KKN-T 12 UNS Ajak Warga Rawat Mangrove Desa Alasbuluh Banyuwangi
![]() |
| Mahasiswa KKN-T 12 UNS bersama masyarakat melakukan kegiatan perawatan kawasan mangrove di Desa Alasbuluh, Banyuwangi. (Dok. Ist) |
PEWARTA.CO.ID — Mahasiswa KKN-T 12 Universitas Sebelas Maret (UNS) bersama masyarakat melakukan Gerakan Rawat Mangrove di Desa Alasbuluh, Banyuwangi, sebagai upaya menjaga kebersihan dan keberlanjutan ekosistem pesisir.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari pengabdian mahasiswa kepada masyarakat dengan perhatian utama pada kondisi kawasan mangrove yang berpotensi terganggu oleh keberadaan sampah dan aktivitas manusia.
Mangrove memiliki peran penting bagi lingkungan pesisir. Ekosistem ini membantu melindungi garis pantai dari erosi, menstabilkan sedimen, mereduksi dampak gelombang laut, sekaligus menjadi habitat bagi berbagai organisme seperti ikan, kepiting, udang, dan burung.
Karena itu, keberadaan mangrove tidak hanya berkaitan dengan fungsi ekologis, tetapi juga memiliki manfaat sosial dan ekonomi bagi masyarakat pesisir. Kawasan mangrove yang terawat dapat mendukung sumber daya perikanan, wisata ramah lingkungan, serta kegiatan pendidikan dan pelestarian.
Perawatan kawasan mangrove
Gerakan Rawat Mangrove KKN-T 12 UNS diawali dengan persiapan dan komunikasi bersama pihak terkait di Desa Alasbuluh. Tahap tersebut dilakukan untuk menentukan lokasi perawatan, metode kegiatan, pembagian peran, serta kebutuhan selama pelaksanaan.
Mahasiswa dan masyarakat kemudian mengamati kondisi kawasan mangrove untuk mengetahui keadaan tanaman serta berbagai persoalan di sekitarnya, terutama sampah dan material yang berpotensi menghambat pertumbuhan mangrove.
Pembersihan dilakukan dengan mengumpulkan sampah di sekitar tanaman secara hati-hati agar tidak merusak akar maupun mangrove yang telah tumbuh. Area di sekitar tanaman juga ditata dan dirawat agar kondisi pertumbuhannya tetap terjaga.
Kegiatan tersebut sekaligus menjadi sarana edukasi bagi masyarakat mengenai pentingnya menjaga kebersihan kawasan pesisir. Penyampaian dilakukan melalui interaksi langsung sehingga pesan mengenai pelestarian mangrove dapat diterima secara sederhana.
Kesadaran lingkungan dan gotong royong
Program ini tidak hanya berorientasi pada kondisi fisik kawasan mangrove. Keterlibatan masyarakat menjadi bagian penting untuk membangun kepedulian serta rasa tanggung jawab bersama terhadap lingkungan.
Dari kegiatan tersebut, kawasan mangrove menjadi lebih bersih dan rapi setelah sampah di sekitar lokasi dibersihkan. Kondisi tersebut diharapkan dapat mengurangi risiko gangguan terhadap pertumbuhan mangrove dan habitat organisme di sekitarnya.
Mahasiswa KKN-T 12 UNS juga mendapatkan pengalaman langsung mengenai persoalan lingkungan pesisir serta pentingnya tindakan konkret dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat. Sementara bagi warga, kegiatan bersama tersebut diharapkan memperkuat pemahaman mengenai fungsi mangrove dan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan.
Kerja sama antara mahasiswa dan masyarakat juga menjadi salah satu hasil penting kegiatan. Kolaborasi tersebut diharapkan dapat menjadi dasar bagi upaya perawatan kawasan mangrove yang tetap berjalan setelah masa KKN-T berakhir.
Perawatan mangrove perlu berkelanjutan
Pelestarian mangrove membutuhkan perawatan dalam jangka panjang dan tidak cukup dilakukan melalui satu kegiatan. Karena itu, keberlanjutan program menjadi perhatian setelah Gerakan Rawat Mangrove selesai dilaksanakan.
Beberapa upaya yang dapat dilakukan antara lain membersihkan kawasan secara rutin, memantau perkembangan tanaman, meningkatkan pemahaman mengenai pengelolaan sampah, serta melibatkan masyarakat dalam kegiatan konservasi.
Kegiatan tersebut juga dapat dikembangkan melalui kerja sama dengan pemerintah desa, kelompok masyarakat, komunitas lingkungan, maupun pihak lain yang memiliki perhatian terhadap pengelolaan kawasan pesisir.
Melalui Gerakan Rawat Mangrove, KKN-T 12 UNS berharap kepedulian terhadap lingkungan tidak berhenti pada kegiatan pembersihan. Perawatan mangrove di Desa Alasbuluh diharapkan berkembang menjadi upaya bersama yang dapat menjaga manfaat ekologis dan sosial kawasan tersebut dalam jangka panjang.


