Hasil Pemeriksaan Forensik Jenazah Sutrimo di Banyumas Akan Diungkap 2-3 Pekan Lagi
![]() |
| Proses ekshumasi dan autopsi jenazah Sutrimo di Desa Wlahar, Banyumas, hasilnya akan diumumkan dalam 2-3 pekan mendatang. (Dok. Ist) |
PEWARTA.CO.ID — Hasil pemeriksaan forensik jenazah Sutrimo di Desa Wlahar, Kecamatan Wangon, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, belum dapat disimpulkan dalam waktu dekat. Tim dokter forensik memperkirakan seluruh pemeriksaan laboratorium membutuhkan waktu sekitar dua hingga tiga pekan.
Ketua Tim Dokter Forensik, Ahmad Yudianto, mengatakan pemeriksaan masih berlanjut karena terdapat cukup banyak sampel yang harus dianalisis. Hasil laboratorium nantinya menjadi bagian penting dalam proses finalisasi pemeriksaan penyebab kematian Sutrimo.
"Perkiraan antara sekitar 2-3 minggu. Itu artinya pemeriksaan laboratoriumnya bisa terselesaikan semua," kata Ahmad dalam keterangan pers yang diterima RRI, Kamis, 13 Agustus 2026.
Menurut Ahmad, kondisi jenazah juga menjadi salah satu faktor yang membuat pemeriksaan membutuhkan waktu. Sutrimo telah dimakamkan sejak 23 Juli 2026 atau hampir tiga pekan sebelum proses ekshumasi dilakukan.
Dalam pemeriksaan kedokteran forensik, kondisi tersebut telah masuk tahap pembusukan lanjut. Kondisi jenazah membuat pemeriksaan secara visual menjadi lebih sulit karena perubahan warna dan kondisi fisik yang terjadi.
"Secara visual itu hampir semua sama, warna-warnanya dan semuanya," ujarnya.
Pemeriksaan laboratorium masih berlangsung
Tim forensik belum menyampaikan kesimpulan mengenai penyebab kematian Sutrimo. Ahmad menegaskan proses finalisasi pemeriksaan masih menunggu sejumlah hasil laboratorium.
"Sehingga sudah sampai sekali ini proses untuk finalisasi masih tetap berlangsung. Menunggu sampai hasil dari pemeriksaan laboratorium tersebut yaitu pemeriksaan histopatologi, pemeriksaan toksikologi, dan pemeriksaan DNA," katanya.
Sebelumnya, tim dokter forensik telah menyelesaikan proses ekshumasi sekaligus autopsi terhadap jenazah Sutrimo di Desa Wlahar, Banyumas. Pemeriksaan dilakukan terhadap bagian luar dan dalam jenazah secara visual.
Dari pemeriksaan tersebut, tim tidak menemukan tanda-tanda luka yang disebabkan kekerasan menggunakan benda tumpul maupun senjata tajam. Namun, kesimpulan akhir mengenai penyebab kematian masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium.


