DJ Bobby Suryadi Rilis Album Baru ‘Echoes of the Heart’, Bawa Energi Musik Elektronik Lintas Generasi
![]() |
| DJ senior Indonesia Bobby Suryadi kembali menghadirkan album terbaru bertajuk Echoes of the Heart. (Dok. Ist) |
PEWARTA.CO.ID — DJ senior Indonesia Bobby Suryadi kembali memperpanjang perjalanan musiknya dengan merilis album terbaru bertajuk “Echoes of the Heart”. Album berisi sembilan trek tersebut memadukan karakter musik yang telah membentuk perjalanan Bobby dengan sentuhan produksi modern.
Karya terbaru ini hadir setelah Bobby merilis album “Infinite Rhythm of Life” pada 2025. Dalam album barunya, ia mengeksplorasi pengalaman, perubahan zaman, dan kecintaannya terhadap musik elektronik tanpa meninggalkan identitas musikal yang selama ini melekat.
“Musik bagi saya adalah perjalanan tanpa henti. Setiap era punya energi sendiri, dan tugas saya adalah menjaga energi itu tetap hidup,” ujar Bobby Suryadi dalam keterangan resminya.
Bobby telah berkarya selama 30 tahun dan dikenal sebagai salah satu DJ senior Indonesia yang aktif sejak era 1990-an. Sepanjang perjalanan tersebut, ia disebut pernah tampil di berbagai festival besar, menggerakkan komunitas DJ lokal, serta ikut membuka ruang bagi generasi baru untuk mengenal musik elektronik.
Sembilan trek dalam album terbaru
“Echoes of the Heart” berisi sembilan lagu dengan karakter dan aransemen yang dirancang untuk mempertemukan pengalaman musikal Bobby dengan pendekatan yang lebih segar.
Daftar lagunya terdiri dari “Can You Feel It”, “Toxic Love”, “Tired of Loving You”, “Broken Love”, “Longing in the Dark”, “Letting You Go”, “Alone”, “Shining Bright”, dan “Forever Free” sebagai lagu penutup.
Sejumlah kolaborator juga terlibat dalam album tersebut, di antaranya Michelle, Rachel B, Ricard, Iriana, dan Alicia.
Kehadiran para kolaborator itu menjadi bagian dari eksplorasi Bobby dalam meramu berbagai elemen musik dari sejumlah era. Hasilnya diarahkan agar tetap memiliki kedekatan dengan pendengar yang mengikuti perjalanan lamanya sekaligus dapat diterima generasi baru.
Bukan sekadar nostalgia
Bobby mengatakan album ini tidak dibuat sekadar untuk mengulang masa lalu. Menurutnya, pengalaman musikal dari era sebelumnya justru menjadi pijakan untuk menghadirkan pendekatan yang lebih baru.
“Saya tidak ingin sekadar bernostalgia. Album ini adalah cara saya menyampaikan bahwa musik lama bisa hidup berdampingan dengan semangat baru,” kata Bobby.
Selama berkarier, Bobby dikenal memiliki gaya mixing yang khas dan kemampuan membaca energi audiens. Ia juga kerap dikaitkan dengan kehidupan musik elektronik di klub, festival, hingga panggung internasional.
Konsistensi tersebut membuat Bobby tetap mempertahankan identitasnya ketika tren musik mengalami perubahan. Melalui “Echoes of the Heart”, ia kembali membawa pengalaman panjangnya ke dalam karya baru.
“Album 'Echoes of the Heart' adalah undangan untuk merasakan perjalanan saya, dari awal hingga sekarang. Musik adalah bahasa hati, dan saya ingin gema itu terus terdengar,” tutur Bobby.


