Google AdSense Ubah Kebijakan Iklan Perjudian Mulai 10 Agustus 2026, Apa Dampaknya bagi Publisher?
![]() |
| Google Adsense perbarui kebijakan iklan terkait perjudian mulai 10 Agustus 2026. (Ilustrasi: PEWARTA.co.id) |
PEWARTA.CO.ID — Google mengumumkan pembaruan kebijakan terkait penayangan iklan perjudian dan game kasino sosial yang akan mulai berlaku pada 10 Agustus 2026. Kebijakan baru ini disampaikan kepada para publisher melalui email resmi Google AdSense dan berpotensi memengaruhi jenis iklan yang tampil di sejumlah website.
Meski demikian, perubahan tersebut bukan merupakan peringatan maupun sanksi terhadap akun AdSense publisher. Sebaliknya, Google hanya memberikan pemberitahuan mengenai pembaruan kebijakan yang akan diterapkan pada sistem periklanannya.
Lantas, apa sebenarnya yang berubah? Apakah kebijakan ini akan berdampak pada penghasilan publisher? Dan apakah pemilik website perlu melakukan pengaturan tertentu?
Simak penjelasan lengkap sebagai berikut, dirangkum oleh redaksi PEWARTA.co.id, Senin (20/7/2026).
Google memperluas penayangan iklan perjudian
Mulai 10 Agustus 2026, Google akan memperluas cakupan wilayah yang dapat menerima penayangan iklan perjudian online dan game kasino sosial melalui platform Authorized Buyers.
BACA JUGA!
Apa itu Authorized Buyers Google? Ini Penjelasan Lengkap yang Jarang Diketahui Publisher AdSense
Sebelumnya, jenis iklan ini hanya dapat ditampilkan di wilayah tertentu dengan persyaratan yang lebih ketat. Setelah kebijakan baru diterapkan, lebih banyak negara akan diizinkan menerima iklan tersebut sesuai dengan hukum dan regulasi yang berlaku di masing-masing wilayah.
Google juga menyederhanakan proses bagi pengiklan. Jika sebelumnya sebagian pengiklan harus memperoleh sertifikasi tertentu dari Google untuk menayangkan iklan perjudian melalui Authorized Buyers, persyaratan tersebut tidak lagi diwajibkan dalam skema yang baru.
Perlu dipahami, perubahan ini khusus berlaku untuk kebijakan Authorized Buyers dan tidak mengubah kebijakan Google Ads mengenai perjudian dan game yang selama ini berlaku bagi pengiklan.
Jenis iklan yang termasuk dalam kebijakan baru
Dalam pemberitahuan resminya, Google menjelaskan bahwa pembaruan kebijakan mencakup berbagai bentuk iklan perjudian online, antara lain:
- Kasino online.
- Bandar taruhan olahraga.
- Situs dan aplikasi bingo.
- Permainan mesin slot online.
- Pembelian tiket lotre secara daring.
- Pembelian kartu gosok digital.
- Taruhan olahraga online.
- Game yang menggunakan mata uang virtual yang memiliki nilai nyata.
Artinya, jenis-jenis layanan tersebut memiliki peluang lebih besar untuk muncul sebagai iklan pada website publisher di negara yang telah memperoleh izin penayangan.
Negara mana saja yang terdampak?
Google menyebutkan bahwa perluasan kebijakan mencakup puluhan negara dan wilayah, di antaranya:
- Argentina
- Australia
- Austria
- Belgia
- Brasil
- Kanada
- Taiwan
- Republik Ceko
- Denmark
- Finlandia
- Prancis
- Jerman
- Yunani
- Hong Kong
- Hungaria
- Irlandia
- Israel
- Jepang
- Korea Selatan
- Latvia
- Meksiko
- Belanda
- Selandia Baru
- Norwegia
- Peru
- Filipina
- Portugal
- Rumania
- Rusia
- Serbia
- Slovenia
- Afrika Selatan
- Spanyol
- Swedia
- Swiss
- Turkiye
- Inggris Raya
Dalam daftar tersebut, Indonesia tidak termasuk sebagai negara yang disebutkan dalam email pemberitahuan Google.
Apakah website publisher akan berubah menjadi situs perjudian?
Jawabannya adalah tidak.
Banyak publisher yang khawatir ketika membaca email tersebut karena mengira website mereka akan dikategorikan sebagai situs perjudian.
Padahal, yang berubah hanyalah jenis iklan yang mungkin ditampilkan oleh sistem Google, bukan isi maupun kategori website.
Sebagai contoh, website berita, teknologi, otomotif, pendidikan, maupun kesehatan tetap akan dinilai berdasarkan kontennya sendiri. Penayangan iklan perjudian oleh sistem Google tidak mengubah identitas ataupun topik utama website tersebut.
Apakah publisher wajib menampilkan iklan perjudian?
