2 Awak Kapal Induk AS Dilaporkan Coba Bunuh Diri dengan Melopat ke Laut, Dilaporkan Sudah 260 Hari Berlayar
![]() |
| Kapal induk USS Abraham Lincoln dilaporkan telah berlayar lebih dari 260 hari dalam penugasan panjang. (Dok. Ist) |
PEWARTA.CO.ID — Sedikitnya dua pelaut di kapal induk USS Abraham Lincoln dilaporkan mencoba bunuh diri dengan melompat ke laut di tengah penugasan yang telah berlangsung lebih dari 260 hari tanpa kembali ke Amerika Serikat (AS).
Laporan tersebut disampaikan Navy Times berdasarkan keterangan sejumlah kerabat personel yang masih bertugas di kapal induk Angkatan Laut AS tersebut. Kondisi itu memicu kekhawatiran keluarga terkait kelelahan, kesehatan mental, panjangnya jam kerja, hingga keselamatan sekitar 5.000 pelaut dan Marinir di atas kapal.
Angkatan Laut AS membantah adanya peningkatan kasus pemikiran maupun upaya bunuh diri di USS Abraham Lincoln. Seorang juru bicara mengatakan kesejahteraan setiap pelaut menjadi perhatian utama pihak komando.
"Berdasarkan informasi yang tersedia bagi pihak komando, kami tidak menemukan adanya peningkatan laporan mengenai gagasan bunuh diri atau upaya bunuh diri di kapal tersebut," ujar juru bicara itu kepada Newsweek.
"Kami menaruh perhatian serius terhadap kesejahteraan setiap anggota militer dan menyediakan tenaga profesional di bidang keagamaan, medis, serta kesehatan mental untuk mengevaluasi dan menangani berbagai kekhawatiran yang mungkin muncul."
Kekhawatiran keluarga awak kapal
Kerabat personel USS Abraham Lincoln sebelumnya telah menyampaikan berbagai keluhan mengenai kondisi penugasan kapal. Kekhawatiran tersebut mencakup dugaan kekurangan pasokan, jadwal kerja panjang, serta risiko tindakan menyakiti diri sendiri.
Lebih dari 200 anggota keluarga pelaut dan Marinir USS Abraham Lincoln dilaporkan bertemu dengan Hung Cao, penjabat Menteri Angkatan Laut, pada pekan sebelumnya.
Pertemuan virtual berikutnya antara pejabat tinggi Angkatan Laut AS dan keluarga awak kapal juga membahas persoalan kesehatan mental serta keselamatan. Rekaman pertemuan tersebut dilihat oleh MS Now.
Cao menyampaikan bahwa USS Abraham Lincoln nantinya akan digantikan oleh gugus tugas kapal induk USS Theodore Roosevelt. Namun, ia tidak menjelaskan kapan pergantian tersebut akan dilakukan.
Keluhan mengenai kondisi di USS Abraham Lincoln sebenarnya telah muncul sejak April. Saat itu, Angkatan Laut membantah keluhan tersebut, sedangkan Menteri Pertahanan Pete Hegseth menyebutnya sebagai "berita palsu".
Dua insiden percobaan bunuh diri
Annabelle Loma, salah satu kerabat awak kapal, mengatakan suaminya mengalami kelelahan ekstrem selama penugasan. Kepada Navy Times, Loma menyebut suaminya sempat mencoba melompat ke laut dari USS Abraham Lincoln dan merasa "takut" akan diberhentikan secara tidak hormat dari militer AS.
Dalam kejadian lain, Maria Rodriguez mengatakan suaminya menarik seorang rekan sesama awak kapal yang bersiap melompat ke laut. Insiden tersebut menjadi salah satu alasan keluarga semakin mengkhawatirkan kondisi psikologis para personel yang menjalani penugasan panjang.
Durasi penugasan kapal induk umumnya berada di kisaran enam hingga tujuh bulan, meski dapat diperpanjang dalam kondisi tertentu. Selama penugasan, kapal biasanya singgah di pelabuhan untuk mengisi bahan bakar sekaligus memberikan kesempatan kepada awak beristirahat.
USS Abraham Lincoln telah menjalani penugasan hampir sembilan bulan dan hanya sempat melakukan satu kali persinggahan singkat di Guam pada Desember.
Pensiunan Laksamana Madya Angkatan Laut AS Robert Murrett menilai penugasan sepanjang itu memberikan tekanan besar terhadap kapal maupun awaknya. Menurutnya, dampaknya dapat berlangsung dalam jangka panjang terhadap personel, pemeliharaan kapal, dan persiapan penugasan berikutnya.
"Penugasan dengan durasi sepanjang ini memberikan tekanan besar terhadap kapal dan awaknya, serta berdampak jangka panjang pada personel, pemeliharaan kapal, dan siklus persiapan untuk penugasan di masa mendatang," ujar Murrett, yang kini menjadi profesor praktik administrasi publik dan hubungan internasional di Universitas Syracuse.
"Angkatan Laut biasanya berupaya menghindari periode pelayaran yang terlalu lama seperti ini, dan Lincoln memegang rekor yang kurang ideal dalam hal ini jika melihat catatan sejarah terkini," katanya kepada Newsweek.
USS Abraham Lincoln masih berada di kawasan Timur Tengah
USS Abraham Lincoln berangkat dari AS pada November sebelum rutenya dialihkan dari kawasan Pasifik menuju Timur Tengah ketika Gedung Putih bersiap melancarkan perang terhadap Iran pada akhir Februari.
Lokasi pasti kapal perang AS biasanya tidak dipublikasikan. Posisi USS Abraham Lincoln juga tidak tersedia melalui layanan pelacakan sumber terbuka, meski kapal tersebut diyakini berada di lepas pantai Iran sebagai bagian dari upaya perang AS.
Pada akhir Januari, USS Abraham Lincoln berada di bawah komando U.S. Central Command (CENTCOM), komando yang membawahi pasukan AS di Timur Tengah serta Asia Tengah dan Selatan.
CENTCOM kemudian menyatakan kapal tersebut berada dalam wilayah operasi Armada Kelima AS. Area operasi itu mencakup Teluk Persia serta sejumlah perairan lain, termasuk Teluk Oman dan Laut Merah.
Citra yang dirilis militer menunjukkan USS Abraham Lincoln masih berada di wilayah operasi Armada Kelima hingga akhir Juli. Foto yang diambil pada awal Agustus juga memperlihatkan pesawat tempur mendarat di geladak kapal induk tersebut.
Gugus tugas kapal induk sendiri merupakan kekuatan gabungan yang mendampingi kapal induk, termasuk kapal perusak dan pesawat, untuk mendukung pelaksanaan operasi di wilayah penugasan.


