Datang Sejak Dini Hari, Warga Rela Antre Demi Upacara HUT ke-81 RI di Istana
![]() |
| Warga mengantre sejak dini hari untuk mengikuti upacara HUT ke-81 RI di Istana Merdeka, Jakarta. (Dok. Ist) |
PEWARTA.CO.ID — Sejumlah warga rela datang sejak dini hari untuk mengikuti langsung Upacara Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (17/8/2026). Bahkan, sebagian warga disebut telah berada di sekitar kompleks Istana sejak pukul 02.00–03.00 WIB.
Bagi mereka, kesempatan menyaksikan peringatan kemerdekaan secara langsung menjadi pengalaman yang berbeda dibandingkan mengikuti upacara dari layar televisi.
BACA JUGA:18 Agustus 2026 Libur atau Masuk Kerja? Ini Status Resmi Setelah HUT ke-81 RI
Warga datang sejak dini hari
Antrean warga terlihat ketika Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya berkeliling Kompleks Istana Kepresidenan. Dalam unggahan akun Instagram Sekretariat Kabinet, sejumlah warga disebut sudah menunggu sejak sekitar pukul 03.00 WIB.
Pewarta.co.id mengutip laporan ANTARA, salah seorang warga bahkan mengaku telah berada di lokasi sejak pukul 02.00 WIB. Saat berbincang dengan Teddy, warga tersebut menyebut dirinya berasal dari Sulawesi Selatan.
"Ini ngapain? Jam 03.00 WIB pagi sudah antre?" tanya Teddy.
"Iya, Pak, dari jam 02.00 WIB ," jawab warga tersebut.
Warga lain yang ditemui Teddy berasal dari Kebumen, Jawa Tengah. Ia mengatakan telah tiba di Stasiun Gambir sekitar pukul 01.00 WIB sebelum melanjutkan perjalanan menuju lokasi upacara.
"Kebumen, Jawa Tengah, tadi sampai di Gambir jam 01.00 WIB" kata warga tersebut.
Teddy juga sempat menanyakan persiapan warga sebelum menghadiri upacara, termasuk tempat mereka berdandan. Warga itu menjawab bahwa persiapannya dilakukan dari rumah.
"Dandannya di mana?" tanya Teddy.
"Dari rumah," jawab warga tersebut.
Teddy kemudian mendoakan warga yang telah datang sejak dini hari agar tetap sehat. Antrean tersebut menjadi salah satu gambaran antusiasme masyarakat untuk hadir langsung dalam peringatan HUT ke-81 RI di Istana Merdeka.
![]() |
| Antusias warga mengantre di Istana Negara sejak dini hari untuk mengikuti Upacara HUT ke-81 RI. (Dok. Ist) |
Perjuangan mendapatkan undangan
Keinginan hadir langsung di Istana juga membuat sejumlah warga harus berjuang sejak proses mendapatkan undangan. Ada yang mencoba selama beberapa hari, ada yang baru berhasil setelah pemerintah mengumumkan tambahan kuota, sementara sebagian lainnya langsung mendapat undangan pada percobaan pertama.
Alin, model asal Serang, Banten, mengaku sempat gagal mendapatkan undangan setelah ketiduran meski sudah memasang alarm. Ia kemudian mencoba kembali pada hari berikutnya dan berhasil.
“Jujur susah banget. Ini benar-benar perjuangan banget. Aku tuh sebenarnya udah nge-alarm ya, cuma ketiduran, dan pas hari kedua begitu aku bangun, aku langsung nge-war dan ternyata dapat," ujar Alin, dikutip dari keterangan pers BPMI Sekretariat Presiden di Jakarta, Minggu (16/8/2026).
BACA JUGA: War Tiket Upacara HUT ke-81 RI di Istana Merdeka Segera Dibuka, Kuota 8.100 Orang, Simak Link dan Cara Daftarnya
Setelah mendapatkan undangan, Alin langsung menyiapkan pakaian yang akan dikenakannya saat menghadiri upacara yang dipimpin Presiden Prabowo Subianto sebagai inspektur upacara. Ia juga berharap bisa bertemu langsung dengan Presiden Prabowo.
