Groundbreaking Stasiun Bekasi Ekstensi Dimulai, KAI Perkuat Akses untuk 12,85 Juta Pergerakan Pelanggan
![]() |
| Groundbreaking Stasiun Bekasi Ekstensi Dimulai, KAI Perkuat Akses untuk 12,85 Juta Pergerakan Pelanggan |
PEWARTA.CO.ID — Pembangunan Stasiun Bekasi Ekstensi resmi dimulai sebagai bagian dari pengembangan kawasan berbasis Transit Oriented Development (TOD) di Summarecon Bekasi, Jawa Barat. Kehadiran fasilitas baru ini diharapkan memperluas akses masyarakat menuju Stasiun Bekasi yang selama ini menjadi salah satu simpul penting layanan kereta api di wilayah Jabodetabek.
Proyek tersebut menjadi langkah strategis untuk mendukung mobilitas masyarakat sekaligus memperkuat konektivitas antarmoda di kawasan perkotaan yang terus berkembang.
AHY dorong pengembangan kota berbasis sistem transit
Prosesi peletakan batu pertama (groundbreaking) pembangunan Stasiun Bekasi Ekstensi dilakukan oleh Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), Jumat (24/7/2026).
Dalam kesempatan itu, AHY menegaskan pentingnya pembangunan kawasan perkotaan yang berorientasi pada sistem transportasi yang saling terintegrasi. Menurutnya, keterhubungan antara transportasi publik, kawasan hunian, pusat ekonomi, hingga ruang publik menjadi kebutuhan utama untuk menjawab tingginya mobilitas masyarakat.
“Kota-kota maju dan modern di dunia, yang artinya kota itu juga adalah kota yang produktif, kota yang sehat, semuanya berorientasi pada sistem transit yang saling terhubung satu sama lain,” ujar AHY.
Senada dengan hal tersebut, Wakil Menteri Perhubungan Suntana menyebut pembangunan Stasiun Bekasi Ekstensi sebagai bagian penting dalam pengembangan jaringan perkeretaapian sekaligus kawasan TOD.
Ia menilai proyek tersebut akan meningkatkan kapasitas layanan, memperkuat integrasi berbagai moda transportasi, serta memberikan lebih banyak alternatif perjalanan bagi warga Bekasi.
Stasiun Bekasi layani 12,85 juta pergerakan pelanggan
Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba menjelaskan, pengembangan akses Stasiun Bekasi memiliki peran penting karena stasiun tersebut melayani dua kebutuhan mobilitas sekaligus, yakni perjalanan antarkota melalui KA jarak jauh dan lokal serta perjalanan harian menggunakan Commuter Line Jabodetabek.
“Stasiun Bekasi melayani kebutuhan perjalanan yang sangat beragam. Pelanggan memanfaatkannya untuk menuju tempat kerja, sekolah, pusat kegiatan ekonomi, mengunjungi keluarga, hingga melanjutkan perjalanan antarkota. Pengembangan akses stasiun diharapkan membuat perjalanan tersebut semakin mudah dan terhubung,” ujar Anne.
Data KAI Group menunjukkan, selama Semester I 2026 Stasiun Bekasi mencatat sebanyak 12.852.606 pergerakan pelanggan dari layanan KA jarak jauh, KA lokal, dan Commuter Line Jabodetabek.
Angka tersebut meningkat 8,23 persen dibandingkan Semester I 2025 yang mencapai 11.875.529 pergerakan, atau bertambah 977.077 pergerakan pelanggan dalam setahun.
Aktivitas KA jarak jauh dan Commuter Line sama-sama meningkat
Untuk layanan KA jarak jauh dan lokal yang dikelola KAI, Stasiun Bekasi melayani 1.426.728 aktivitas pelanggan sepanjang Semester I 2026. Rinciannya terdiri atas 724.122 pelanggan naik dan 702.606 pelanggan turun.
Jumlah tersebut naik 11,15 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang mencatat 1.283.590 aktivitas pelanggan.
