pekan terakhir. Sebelumnya, AS melancarkan serangan terhadap Iran, kemudian Teheran membalas dengan menargetkan fasilitas serta peralatan militer Amerika di sejumlah negara di kawasan.
Perkembangan terbaru ini juga terjadi hanya beberapa jam setelah sebuah drone menghantam kapal tanker gas alam cair (LNG) milik Amerika Serikat di Mesir.
Trump ancam Iran dengan serangan lebih keras
Sebelum operasi militer tersebut berlangsung, Presiden AS Donald Trump menyampaikan bahwa militernya akan memberikan respons keras setelah pangkalan AS di Yordania menjadi sasaran rudal.
"Kita akan menghantam mereka dengan keras. Mereka akan dihajar habis-habisan," kata koresponden Fox mengutip pernyataan Trump pada hari Rabu, menambahkan bahwa presiden AS menggunakan kata-kata kasar untuk menekankan maksudnya: "Kita akan menghajar mereka habis-habisan."
Trump juga mengatakan kepada Fox bahwa pemboman gabungan AS dan Arab Saudi terhadap milisi pro-Iran di Irak pada malam sebelumnya telah dikoordinasikan dengan pemerintah Baghdad, meskipun pemerintah Irak secara terbuka mengecam operasi tersebut.
"mengatakan serangan-serangan itu dikoordinasikan dengan pemerintah Irak," kata koresponden Fox setelah berbicara dengan pemimpin AS tersebut.