Cerita berbeda disampaikan Ilham, pengemudi ojek daring asal Lampung yang berdomisili di Cipondoh, Tangerang. Ia telah mencoba memperoleh undangan selama lima hari pertama sebelum akhirnya berhasil setelah mendapat informasi mengenai tambahan kuota.
"Pas ada info dari Menteri Sekretaris Negara katanya ada tambahan, jadi stay lagi tuh di hari Selasa, tanggal 11. Akhirnya alhamdulillah dapat,” katanya.
Bagas Prasetyo, karyawan swasta asal Sukabumi, justru mendapatkan undangan pada percobaan pertamanya. Ia menyebut keberhasilannya lebih karena faktor keberuntungan karena baru bersiap beberapa menit sebelum proses dimulai.
"Dibilang kok saya emang hoki, karena saya lima menit mau mulainya baru siap-siap. Langsung dapat. Orang kan berkali-kali refresh tuh nggak dapat-dapat, aku sekali masuk langsung isi data, beres semua langsung ke-kirim, langsung dapa," kata Bagas.
Saat mengambil undangan di Gedung Krida Bhakti, Bagas juga menilai prosesnya berlangsung cukup cepat. Pengalamannya tersebut berbeda dari gambaran antrean panjang yang sebelumnya ia dengar.
"Bisa dibilang lumayan cukup mudah lah. Dan waktunya juga lumayan cepat. Kan banyak berita kan orang antrenya lama segala macam, ternyata tidak kok," tuturnya.
BACA JUGA: Promo HUT ke-81 RI: Tiket KAI Diskon 17 Persen, DAMRI 45 Persen hingga Wisata 81 Persen
Sementara itu, Nurul dari Jakarta Pusat mengatakan dirinya ingin merasakan suasana upacara secara langsung, terutama ketika lagu "Mengheningkan Cipta" dikumandangkan.
"Kalau aku jujur pengin dengar lagu 'Mengheningkan Cipta' secara langsung, kayaknya bikin merinding ya," ujar Nurul.
Aulia dari Bekasi juga memperoleh undangan melalui proses perebutan secara daring. Beragam cerita tersebut menunjukkan bahwa bagi sebagian warga, pengalaman menghadiri upacara di Istana dimulai jauh sebelum mereka tiba di lokasi.
Atraksi pesawat menjadi salah satu yang dinanti
Selain prosesi upacara, atraksi udara menjadi salah satu bagian yang dinantikan warga. Ilham, misalnya, secara khusus menyebut atraksi pesawat sebagai hal yang ingin dilihatnya secara langsung karena selama ini ia biasa menyaksikannya melalui televisi.
"Lebih ke atraksi pesawat segala macam karena kan kita biasa lihat di TV ya. Sekarang melihat langsung lebih senang aja gitu. Di atas kepala sendiri tinggal tengok," tuturnya.
BACA JUGA: 81 Pesawat Termasuk Rafale Siap Hiasi Langit Istana Merdeka Saat HUT ke-81 RI
Pemerintah sebelumnya menyebut rangkaian atraksi udara HUT ke-81 RI melibatkan 81 alutsista udara yang terdiri dari pesawat dan helikopter. Persiapan atraksi tersebut telah dilakukan melalui latihan dan gladi sebelum peringatan 17 Agustus.
Dua pesawat tempur Rafale TNI AU juga dijadwalkan untuk pertama kalinya dilibatkan dalam atraksi udara HUT RI. Hal tersebut disampaikan Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi setelah menyaksikan latihan demo udara di Istana Merdeka.
Namun, informasi mengenai rencana atraksi tersebut tidak dapat disamakan dengan laporan bahwa seluruh rangkaian sudah berlangsung pada saat warga mulai mengantre. Karena itu, bagian ini ditempatkan sebagai konteks mengenai atraksi yang telah dipersiapkan dan menjadi salah satu hal yang dinantikan warga.
Bagi masyarakat yang datang dari berbagai daerah, kesempatan mengikuti upacara HUT ke-81 RI secara langsung menjadi pengalaman tersendiri. Perjuangan mendapatkan undangan, menyiapkan pakaian, hingga datang ke kawasan Istana sejak dini hari menjadi bagian dari cerita mereka pada peringatan kemerdekaan tahun ini.



