AS Tetap Siaga Tempur, Trump Klaim Kesepakatan Selat Hormuz dan Denuklirisasi Iran Makin Dekat
![]() |
| Menteri Pertahanan Amerika Serikat (AS), Pete Hegseth. (Dok. Ist) |
PEWARTA.CO.ID — Amerika Serikat menegaskan kesiapan militernya tetap berada pada level tertinggi meski Presiden Donald Trump memutuskan tidak melanjutkan rencana serangan besar terhadap Iran. Di saat yang sama, Washington mengklaim proses menuju kesepakatan terkait Selat Hormuz dan denuklirisasi Iran terus menunjukkan perkembangan.
Militer AS tetap dalam kondisi siap bertindak
Menteri Pertahanan Amerika Serikat, Pete Hegseth, memastikan Pentagon masih berada dalam posisi siaga penuh meskipun pemerintah memilih memberi ruang bagi jalur diplomasi.
Melalui akun X miliknya, Hegseth kembali mengutip pernyataan Presiden Trump yang menyebut militer AS telah mempersiapkan opsi serangan terhadap Iran pada skala yang belum pernah dilakukan sejak berakhirnya Perang Dunia II.
"Militer AS tetap berada dalam posisi "siap tempur" dan siap bertindak kapan saja," tulis Pete, dilansir dari Aljazeera, Senin (3/8/2026).
Pernyataan itu muncul setelah perubahan sikap Gedung Putih dalam kurun waktu sekitar 24 jam. Sebelumnya Trump mengancam akan melancarkan serangan besar ke fasilitas Iran, namun kemudian menyampaikan bahwa peluang tercapainya kesepakatan dengan Teheran semakin terbuka.
Jalur diplomasi terus bergerak
Di tengah perubahan tersebut, aktivitas diplomatik juga terus berlangsung. Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, diketahui menjalin komunikasi dengan kepala militer Pakistan, Menteri Luar Negeri Arab Saudi, serta Menteri Luar Negeri Irak.
Perkembangan itu memunculkan sinyal bahwa upaya diplomasi masih terus dijalankan untuk meredakan ketegangan.
Sumber yang mengikuti proses tersebut menyebut para mediator bahkan telah bersiap menuju Teheran guna melanjutkan putaran baru perundingan tidak langsung.
Negosiasi itu disebut berawal dari pembahasan yang telah dilakukan Iran bersama Oman dalam beberapa hari terakhir. Walau masih terdapat perbedaan pandangan mengenai bentuk akhir kesepakatan, sejumlah pejabat Iran mengungkapkan adanya kemajuan dalam pembicaraan.
Araghchi bersama juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmael Baghaei, juga menyampaikan bahwa proses menuju kesepakatan terus berkembang dan diyakini telah memasuki tahap akhir.
Meski demikian, isi lengkap dari kesepakatan tersebut belum dipublikasikan. Berbagai aspek penting, termasuk mekanisme pelaksanaan maupun ketentuan teknis lainnya, masih dirahasiakan.
Trump sebut ada kesepakatan terkait Selat Hormuz
Dalam keterangannya kepada wartawan di pesawat Air Force One, Presiden Trump menyatakan bahwa kesepakatan mengenai Selat Hormuz telah tercapai.
Ia juga mengatakan akan ada kesepakatan mengenai denuklirisasi Iran, sementara proses negosiasi antara Washington dan Teheran dijadwalkan dimulai pada Senin sore.
Trump turut mengungkapkan bahwa dirinya membatalkan rencana serangan besar terhadap Iran yang sebelumnya dijadwalkan berlangsung pada Jumat.
Menurut Trump, keputusan tersebut diambil setelah adanya permintaan dari tiga kelompok utama, yakni Arab Saudi, Uni Emirat Arab (UEA), dan Qatar, yang mendorong Amerika Serikat untuk menunda aksi militer dan lebih mengutamakan penyelesaian melalui jalur diplomasi.