Jawabannya: Tidak wajib!
Google menggunakan kata "mungkin" dalam pemberitahuannya. Artinya, publisher berpotensi melihat lebih banyak iklan perjudian apabila memenuhi syarat wilayah dan penargetan iklan.
Namun, Google tidak mewajibkan seluruh website menampilkan iklan tersebut.
Penayangan iklan tetap bergantung pada berbagai faktor, seperti:
- Lokasi pengunjung.
- Permintaan dari pengiklan.
- Sistem lelang iklan (ad auction).
- Pengaturan akun publisher.
- Kebijakan yang berlaku di negara masing-masing.
Dengan kata lain, tidak semua pengunjung akan melihat jenis iklan yang sama.
Apakah perubahan ini memengaruhi pendapatan AdSense?
Secara teori, perubahan kebijakan ini dapat memengaruhi pendapatan publisher, meskipun dampaknya berbeda-beda pada setiap website.
Dalam ekosistem AdSense, setiap iklan bersaing melalui proses lelang otomatis. Semakin banyak pengiklan yang ikut bersaing pada suatu inventaris iklan, semakin besar peluang nilai tawaran iklan meningkat.
Jika setelah 10 Agustus 2026 jumlah pengiklan perjudian bertambah di wilayah tertentu, maka kompetisi lelang iklan juga berpotensi meningkat.
Dampaknya bisa berupa:
- Cost Per Click (CPC) lebih tinggi.
- Revenue Per Mille (RPM) meningkat.
- Pendapatan iklan bertambah.
Namun demikian, peningkatan tersebut bukanlah sesuatu yang dijamin Google.
Apabila mayoritas pengunjung website berasal dari Indonesia, perubahan pendapatan kemungkinan tidak akan terlalu signifikan karena Indonesia tidak termasuk dalam daftar negara yang memperoleh perluasan penayangan iklan perjudian sebagaimana disebutkan dalam email resmi tersebut.
Apakah publisher perlu melakukan sesuatu?
Untuk sebagian besar publisher, jawabannya tidak.
Email tersebut hanya bersifat pemberitahuan agar publisher mengetahui adanya perubahan kebijakan yang mulai berlaku pada 10 Agustus 2026.
Tidak ada instruksi yang mengharuskan publisher mengubah pengaturan akun ataupun melakukan verifikasi tambahan.
Selama website tetap mematuhi Program Policies Google AdSense, akun akan tetap berjalan sebagaimana mestinya.
Bisakah iklan perjudian diblokir?
Jawabannya: Ya, BISA!
Google tetap memberikan kontrol kepada publisher terhadap kategori iklan yang ingin ditampilkan di website mereka.
Apabila pemilik website tidak ingin menampilkan iklan perjudian, mereka dapat memanfaatkan fitur Blocking Controls di akun Google AdSense untuk membatasi atau memblokir kategori iklan tertentu.
Dengan demikian, publisher tetap memiliki keleluasaan untuk menyesuaikan jenis iklan dengan karakter website maupun audiens yang dimiliki.
Mengapa Google mengirimkan email ini?
Google secara rutin mengirimkan pemberitahuan kepada publisher ketika terdapat perubahan kebijakan yang berpotensi memengaruhi ekosistem periklanan.
Tujuannya adalah memberikan transparansi agar publisher memahami perubahan yang akan diterapkan sebelum kebijakan tersebut resmi berlaku.
Dalam kasus ini, Google ingin menginformasikan bahwa setelah 10 Agustus 2026, publisher di wilayah tertentu mungkin akan melihat peningkatan jumlah iklan perjudian online yang ditayangkan melalui sistemnya.
Jadi intinya begini...
Perubahan kebijakan Google AdSense yang mulai berlaku pada 10 Agustus 2026 bukan merupakan peringatan bagi publisher, melainkan pemberitahuan mengenai pembaruan aturan penayangan iklan perjudian melalui Authorized Buyers.
Kebijakan tersebut memungkinkan lebih banyak iklan perjudian online tampil di sejumlah negara yang telah memperoleh izin sesuai regulasi setempat. Namun, perubahan ini tidak mengubah status website publisher menjadi situs perjudian dan tidak mewajibkan pemilik website menampilkan iklan tersebut.
Publisher juga tetap memiliki kendali untuk memblokir kategori iklan perjudian apabila dinilai tidak sesuai dengan karakter media maupun target pembaca.
Bagi publisher di Indonesia, dampak kebijakan ini diperkirakan relatif terbatas karena Indonesia tidak termasuk dalam daftar wilayah yang disebut Google dalam pengumuman tersebut. Meski begitu, memahami setiap pembaruan kebijakan AdSense tetap penting agar publisher dapat mengelola monetisasi website secara optimal sekaligus menjaga kepatuhan terhadap aturan yang berlaku.
| 📡 LIVE