Advertisement
Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Advertisement

Bulog Klaim Stok Beras 5,26 Juta Ton Aman, Ekspor ke Malaysia hingga 200 Ribu Ton Tak Ganggu Pasokan

Bulog memastikan stok beras 5,26 juta ton aman meski ekspor ke Malaysia hingga 200 ribu ton dilakukan dan ancaman El Nino membayangi.

stok beras bulog dan rencana ekspor beras ke malaysia
Perum Bulog memastikan stok beras untuk kebutuhan dalam negeri tetap aman di tengah rencana ekspor ke Malaysia. (Dok. Ist)

PEWARTA.CO.ID — Perum Bulog memastikan pasokan beras untuk kebutuhan dalam negeri tetap aman meski Indonesia bersiap mengekspor beras ke Malaysia di tengah ancaman El Nino. Saat ini, Bulog menyebut memiliki stok beras sebanyak 5,26 juta ton.

Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani mengatakan kebutuhan domestik tetap menjadi prioritas pemerintah. Perhitungan stok juga telah dilakukan untuk mengantisipasi apabila ekspor ke Malaysia berkembang hingga 200.000 ton.

"Seiring dengan arahan dari Pak Menteri Pertanian tetap memprioritaskan untuk kebutuhan dalam negeri terlebih dahulu. Namun kita sudah menghitung dengan potensi kalau hanya 1.000 (ton) pendahuluan ini bahkan sampai dengan 200.000, stok kita masih banyak," tegas Rizal dalam konferensi pers pada Jumat (14/8/2026) malam.

Ekspor beras tahap awal 1.000 ton

Rencana pengiriman beras ke Malaysia merupakan bagian dari nota kesepahaman (MoU) yang telah ditandatangani Bulog dengan pihak Malaysia.

Pada tahap awal, Indonesia akan mengirim 1.000 ton beras. Untuk wilayah Sarawak, permintaan berpotensi mencapai sekitar 200.000 ton.

Menurut Rizal, harga beras dalam kesepakatan tersebut ditetapkan sebesar Rp17.000 per kilogram. Dengan volume awal 1.000 ton, nilai pengiriman perdana diperkirakan sekitar Rp17 miliar.

"Untuk nilai, sesuai dengan kesepakatan MOU harga berasnya per kilogramnya dihitung Rp17.000 sehingga kalau 1.000 ton lebih kurang sekitar Rp17 miliar untuk pendahuluan," tambah Rizal.

Pengiriman perdana akan dilakukan melalui dua jalur. Sebanyak lima kontainer akan diberangkatkan melalui Entikong, sedangkan sekitar 950 ton lainnya direncanakan dikirim melalui jalur laut dari Pelabuhan Tanjung Priok menuju Pelabuhan Kuching.

Potensi permintaan lebih besar

Kerja sama beras antara Indonesia dan Malaysia tidak berhenti pada kebutuhan Sarawak. Berdasarkan komunikasi Menteri Pertanian Indonesia dengan Menteri Pertanian Malaysia, terdapat potensi permintaan dari wilayah Semenanjung Malaysia.

Jumlahnya disebut berada di kisaran 1,5 juta hingga 1,7 juta ton. Meski demikian, Bulog menegaskan kebutuhan dalam negeri tetap ditempatkan sebagai prioritas dalam pengelolaan stok beras.

Dengan stok yang saat ini mencapai 5,26 juta ton, Bulog menyatakan telah memperhitungkan potensi ekspor sekaligus kebutuhan domestik, termasuk apabila pengiriman ke Malaysia meningkat hingga 200.000 ton.

Pilihan Redaksi:
Tersalin 👍
Redaksi Pewarta.co.id
Redaksi Pewarta.co.id
Portal berita Indonesia terkini 2026, viral terbaru dan terpopuler hari ini disajikan secara update. Bagian dari ekosistem media online Pewarta Network.

WARTA TERBARU

  • Bulog Klaim Stok Beras 5,26 Juta Ton Aman, Ekspor ke Malaysia hingga 200 Ribu Ton Tak Ganggu Pasokan
  • Bulog Klaim Stok Beras 5,26 Juta Ton Aman, Ekspor ke Malaysia hingga 200 Ribu Ton Tak Ganggu Pasokan
  • Bulog Klaim Stok Beras 5,26 Juta Ton Aman, Ekspor ke Malaysia hingga 200 Ribu Ton Tak Ganggu Pasokan
  • Bulog Klaim Stok Beras 5,26 Juta Ton Aman, Ekspor ke Malaysia hingga 200 Ribu Ton Tak Ganggu Pasokan
  • Bulog Klaim Stok Beras 5,26 Juta Ton Aman, Ekspor ke Malaysia hingga 200 Ribu Ton Tak Ganggu Pasokan
  • Bulog Klaim Stok Beras 5,26 Juta Ton Aman, Ekspor ke Malaysia hingga 200 Ribu Ton Tak Ganggu Pasokan
Advertisement
Advertisement