Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Kasus ISPA Naik di Tengah Karhutla, Kemenkes Kerahkan 314 Tenaga Kesehatan

Kasus ISPA meningkat di wilayah karhutla. Kemenkes mengerahkan 314 tenaga kesehatan dan menyalurkan logistik kesehatan ke daerah terdampak.

tenaga kesehatan menangani dampak karhutla dan ISPA
Tenaga kesehatan dikerahkan untuk menangani dampak kesehatan akibat karhutla di sejumlah wilayah Indonesia. (Ilustrasi/Canva)

PEWARTA.CO.ID — Kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) mulai meningkat di sejumlah wilayah yang terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla), seiring paparan asap di tengah musim kemarau 2026.

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) merespons kondisi tersebut dengan mengerahkan 314 tenaga kesehatan serta mendistribusikan obat-obatan dan berbagai perlengkapan medis ke daerah yang terdampak.

Kenaikan paling signifikan tercatat di Kalimantan Tengah. Berdasarkan data Kemenkes, jumlah kasus ISPA meningkat 78,1 persen dalam satu minggu, dari 402 kasus menjadi 716 kasus.

Di Kalimantan Barat, lebih dari 151 ribu kasus ISPA tercatat sejak Januari 2026. Lonjakan tertinggi dilaporkan terjadi di Pontianak, Kubu Raya, dan Mempawah.

Gangguan kesehatan juga dilaporkan di Riau dan Kalimantan Selatan, termasuk kasus asma serta iritasi.

Karhutla melanda tujuh provinsi

Data Kemenkes per 21 Agustus 2026 menunjukkan karhutla telah berdampak pada 87 kabupaten/kota di tujuh provinsi.

Wilayah tersebut meliputi Jambi, Riau, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, dan Kalimantan Timur.

Enam provinsi telah menetapkan status siaga darurat bencana akibat kemarau panjang yang berlangsung sejak awal 2026.

Meski gangguan kesehatan akibat paparan asap mengalami peningkatan, Kemenkes menyatakan belum ada laporan korban jiwa akibat dampak karhutla hingga saat ini.

Ratusan tenaga kesehatan dikerahkan

Kepala Pusat Krisis Kesehatan Kemenkes Agus Jamaludin mengatakan 314 tenaga kesehatan telah dimobilisasi untuk memperkuat penanganan kesehatan di wilayah terdampak.

Mereka terdiri atas dokter, perawat, bidan, dan epidemiolog, dengan konsentrasi penempatan terutama di Kalimantan Tengah dan Kalimantan Selatan.

"Sebagai upaya mitigasi kesehatan akibat karhutla, kami telah memobilisasi sejumlah 314 tenaga kesehatan yang terdiri dari dokter, perawat, bidan, dan epidemiolog dengan konsentrasi utama di Kalimantan Tengah dan Kalimantan Selatan," kata Agus dalam keterangan resminya.

Selain personel, Kemenkes mengirimkan sejumlah kebutuhan medis untuk mendukung masyarakat di daerah terdampak. Bantuan tersebut terdiri atas 278.940 masker, 56 unit oxygen concentrator (OC), 40 face shield, 1.000 pasang sarung tangan medis, 36 tabung Oxycan, delapan set alat pelindung diri (APD), 33 dus pemberian makanan tambahan (PMT), serta obat-obatan dan vitamin.

Pos kesehatan dan ruang oksigen juga disiapkan di sejumlah wilayah, antara lain Kabupaten Barito Utara, Barito Timur, dan Kota Palangkaraya.

Di Kalimantan Barat, Kemenkes menjalankan program "Oase Udara" di sejumlah fasilitas kesehatan untuk memastikan ketersediaan oksigen bagi masyarakat yang membutuhkan.

Imbauan Kemenkes saat puncak kemarau

Kemenkes meminta masyarakat yang berada di zona merah karhutla meningkatkan perlindungan diri dari paparan asap.

Masyarakat dianjurkan menggunakan masker, mengurangi aktivitas di luar ruangan, serta memantau indeks kualitas udara melalui aplikasi atau layanan resmi.

Puncak musim kemarau diperkirakan masih berlangsung hingga September 2026. Karena itu, masyarakat juga diminta menjaga pola hidup bersih dan sehat, memperbanyak konsumsi air putih, dan segera mendatangi fasilitas kesehatan jika mengalami gejala gangguan pernapasan.

Pilihan Redaksi:
Tersalin 👍
Redaksi PEWARTA
Redaksi PEWARTA
Portal berita Indonesia terkini 2026, viral terbaru dan terpopuler hari ini disajikan secara update. Bagian dari ekosistem media online Pewarta Network.

WARTA TERBARU

  • Kasus ISPA Naik di Tengah Karhutla, Kemenkes Kerahkan 314 Tenaga Kesehatan
  • Kasus ISPA Naik di Tengah Karhutla, Kemenkes Kerahkan 314 Tenaga Kesehatan
  • Kasus ISPA Naik di Tengah Karhutla, Kemenkes Kerahkan 314 Tenaga Kesehatan
  • Kasus ISPA Naik di Tengah Karhutla, Kemenkes Kerahkan 314 Tenaga Kesehatan
  • Kasus ISPA Naik di Tengah Karhutla, Kemenkes Kerahkan 314 Tenaga Kesehatan
  • Kasus ISPA Naik di Tengah Karhutla, Kemenkes Kerahkan 314 Tenaga Kesehatan