Maia Estianty Dikecam Warganet Usai Tanya Kondisi Warga Kalimantan di Tengah Asap Karhutla
![]() |
| Maia Estianty menjadi sorotan setelah bertanya tentang kondisi warga Kalimantan yang terdampak asap karhutla. (Dok. Ist) |
PEWARTA.CO.ID — Maia Estianty menuai kritik dari sejumlah pengguna Threads setelah menanyakan kondisi warga Kalimantan yang terdampak asap tebal akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Pertanyaan yang disampaikan melalui akun Threads @maiaestiantyreal pada 21 Agustus 2026 itu memicu perdebatan antara warganet yang memberikan informasi kondisi lapangan dan mereka yang menilai Maia seharusnya mengambil tindakan lebih jauh.
“Bagaimana kondisi warga Kalimantan yang terdampak kebakaran hutan hari ini?” tulis Maia dalam unggahannya.
Utas tersebut telah ditonton lebih dari 400.580 kali dan mendapat ribuan komentar. Sebagian pengguna Threads menjawab dengan membagikan kondisi udara serta situasi yang mereka alami di sejumlah wilayah Kalimantan.
Warganet bagikan kondisi warga Kalimantan
Sejumlah respons menggambarkan buruknya kondisi udara yang dirasakan masyarakat di tengah kepungan asap. Salah satu pengguna dengan akun @irl***aya menulis, “Masih enggak bisa hirup udara segar Bun.”
Keluhan serupa disampaikan akun @aly***azx yang menyebut asap terasa sangat pekat hingga masuk ke dalam rumah. “Jujur, jadi rawan sakit banget. Asapnya parah banget. Bahkan di dalam rumah, asapnya terasa banget,” tulisnya.
Pengguna lain, @tar***zha, turut membagikan kondisi langit dari Pontianak, Kalimantan Barat. “Kondisi langit kami hari ini. Sebulan full langit kami kelabu. Oksigen kami asap. Salam dari Pontianak, Kalimantan Barat. Tolong, doakan kami segera turun hujan ya,” katanya.
Respons tersebut memperlihatkan bahwa pertanyaan Maia kemudian menjadi ruang bagi sejumlah pengguna untuk menyampaikan situasi yang mereka alami akibat asap karhutla.
Maia dinilai perlu berbuat lebih
Perdebatan tidak berhenti pada laporan kondisi warga. Sebagian pengguna Threads justru mengkritik Maia karena menilai pertanyaan tersebut belum cukup, mengingat posisi dan pengaruh yang dimilikinya.
Salah satu pengguna, @its***ani, meminta Maia menggunakan pengaruhnya untuk mendorong perhatian pejabat terhadap kondisi warga Kalimantan.
“Bun, ayo gunakan kekuatanmu agar bisa menginfluence pejabat agar tidak tone deaf. Atau, minta daddy Irwan kasih tahu presiden. Kalau enggak nurut, ancam saja bakal dipersulit kalau mau pesan jam tangan,” kata akun tersebut.
Komentar lain mempertanyakan alasan Maia hanya menanyakan kondisi warga melalui media sosial. “Kenapa enggak turun langsung ke Kalimantan? Kenapa harus tanya kepada netizen? Bukankah Anda banyak uang dan punya jet pribadi?? Kalau masih punya hati ya turun langsung dong bukan hanya bertanya doang,” tulis @adi***ila.
Sebagian warganet bahkan menilai pertanyaan tersebut menunjukkan sikap yang dianggap kurang berempati terhadap masyarakat yang sedang menghadapi dampak karhutla.
“Yo menurut antum gimana? Setiap hari menghirup asap sama takut api membesar? Pertanyaanmu lho,” kata @umi***ins.
Karhutla Kalimantan jadi perhatian
Sorotan terhadap unggahan Maia muncul ketika kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan masih menjadi perhatian. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat terdapat 1.487 titik panas atau hotspot di Kalimantan.
Dari jumlah tersebut, Kalimantan Tengah mencatat 767 titik panas, sedangkan Kalimantan Barat memiliki 560 titik panas. Kedua provinsi tersebut menjadi wilayah dengan jumlah hotspot terbanyak berdasarkan data yang disebutkan dalam sumber.
Situasi karhutla juga mendapat perhatian pemerintah pusat. Presiden Prabowo Subianto tiba di Kalimantan Barat pada 22 Agustus 2026 dan langsung menggelar rapat terbatas bersama sejumlah menteri serta pemerintah daerah.
Di tengah kondisi tersebut, pertanyaan Maia Estianty akhirnya berkembang menjadi perdebatan di media sosial. Sebagian pengguna memilih memberikan informasi mengenai kondisi warga, sementara lainnya mempertanyakan bentuk respons yang dinilai lebih konkret terhadap persoalan karhutla dan dampaknya bagi masyarakat.


