BPDP dan BBPP Batangkaluku Gelar Pelatihan Pembuatan Pupuk Organik bagi Petani Sawit Morowali, Perkuat SDM Perkebunan 2026
![]() |
| BPDP dan BBPP Batangkaluku Gelar Pelatihan Pembuatan Pupuk Organik bagi Petani Sawit Morowali, Perkuat SDM Perkebunan 2026 (Foto :: Humas BBPP Batangkaluku) |
PEWARTA.CO.ID - Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) dan Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Batangkaluku melalui Program Pengembangan SDM Perkebunan Tahun 2026 menggelar Pelatihan Pembuatan dan Aplikasi Pupuk Organik bagi 68 petani kelapa sawit di Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah.
Pelatihan yang berlangsung selama lima hari, 27–31 Juli 2026, di Kota Palu ini diselenggarakan oleh Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Batangkaluku, Kementerian Pertanian Republik Indonesia. Kegiatan tersebut bertujuan meningkatkan kompetensi petani dalam memproduksi dan mengaplikasikan pupuk organik secara mandiri guna mendukung produktivitas perkebunan kelapa sawit yang berkelanjutan.
Kegiatan dibuka pada Senin (27/7/2026) di Hotel Aston Palu oleh Kepala BBPP Batangkaluku, Dr. Ir. Jamaluddin Al Afgani. Hadir pula Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan Provinsi Sulawesi Tengah, Ir. Muhammad Neng, S.T., M.M., IPU, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Morowali, Abdul Muttaqin Sonaru, serta perwakilan Kementerian Pertanian RI.
Dalam sambutannya, Dr.Ir.Jamaluddin Al Afgani menegaskan bahwa kesuburan tanah merupakan faktor utama dalam menentukan keberhasilan usaha tani. Menurutnya, petani perlu mulai membangun kemandirian dalam memenuhi kebutuhan pupuk dengan memanfaatkan bahan-bahan yang tersedia di lingkungan sekitar.
"Mengapa harus membeli pupuk kalau kita bisa membuatnya sendiri? Mindset seperti inilah yang harus dibangun, apalagi pupuk yang disediakan pemerintah sering kali terbatas," ujarnya.
Ia menjelaskan, pelatihan ini tidak hanya mengajarkan teknik pembuatan pupuk organik, tetapi juga cara aplikasinya yang tepat sesuai kebutuhan tanaman. Dengan keterampilan tersebut, petani diharapkan mampu mengurangi ketergantungan terhadap pupuk dari luar sekaligus menekan biaya produksi.
Dr.Ir.Jamaluddin Al Afgani juga menyampaikan bahwa pupuk organik dapat dibuat dari berbagai bahan, termasuk limbah perkebunan kelapa sawit yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal. Selain bermanfaat untuk tanaman sawit, pupuk organik juga dapat diaplikasikan pada berbagai komoditas pertanian lainnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan Provinsi Sulawesi Tengah, Ir. Muhammad Neng, S.T., M.M., IPU, mengapresiasi penyelenggaraan pelatihan tersebut. Ia berharap seluruh peserta mampu menerapkan ilmu yang diperoleh dengan mulai memproduksi pupuk organik untuk kebutuhan kebun masing-masing.
Menurutnya, penggunaan pupuk organik menjadi salah satu langkah penting dalam menjaga kesehatan tanah sekaligus meningkatkan produktivitas tanaman.
Melalui Program Pengembangan SDM Perkebunan Tahun 2026, BPDP bersama BBPP Batangkaluku terus mendorong peningkatan kapasitas petani sawit agar mampu menerapkan praktik budidaya yang lebih efisien, ramah lingkungan, dan berkelanjutan, sehingga dapat meningkatkan daya saing serta kesejahteraan petani di masa mendatang.
