Advertisement
Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Advertisement

Gempa Dahsyat M7,4 di Kolombia: 21 Tewas, Bangunan Porak-poranda

Gempa dahsyat M7,4 mengguncang Kolombia, 21 tewas dan bangunan rusak. Aktivitas penerbangan serta kegiatan akademik ikut terdampak.

gempa dahsyat m7,4 kolombia tewaskan 21 orang dan rusak bangunan
Gempa dahsyat M7,4 mengguncang wilayah barat Kolombia dan menewaskan sedikitnya 21 orang serta merusak puluhan bangunan. (Dok. Reuters)

PEWARTA.CO.ID — Gempa bumi berkekuatan Magnitudo 7,4 mengguncang wilayah barat Kolombia pada Senin (10/8/2026). Bencana tersebut menewaskan sedikitnya 21 orang dan membuat sejumlah bangunan mengalami kerusakan parah hingga runtuh.

Korban jiwa dilaporkan berasal dari beberapa kota yang terdampak guncangan. Pereira menjadi wilayah dengan jumlah korban terbanyak, disusul Manizales dan Quibdo.

Wali Kota Pereira, Mauricio Salazar, menyampaikan bahwa 18 orang meninggal dunia akibat gempa yang mengguncang kawasan tersebut.

Sementara itu, Wali Kota Manizales Jorge Eduardo Rojas melaporkan sedikitnya dua korban tewas. Lebih dari 32 bangunan di kota itu juga mengalami kerusakan, baik secara keseluruhan maupun sebagian.

Di Quibdo, laporan awal menyebut satu orang meninggal dunia. Sejumlah warga lainnya dilaporkan mengalami luka-luka, sementara beberapa bangunan mengalami kerusakan berat.

Aktivitas akademik di Manizales dihentikan

Dampak gempa juga mengganggu sejumlah aktivitas masyarakat di wilayah terdampak. Otoritas di Manizales memutuskan menghentikan seluruh kegiatan akademik setelah gempa terjadi.

Selain kerusakan bangunan, petugas juga menemukan adanya kebocoran gas dan gangguan pada jaringan listrik di kota tersebut.

Kondisi itu membuat proses penanganan dan pemeriksaan terhadap wilayah terdampak menjadi perhatian utama pemerintah setempat.

Episentrum berada dekat San Jose del Palmar

Berdasarkan data Survei Geologi Amerika Serikat atau USGS, gempa terjadi pada pukul 12.34 GMT. Titik pusat gempa berada sekitar 5 kilometer atau 3,1 mil di sebelah timur San Jose del Palmar.

Gempa tersebut tercatat berasal dari kedalaman sekitar 107 kilometer atau 66,5 mil.

Meski berkekuatan besar, gempa itu tidak memicu peringatan tsunami bagi sejumlah wilayah di Amerika Utara. Sistem Peringatan Tsunami AS menyatakan tidak ada tsunami yang diperkirakan menerjang California, Oregon, Washington, maupun Alaska.

Kemungkinan tsunami yang mencapai British Columbia, Kanada, juga dinyatakan tidak ada.

Otoritas Kolombia turut memastikan bahwa gempa tersebut tidak menimbulkan ancaman tsunami di kawasan Pasifik negara itu.

Sejumlah bandara ikut terdampak

Gangguan akibat gempa juga dirasakan sektor penerbangan. Otoritas penerbangan sipil Kolombia melaporkan adanya kerusakan di Bandara Alfonso Bonilla Aragon di Cali.

Bandara tersebut kemudian dimasukkan dalam daftar terminal penerbangan yang terdampak gempa.

Di sisi lain, aktivitas penerbangan di Bandara Popayan dihentikan sementara karena adanya abu vulkanik dari Gunung Purace setelah terjadi aktivitas seismik.

Sebelumnya, pemeriksaan struktural juga dilakukan terhadap sejumlah terminal penerbangan lainnya. Bandara di Pereira, Manizales, Quibdo, Armenia, Cartago, dan Buenaventura sempat menghentikan operasionalnya untuk proses penilaian kondisi bangunan.

Pemerintah Kolombia bentuk pos komando terpadu

Pemerintah Kolombia bergerak melakukan penanganan setelah gempa menyebabkan korban jiwa dan kerusakan di sejumlah wilayah.

Presiden Kolombia Abelardo De La Espriella mengatakan pemerintah berada di lokasi dan mengambil langkah untuk merespons kondisi darurat.

“Negara hadir dan mengambil tindakan,” kata Presiden Kolombia Abelardo De La Espriella, melansir Anadolu.

De La Espriella memimpin langsung respons pemerintah terhadap bencana tersebut. Ia juga memerintahkan pembentukan pos komando terpadu untuk mengoordinasikan berbagai upaya penanganan di wilayah yang terdampak.

Presiden meminta direktur Unit Nasional untuk Manajemen Risiko Bencana memberikan laporan menyeluruh mengenai kondisi di kota tersebut.

Pereira sendiri berada sekitar 240 kilometer atau 150 mil di sebelah barat Bogota, ibu kota Kolombia.

De La Espriella juga menyatakan akan menuju Pereira. Kehadirannya ditujukan untuk memberikan dukungan kepada masyarakat yang terdampak sekaligus melihat secara langsung proses penanganan yang dilakukan pemerintah.

Kedutaan AS imbau warganya waspada

Situasi pascagempa turut mendapat perhatian Kedutaan Besar Amerika Serikat di Bogota. Perwakilan AS menyatakan terus memantau perkembangan situasi secara cermat.

Warga Amerika Serikat yang berada di Kolombia diminta mengikuti informasi dari media lokal dan tetap menjaga komunikasi dengan keluarga mereka.

Penanganan darurat masih menjadi fokus pemerintah setelah gempa M7,4 menimbulkan korban jiwa, kerusakan bangunan, serta gangguan terhadap aktivitas pendidikan dan penerbangan di sejumlah wilayah Kolombia.

Pilihan Redaksi:
Tersalin 👍
Redaksi Pewarta.co.id
Redaksi Pewarta.co.id
Portal berita Indonesia terkini 2026, viral terbaru dan terpopuler hari ini disajikan secara update. Bagian dari ekosistem media online Pewarta Network.

WARTA TERBARU

  • Gempa Dahsyat M7,4 di Kolombia: 21 Tewas, Bangunan Porak-poranda
  • Gempa Dahsyat M7,4 di Kolombia: 21 Tewas, Bangunan Porak-poranda
  • Gempa Dahsyat M7,4 di Kolombia: 21 Tewas, Bangunan Porak-poranda
  • Gempa Dahsyat M7,4 di Kolombia: 21 Tewas, Bangunan Porak-poranda
  • Gempa Dahsyat M7,4 di Kolombia: 21 Tewas, Bangunan Porak-poranda
  • Gempa Dahsyat M7,4 di Kolombia: 21 Tewas, Bangunan Porak-poranda
Advertisement
Advertisement
Advertisement