Gunung Lewotobi Laki-Laki Erupsi 4 Kali Hari Ini, PVMBG Minta Warga Jauhi Radius 5 Km
![]() |
| Gunung Lewotobi Laki-Laki Erupsi 4 Kali Hari Ini, PVMBG Minta Warga Jauhi Radius 5 Km |
PEWARTA.CO.ID — Aktivitas vulkanik Gunung Lewotobi Laki-Laki di Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), kembali meningkat pada Minggu (26/7/2026). Dalam sehari, gunung tersebut mengalami empat kali erupsi dengan letusan terbesar menghasilkan kolom abu setinggi 800 meter di atas puncak.
Data dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menunjukkan seluruh erupsi terjadi pada rentang waktu siang hingga sore hari. Hingga kini, status Gunung Lewotobi Laki-Laki masih berada di Level III atau Siaga.
Rangkaian empat kali erupsi
Erupsi pertama tercatat terjadi pada pukul 13.34 WITA. Saat itu, kolom abu vulkanik membumbung sekitar 500 meter di atas puncak atau mencapai ketinggian sekitar 2.084 meter di atas permukaan laut.
Kolom abu tampak berwarna kelabu dengan intensitas tebal dan bergerak ke arah barat daya hingga barat. Aktivitas tersebut terekam pada seismograf dengan amplitudo maksimum 29,6 milimeter dan berlangsung sekitar 44 detik.
Tak lama berselang, letusan kedua terjadi pada pukul 14.04 WITA. PVMBG mengamati kolom abu mencapai sekitar 300 meter di atas puncak atau sekitar 1.884 meter di atas permukaan laut.
Arah sebaran abu masih menuju barat daya dan barat dengan warna kelabu serta intensitas tebal. Erupsi kedua memiliki amplitudo maksimum 5,9 milimeter dan berdurasi sekitar 37 detik.
Gunung kembali mengalami erupsi pada pukul 14.46 WITA. Pada peristiwa ini, tinggi kolom abu kembali mencapai sekitar 300 meter di atas puncak dengan amplitudo maksimum 5,1 milimeter. Durasi letusan berlangsung sekitar 1 menit 47 detik.
Letusan terakhir menjadi yang tertinggi
Erupsi keempat terjadi pada pukul 15.51 WITA dan menjadi letusan terbesar sepanjang hari tersebut. Kolom abu tercatat mencapai sekitar 800 meter di atas puncak atau sekitar 2.384 meter di atas permukaan laut.
"Kolom abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas tebal condong ke arah barat daya dan barat. Erupsi ini terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 22,2 mm dan durasi ± 1 menit 44 detik," tulis PVMBG dalam keterangan tertulisnya.
PVMBG keluarkan imbauan bagi masyarakat
PVMBG menegaskan bahwa Gunung Lewotobi Laki-Laki masih berstatus Level III (Siaga). Masyarakat yang berada di sekitar kawasan gunung, termasuk wisatawan, diminta tidak melakukan aktivitas dalam radius 5 kilometer dari pusat erupsi.
"Masyarakat agar tenang dan mengikuti arahan Pemda serta tidak mempercayai isu-isu yang tidak jelas sumbernya," kata PVMBG.
Selain itu, warga juga diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi banjir lahar hujan, terutama apabila terjadi hujan dengan intensitas tinggi. Ancaman tersebut berpotensi terjadi di aliran sungai yang berhulu di Gunung Lewotobi Laki-Laki, khususnya di wilayah Dulipali, Padang Pasir, Nobo, Nurabelen, Klatanlo, Hokeng Jaya, Boru, dan Nawakote.
PVMBG juga mengingatkan masyarakat yang terdampak hujan abu agar menggunakan pelindung pernapasan untuk meminimalkan risiko kesehatan akibat paparan material vulkanik.
"Masyarakat yang terdampak hujan abu Gunung Lewotobi Laki-Laki memakai masker/penutup hidung-mulut untuk menghindari bahaya abu vulkanik pada sistem pernapasan," imbau PVMBG.
