Garuda Indonesia Resmi Jadi Holding Maskapai BUMN, Pelita Air Bakal Bergabung
![]() |
| Garuda Indonesia Resmi Jadi Holding Maskapai BUMN, Pelita Air Bakal Bergabung |
PEWARTA.CO.ID — PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk (GIAA) akan memegang peran sebagai holding maskapai milik negara dalam rencana konsolidasi yang tengah didorong Danantara bersama Badan Pengelola (BP) BUMN. Langkah tersebut mencakup penggabungan Pelita Air ke dalam grup Garuda Indonesia guna memperkuat daya saing industri penerbangan nasional.
Kepala BP BUMN sekaligus Chief Operating Officer (COO) Danantara, Dony Oskaria, menyampaikan bahwa Garuda Indonesia nantinya menjadi induk perusahaan bagi maskapai BUMN, sementara Pelita Air akan berada di bawah naungan Garuda Group.
“Garuda Indonesia nanti akan menjadi holding maskapai kita. Pelita akan menjadi bagian dari Garuda Indonesia,” ujar Kepala BP BUMN sekaligus COO Danantara Dony Oskaria dalam keterangan resminya, Jakarta, Sabtu (25/7/2026).
Konsolidasi diyakini memperkuat daya saing
Menurut Dony, penyatuan maskapai BUMN diharapkan mampu meningkatkan kekuatan grup dalam menghadapi persaingan industri penerbangan yang semakin kompetitif.
“Dengan konsolidasi ini, perusahaan-perusahaan tersebut akan memiliki kemampuan yang lebih kuat untuk bersaing dan menguasai pasar,” ujar Dony.
Ia menjelaskan bahwa bisnis penerbangan membutuhkan pengelolaan yang sangat cermat karena setiap keputusan operasional dapat berdampak langsung terhadap kinerja perusahaan.
“Industri yang membutuhkan ketelitian, yang harus dikelola day by day, minute by minute, adalah industri penerbangan. Begitu pesawat terbang, kita sudah bisa mengukur untung atau ruginya satu penerbangan. Karena itu, penting melakukan analisis terhadap setiap rute dan konektivitas,” ujar Dony.
Layanan Garuda Group akan ditingkatkan
Selain menyatukan struktur perusahaan, BP BUMN dan Danantara juga mendorong peningkatan kualitas layanan di seluruh lini Garuda Group.
Perbaikan tersebut mencakup integrasi sistem penjualan tiket, peningkatan kualitas lounge, pengalaman penumpang selama penerbangan, standar pelayanan awak kabin, kualitas katering, penguatan program loyalitas pelanggan, hingga pengembangan sumber daya manusia.
Melalui langkah tersebut, Garuda Group diharapkan mampu menghadirkan pengalaman perjalanan yang lebih baik bagi penumpang sekaligus memperkuat posisinya sebagai maskapai pilihan masyarakat Indonesia dan meningkatkan daya saing di tingkat regional.
Bagian dari agenda perampingan BUMN
Rencana konsolidasi ini sejalan dengan kebijakan pemerintah dalam merampingkan jumlah badan usaha milik negara.
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto saat memberikan taklimat pada Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jakarta, Senin (20/7), menyampaikan bahwa penghematan biaya rutin setelah penutupan, merger, dan konsolidasi 250 BUMN hingga 31 Juli 2026 telah mencapai sekitar Rp50 triliun.
Menurut Presiden, efisiensi tersebut berasal dari berkurangnya biaya operasional, termasuk pengeluaran untuk direksi, komisaris, sewa gedung, listrik, serta berbagai biaya administrasi lainnya.
Pemerintah pun menargetkan jumlah BUMN berkurang menjadi maksimal 350 perusahaan pada akhir 2026 dari sebelumnya sebanyak 1.077 BUMN.
"Mereka (Danantara) menyanggupi," kata Prabowo.
Apabila target perampingan tersebut tercapai, Presiden meyakini potensi penghematan anggaran negara dapat meningkat hingga mendekati Rp70 triliun sampai Rp80 triliun. Menurutnya, keberadaan Danantara menjadi salah satu langkah penting dalam mendukung agenda transformasi BUMN di bawah pemerintahannya.
| 📡 LIVE