Secara rinci, pelanggan yang berangkat dari Stasiun Bekasi bertambah 73.493 orang atau meningkat 11,30 persen, sedangkan pelanggan yang tiba naik 69.645 orang atau 11 persen.
Peningkatan juga terjadi pada layanan Commuter Line Jabodetabek. Selama Semester I 2026, aktivitas pelanggan mencapai 11.425.878, terdiri atas 5.812.326 gate in dan 5.613.552 gate out.
Jumlah tersebut bertambah 833.939 aktivitas atau naik 7,87 persen dibandingkan Semester I 2025 yang mencatat 10.591.939 aktivitas.
“Pertumbuhan pada kedua layanan menunjukkan bahwa Stasiun Bekasi memiliki fungsi penting dalam ekosistem transportasi KAI Group. Stasiun ini menjadi titik keberangkatan dan kedatangan perjalanan antarkota, sekaligus mendukung mobilitas harian masyarakat di wilayah Jabodetabek,” kata Anne.
Tren pengguna Commuter Line terus bertambah
KAI juga mencatat tren peningkatan pengguna Commuter Line dari Stasiun Bekasi dalam beberapa tahun terakhir.
Jumlah pelanggan yang melakukan gate in mencapai 7.076.475 orang pada 2022, kemudian meningkat menjadi 9.426.792 pada 2023.
Pada 2024 jumlahnya kembali naik menjadi 10.847.952 pelanggan, lalu mencapai 11.413.926 pelanggan sepanjang 2025.
Pertumbuhan pengguna tercatat sebesar 33,21 persen pada 2023, 15,08 persen pada 2024, dan 5,22 persen pada 2025. Secara keseluruhan, dalam tiga tahun jumlah pelanggan yang masuk melalui Stasiun Bekasi bertambah sekitar 4,34 juta pelanggan atau meningkat 61,30 persen dibandingkan 2022.
Sementara itu, layanan KA jarak jauh dan lokal di Stasiun Bekasi sepanjang 2025 melayani 2.615.271 aktivitas pelanggan, terdiri atas 1.329.456 pelanggan naik dan 1.285.815 pelanggan turun.
Diharapkan mudahkan akses dan dorong ekonomi kawasan
Menurut Anne, peningkatan jumlah pengguna menunjukkan semakin besarnya kebutuhan masyarakat terhadap stasiun yang mudah dijangkau, memiliki kapasitas pelayanan yang memadai, dan terhubung dengan berbagai moda transportasi maupun pusat aktivitas.
Keberadaan Stasiun Bekasi Ekstensi diharapkan mampu membagi arus pelanggan sesuai arah kedatangan. Warga yang berasal dari kawasan Bekasi Utara dan Summarecon Bekasi nantinya dapat mengakses layanan kereta api melalui bangunan ekstensi yang tersambung langsung dengan Stasiun Bekasi yang telah beroperasi.
Pengembangan akses tersebut juga diproyeksikan mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap kendaraan pribadi, mendorong penggunaan jalur pejalan kaki dan angkutan pengumpan, serta membantu mengurangi kepadatan lalu lintas di sekitar stasiun.
Selain meningkatkan kemudahan mobilitas menuju tempat kerja, sekolah, fasilitas kesehatan, pusat perdagangan, dan kawasan permukiman, peningkatan aktivitas pelanggan juga dinilai berpotensi membuka peluang bagi pelaku usaha lokal dan UMKM di sekitar kawasan stasiun.
“KAI Group akan terus berkoordinasi dengan pemerintah, regulator, dan mitra pengembang agar pengembangan kawasan sekitar stasiun selaras dengan kebutuhan pelanggan, keselamatan perjalanan, dan integrasi antarmoda. Stasiun diharapkan semakin dekat dengan kehidupan masyarakat dan memberi manfaat bagi kawasan yang dilayaninya,” tutup Anne.
| 📡 LIVE