Iran Klaim Serang Pangkalan Militer AS di Bahrain, Yordania, dan Kuwait, Ini Target yang Disebut Teheran
![]() |
| Iran Klaim Serang Pangkalan Militer AS di Bahrain, Yordania, dan Kuwait |
PEWARTA.CO.ID — Iran mengaku telah melancarkan serangan terhadap sejumlah fasilitas militer Amerika Serikat di Bahrain, Yordania, dan Kuwait. Langkah tersebut disebut sebagai respons atas serangan terbaru yang dilakukan Washington terhadap wilayah Iran.
Mengutip laporan TRT World, Sabtu (25/7/2026), pemerintah Iran menegaskan bahwa seluruh pangkalan maupun fasilitas militer Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah yang digunakan untuk menyerang Iran akan diperlakukan sebagai sasaran yang sah dalam operasi balasan.
Iran sebut sejumlah fasilitas militer AS menjadi sasaran
Militer Iran menyatakan telah menjalankan operasi yang menargetkan beberapa aset militer Amerika Serikat di tiga negara tersebut.
Selain itu, Garda Revolusi Iran pada Jumat juga mengklaim telah menyerang pusat data milik Amazon yang berada di Bahrain. Klaim tersebut disampaikan melalui media pemerintah Iran.
Hingga berita ini ditulis, Amazon maupun pemerintah Bahrain belum memberikan pernyataan resmi terkait klaim serangan tersebut.
Sementara itu, pemerintah Amerika Serikat juga belum mengonfirmasi adanya serangan terhadap fasilitas ataupun personel militernya di kawasan Timur Tengah.
Pangkalan udara di Bahrain disebut menjadi target
Dalam pernyataan yang disiarkan televisi pemerintah Iran, militer Iran menyebut Pangkalan Udara Isa di Bahrain menjadi sasaran serangan menggunakan drone kamikaze Arash.
Iran mengklaim target operasi meliputi tangki bahan bakar, gudang penyimpanan peralatan dan silo, serta barak yang ditempati personel militer Amerika Serikat.
Seorang jurnalis AFP yang berada di Bahrain melaporkan mendengar suara ledakan disertai sirene peringatan pada Jumat. Namun, hingga kini belum dapat dipastikan apakah kedua kejadian tersebut saling berkaitan.
Di sisi lain, pemerintah Bahrain menyatakan berhasil mencegat dan menghancurkan sejumlah serangan udara yang diluncurkan Iran. Manama juga menuduh Teheran menargetkan wilayah sipil.
Yordania klaim berhasil cegat rudal dan drone
Iran juga mengaku mengirimkan pesawat nirawak ke Pangkalan Al-Azraq di Yordania.
Menurut klaim militer Iran, sasaran serangan meliputi hanggar pesawat, fasilitas perawatan penerbangan, serta barak militer yang berada di kawasan pangkalan tersebut.
Namun, militer Yordania menyampaikan bahwa pihaknya berhasil mencegat tujuh rudal dan enam drone yang ditembakkan Iran pada Jumat.
Otoritas Yordania menegaskan tidak ada korban jiwa maupun kerusakan material akibat operasi tersebut.
Kuwait juga masuk dalam daftar sasaran
Dalam pernyataan terpisah, militer Iran mengklaim telah mengirimkan drone ke gudang peralatan milik Amerika Serikat di Camp Udairi, serta lokasi personel militer AS di Camp Doha dan Camp Arifjan, Kuwait.
Garda Revolusi Iran juga menyebut telah menargetkan Pangkalan Udara Ali Al Salem di Kuwait. Mereka mengklaim berhasil menghancurkan gudang amunisi dan menyebabkan korban di pihak personel militer Amerika Serikat.
Selain itu, Iran mengaku menyerang silo penyimpanan peralatan di Camp Udairi serta menara pengawas Armada Kelima Angkatan Laut Amerika Serikat yang berada di Bahrain.
Iran kembali menegaskan bahwa seluruh fasilitas militer Amerika Serikat di Timur Tengah yang digunakan untuk menyerang wilayahnya akan dianggap sebagai target yang sah dalam aksi balasan.
Iran sampaikan ancaman kepada personel militer AS
Kepala Komando Militer Pusat Khatam al-Anbiya, Ali Abdollahi, turut menyampaikan ancaman kepada personel militer Amerika Serikat yang berada di kawasan.
"Kami telah menyiapkan tiket satu arah gratis ke neraka untuk kalian," kata Abdollahi, seperti dikutip televisi pemerintah Iran.
Ia juga menyatakan, "Untuk setiap warga negara Republik Islam Iran yang bangga dan gugur sebagai martir, satu anggota militer Amerika akan dikirim ke neraka."
| 📡 LIVE