Mahasiswa Undip Ubah Limbah Jadi Bahan Bakar Tablet, GENARI Bisa Menyala hingga 15 Menit
![]() |
| GENARI merupakan inovasi bahan bakar padat bioetanol berbentuk tablet yang dikembangkan mahasiswa Universitas Diponegoro untuk aktivitas luar ruang. (Dok. Ist) |
PEWARTA.CO.ID — Lima mahasiswa Universitas Diponegoro (Undip) mengembangkan GENARI atau Geni Lestari, bahan bakar padat bioetanol berbentuk tablet yang memanfaatkan limbah biomassa dan dirancang untuk kebutuhan energi portabel.
Inovasi yang dikembangkan melalui Program Kreativitas Mahasiswa bidang Kewirausahaan (PKM-K) 2026 itu dapat digunakan untuk memasak atau pemanasan sederhana saat camping, hiking, piknik, kegiatan kepramukaan, hingga kondisi darurat di ruang terbuka.
GENARI diluncurkan melalui siaran langsung Instagram dan TikTok pada Kamis, 23 Juli 2026. Produk tersebut dikembangkan di Laboratorium Kimia Fakultas Sains dan Matematika (FSM) Undip.
Bahan baku bioetanol GENARI berasal dari pemanfaatan limbah buah dan molase tebu. Sementara itu, limbah cangkang telur digunakan sebagai bagian dari komponen pemadat agar bioetanol dapat dibentuk menjadi tablet.
Dalam satu kemasan terdapat 12 tablet dengan bobot masing-masing 15 gram. Informasi pada kemasan mencantumkan durasi nyala hingga 15 menit untuk setiap tablet.
Bentuk padat dipilih agar produk lebih ringkas untuk dibawa dan mudah ditempatkan pada tungku atau burner tahan panas.
“GENARI kami kembangkan bukan hanya sebagai produk bahan bakar padat, tetapi juga sebagai cara untuk menunjukkan bahwa limbah organik masih dapat memiliki nilai guna. Setelah peluncuran, fokus kami adalah membantu masyarakat memahami fungsi, cara penggunaan, dan aspek keselamatannya.” kata Bayu Saputra, Ketua Tim GENARI, melalui keterangan resmi yang diterima PEWARTA.co.id.
Berangkat dari limbah dan kebutuhan energi portabel
Pengembangan GENARI berangkat dari pemanfaatan sisa biomassa yang belum banyak digunakan sekaligus kebutuhan bahan bakar praktis untuk aktivitas luar ruang. Limbah dalam konsep ini ditempatkan sebagai bahan awal untuk menghasilkan produk baru.
Tim juga melihat pengembangan bahan bakar portabel berbasis sumber daya lokal sebagai ruang yang masih dapat dikembangkan. Data World Integrated Trade Solution mencatat Indonesia mengimpor 8.468.390 kilogram parafin dengan kadar minyak di bawah 0,75 persen pada 2024.
GENARI menjadi salah satu dari 11 tim FSM Undip yang memperoleh pendanaan PKM tingkat nasional pada 2026. Pendanaan tersebut digunakan untuk mendukung produksi, pengujian, pengemasan, pengenalan pasar, dan dokumentasi perkembangan program.
Pengujian dan edukasi penggunaan
Sebelum diluncurkan, tim GENARI melakukan quality control internal terhadap bahan baku, proses fermentasi, produk akhir, dan kemasan. Materi monitoring dan evaluasi juga mendokumentasikan uji coba produk serta pengamatan selama proses pembakaran.
Tim menyatakan produk telah memenuhi parameter internal yang digunakan dalam tahap pengembangan. Dalam pengamatan pembakaran tersebut, tidak ditemukan jelaga hitam.
Namun, hasil tersebut tidak dimaksudkan sebagai pengganti sertifikasi eksternal. Pengurusan legalitas, merek, kekayaan intelektual, serta sertifikasi yang relevan menjadi agenda lanjutan dalam pengembangan GENARI.
Edukasi penggunaan juga menjadi perhatian karena bahan bakar berbentuk tablet belum seakrab bahan bakar cair atau tabung gas portabel. Tim membagikan informasi mengenai fungsi produk, cara penggunaan, serta panduan keselamatan melalui Instagram dan TikTok.
Tablet GENARI dinyalakan pada bagian atas dan digunakan di area dengan sirkulasi udara yang baik. Pengguna juga diimbau memastikan api telah benar-benar padam sebelum meninggalkan area penggunaan.
Diluncurkan secara digital
Tim GENARI mengadakan mini games bertajuk “TTS Anak Outdoor” dan berinteraksi dengan pengikut yang disebut Genarians. Pengenalan produk dilakukan secara bertahap melalui konten media sosial sebelum peluncuran resmi.
Peluncuran GENARI kemudian dilakukan melalui Instagram Live dan TikTok Live pada 23 Juli 2026. Salah satu kampanye konten produk tersebut, berdasarkan materi monitoring program, memperoleh lebih dari 18.000 tayangan.
Setelah peluncuran, tim secara bertahap menggunakan website resmi, Tokopedia, Shopee, Instagram, TikTok, dan Linktree sebagai sarana penyediaan informasi produk, kanal pemesanan, serta ruang tanya jawab bagi calon pengguna.
Dikembangkan tim lintas disiplin
Tim GENARI terdiri atas Bayu Saputra dari Kimia sebagai ketua, Muhammad Daffa Amru dari Teknik Industri, Cyrilla Nadya Azizah dari Kimia, Rafa Tamlikha Efendi dari Akuntansi, serta Nafisa Auliana Putri Andini dari Teknologi Pangan.
Pengembangan program tersebut didampingi Nor Basid Adiwibawa Prasetya, S.Si., M.Sc., Ph.D. dari Departemen Kimia FSM Undip.
“Nilai penting program ini terletak pada proses pengembangannya yang lintas disiplin dan terukur. Mahasiswa tidak berhenti pada formulasi, tetapi juga memperhatikan pengendalian mutu, komunikasi kepada pengguna, pasokan bahan baku, dan keberlanjutan usaha.” ujar Nor Basid Adiwibawa Prasetya, Dosen Pendamping.
Untuk memenuhi kebutuhan bahan baku, tim membangun jejaring dengan unit penyedia makanan, usaha jus, dan pelaku usaha roti di Semarang. Kerja sama tersebut membantu penyediaan limbah buah dan cangkang telur secara lebih teratur.
Ke depan, tim GENARI akan melanjutkan edukasi kepada pengguna, menjaga konsistensi produksi, menghimpun umpan balik, memperluas kerja sama, serta menyiapkan legalitas dan pengembangan usaha secara bertahap.


