3 Kandidat Gubernur Bank Indonesia Jadi Sorotan, Ekonom Ungkap Kriteria Pemimpin BI yang Dibutuhkan
![]() |
| Tiga nama kandidat Gubernur Bank Indonesia menjadi perhatian, sementara ekonom menilai kredibilitas, independensi, dan kedekatan dengan pasar menjadi syarat utama pemimpin BI berikutnya. (Dok. Ist) |
PEWARTA.CO.ID — Bursa calon Gubernur Bank Indonesia (BI) mulai menjadi perhatian publik. Tiga nama mencuat sebagai kandidat yang ramai diperbincangkan untuk memimpin bank sentral, yakni Destry Damayanti, Thomas Djiwandono, dan Purbaya Yudhi Sadewa.
Munculnya sejumlah nama tersebut memicu perhatian terhadap sosok seperti apa yang dinilai tepat untuk memimpin Bank Indonesia pada periode mendatang, terutama di tengah tantangan ekonomi yang terus berkembang.
Tiga nama kandidat Gubernur BI
Sejauh ini, Destry Damayanti, Thomas Djiwandono, dan Purbaya Yudhi Sadewa menjadi nama-nama yang paling sering disebut sebagai calon Gubernur Bank Indonesia.
Terlepas dari siapa yang nantinya dipilih, figur pemimpin BI dinilai harus memiliki kemampuan yang mampu menjaga kepercayaan pasar sekaligus menjalankan fungsi bank sentral secara optimal.
Kriteria pemimpin Bank Indonesia menurut ekonom
Ekonom Universitas Paramadina, Wijayanto Samirin, menilai calon Gubernur BI perlu memenuhi sejumlah syarat penting agar tetap memperoleh kepercayaan dari pelaku pasar.
"Pertama, harus market friendly atau tidak anti terhadap pasar. Kedua, memiliki kredibilitas, baik dari sisi pribadi, pengalaman profesional, maupun pengetahuan mengenai ekonomi makro, khususnya sektor moneter," katanya.
Menurutnya, selain memiliki kompetensi dan rekam jejak yang kuat, pemimpin BI juga harus mampu menjaga posisi lembaga sebagai institusi yang independen.
"Yang paling penting adalah mampu menjaga independensi BI, tetapi pada saat yang sama juga bisa mendukung kepentingan pemerintah dalam koridor yang sesuai dengan tugas Bank Indonesia," ujarnya.
Perubahan peran BI dinilai memengaruhi kebutuhan pemimpin baru
Wijayanto juga menilai kemungkinan adanya perubahan arah kebijakan Bank Indonesia menjadi salah satu faktor yang dapat memengaruhi karakter pemimpin yang dibutuhkan ke depan.
Ia menyebut pemerintah bisa saja memiliki skenario baru terkait peran Bank Indonesia sehingga membutuhkan sosok dengan karakter yang sesuai dengan kebijakan yang akan dijalankan.
"Jangan-jangan pemerintah mempunyai skenario lain mengenai Bank Indonesia sehingga diperlukan tipe pemimpin yang berbeda dan lebih sesuai dengan arah kebijakan pemerintah ke depan," kata Wijayanto.


