Advertisement
Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Advertisement

Benarkah Stres Membuat Penis Mengecil? Dokter Ungkap Penyebab Pria Sering Salah Persepsi

Benarkah stres membuat penis mengecil? Dokter menjelaskan pengaruh stres, ukuran penis, persepsi pria, dan faktor psikologis.

stres memengaruhi persepsi ukuran penis menurut dokter
Dokter menjelaskan bahwa stres dan faktor psikologis dapat memengaruhi persepsi pria terhadap ukuran penis, bukan menyebabkan ukurannya benar-benar mengecil. (Ilustrasi/Canva)

PEWARTA.CO.ID — Anggapan bahwa penis menjadi lebih kecil saat seseorang mengalami stres cukup sering muncul di tengah masyarakat. Namun, kondisi tersebut ternyata lebih berkaitan dengan cara seseorang memandang tubuhnya sendiri daripada perubahan ukuran organ intim secara nyata.

Dokter Spesialis Andrologi sekaligus kreator konten kesehatan, dr. Jefry Tribowo, menjelaskan bahwa stres dan tekanan psikologis dapat membuat seorang pria merasa ukuran penisnya lebih kecil, padahal secara medis masih berada dalam batas normal.

Faktor psikologis memengaruhi cara pandang

Menurut dr. Jefry, terdapat kondisi tertentu ketika seseorang memiliki persepsi keliru mengenai ukuran penis akibat faktor psikis.

"Ada kelainan penis kecil yang disebabkan oleh faktor psikis, alias pikiran. Jadi sebetulnya, pria tersebut penisnya normal-normal aja, ukuran panjangnya sudah sesuai rata-rata. Tetapi dia selalu merasa enggak puas, dia merasa kalau penisnya kecil, mungil," kata dr. Jefry.

Ia menjelaskan, stres maupun gangguan kecemasan dapat memunculkan bias dalam menilai kondisi tubuh sendiri. Dampaknya, pria merasa ukuran penisnya tidak ideal meski hasil pemeriksaan menunjukkan ukuran tersebut masih normal.

"Nah, hati-hati ya, karena ada beberapa kondisi gangguan kejiwaan, stres, atau tekanan pikiran yang akhirnya bisa membuat kita menjadi bias dalam menilai panjang penis," lanjutnya.

Sudut pandang juga bisa menipu persepsi

Selain dipengaruhi kondisi psikologis, cara seseorang melihat organ intim juga disebut dapat memengaruhi penilaian terhadap ukurannya.

Dr. Jefry menjelaskan bahwa pria biasanya melihat penisnya dari arah atas. Sementara ketika melihat penis orang lain, sudut pandangnya berasal dari depan sehingga ukuran yang terlihat bisa tampak berbeda.

Rambut kemaluan yang lebat juga dapat membuat penis terlihat lebih pendek, meski ukuran sebenarnya tidak mengalami perubahan.

"Terlebih kalau kita melihat panjang penis orang lain kan dari sudut pandang depan. Saat melihat penis sendiri, kita melihatnya dari atas. Biasanya dari atas terlihat lebih kecil, apalagi kalau bulu kemaluannya lebat. Padahal sebetulnya normal," jelas dr. Jefry.

Pengukuran lebih akurat dibanding persepsi

Karena itu, dr. Jefry mengingatkan agar pria tidak hanya mengandalkan penilaian visual saat menilai ukuran penis.

Ia menyarankan pengukuran dilakukan dengan metode yang benar sehingga hasilnya dapat memberikan gambaran yang lebih objektif mengenai ukuran sebenarnya.

"Makanya sangat penting kita harus mengukur. Kalau memang cara mengukurnya sudah tepat dan panjangnya masih dalam batas normal, enggak perlu minder. Karena prinsipnya itu sudah sangat cukup untuk memuaskan," pungkasnya.

Pilihan Redaksi:
BAGIKAN: Tersalin 👍
Redaksi Pewarta.co.id
Redaksi Pewarta.co.id
Portal berita Indonesia terkini 2026, viral terbaru dan terpopuler hari ini disajikan secara update. Bagian dari ekosistem media online Pewarta Network.

WARTA TERBARU

  • Benarkah Stres Membuat Penis Mengecil? Dokter Ungkap Penyebab Pria Sering Salah Persepsi
  • Benarkah Stres Membuat Penis Mengecil? Dokter Ungkap Penyebab Pria Sering Salah Persepsi
  • Benarkah Stres Membuat Penis Mengecil? Dokter Ungkap Penyebab Pria Sering Salah Persepsi
  • Benarkah Stres Membuat Penis Mengecil? Dokter Ungkap Penyebab Pria Sering Salah Persepsi
  • Benarkah Stres Membuat Penis Mengecil? Dokter Ungkap Penyebab Pria Sering Salah Persepsi
  • Benarkah Stres Membuat Penis Mengecil? Dokter Ungkap Penyebab Pria Sering Salah Persepsi
Advertisement
Advertisement
Advertisement