35 Pesawat Asing Disiapkan untuk Bantu Pemadaman Karhutla di Indonesia
![]() |
| Pesawat udara registrasi asing disiapkan untuk mendukung penanganan karhutla di sejumlah wilayah Indonesia. (Dok. Ist) |
PEWARTA.CO.ID — Kementerian Perhubungan (Kemenhub) telah memproses 35 izin khusus penggunaan pesawat udara registrasi asing untuk membantu penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah Indonesia.
Izin tersebut menjadi bagian dari dukungan operasional udara pemerintah untuk menghadapi karhutla, termasuk membantu kegiatan pemadaman dan penanganan dampak bencana.
Direktur Jenderal Perhubungan Udara Lukman F. Laisa mengatakan pesawat yang telah mendapatkan izin khusus dapat digunakan untuk mendukung penanganan bencana sesuai Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Udara Nomor KP. 9 Tahun 2021 tentang Otorisasi Pengoperasian Pesawat Udara Asing.
"Pesawat yang telah mengantongi izin khusus juga dapat dipindahkan atau direposisi ke wilayah lain yang membutuhkan dukungan penanganan karhutla," ujar Lukman dalam keterangan resmi, Minggu (23/8/2026).
Kebijakan tersebut memungkinkan pengerahan pesawat lebih fleksibel mengikuti perubahan kondisi karhutla. Pesawat dapat dialihkan ke wilayah lain yang membutuhkan dukungan tanpa mengesampingkan ketentuan keselamatan dan keamanan penerbangan.
Pengawasan pesawat tetap dilakukan
Meski memberikan izin khusus, Ditjen Perhubungan Udara tetap mengawasi aspek kelaikudaraan dan sertifikasi pesawat yang digunakan untuk mendukung penanganan karhutla.
Pengawasan juga mencakup modifikasi pesawat apabila diperlukan untuk menunjang kebutuhan operasional pemadaman.
Setelah seluruh persyaratan teknis dan sertifikasi terpenuhi, pelaksanaan penerbangan menjadi tanggung jawab operator sesuai ketentuan serta otorisasi dalam Air Operator Certificate (AOC) yang dimiliki.
Penempatan pesawat dan pelaksanaan kegiatan pemadaman ditentukan berdasarkan kebutuhan di lapangan. Koordinasi dilakukan dengan BNPB/BPBD, pemerintah daerah, serta instansi atau pihak lain yang menggunakan atau menyewa pesawat.
Ruang udara disiapkan untuk pemadaman
Selain memfasilitasi penggunaan pesawat asing, Kemenhub memastikan ruang udara yang diperlukan untuk operasi pemadaman karhutla tersedia.
Ditjen Perhubungan Udara juga memperbarui informasi penerbangan melalui koordinasi dengan AirNav Indonesia sebagai penyelenggara pelayanan navigasi penerbangan.
Per 20 Agustus 2026, terdapat tiga NOTAM aktif yang berkaitan dengan aktivitas penanganan karhutla. Ketiganya mencakup reservasi ruang udara untuk water bombing, reservasi ruang udara untuk water bombing dan air patrol di Kalimantan Barat, serta pemberitahuan tidak tersedianya Taxiway Alpha di Bandar Udara Banjarmasin akibat aktivitas pesawat water bombing.
Selain tiga NOTAM tersebut, terdapat satu NOTAM aktif yang menginformasikan penutupan sementara Bandar Udara Nabire karena kondisi asap yang berasal dari kebakaran hutan.
Ditjen Perhubungan Udara menyatakan pemantauan kondisi operasional penerbangan di wilayah terdampak karhutla akan terus dilakukan. Koordinasi dengan berbagai pemangku kepentingan juga dilanjutkan agar pemadaman berjalan efektif dengan tetap mengutamakan keselamatan, keamanan, dan kelancaran penerbangan.


