Merdeka Run 2026 Digelar Sabtu, Erick Thohir Ungkap Alasan Kenapa Tak Pilih Hari Minggu
![]() |
| Menpora Erick Thohir menjelaskan alasan Merdeka Run 2026 digelar pada Sabtu agar tidak berbenturan dengan Car Free Day serta diikuti hingga 8.000 peserta. (Dok. Ist) |
PEWARTA.CO.ID — Merdeka Run 2026 dipastikan berlangsung pada Sabtu, 29 Agustus 2026 di Jakarta. Penentuan jadwal tersebut sengaja dipilih pemerintah agar pelaksanaan ajang lari dalam rangka peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia tidak mengganggu aktivitas masyarakat pada hari Minggu.
Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi antara Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) RI, Sekretariat Negara (Setneg), serta Sekretariat Kabinet (Setkab). Merdeka Run 2026 menjadi salah satu rangkaian acara untuk menyemarakkan perayaan kemerdekaan Indonesia.
BACA JUGA!
Alasan Merdeka Run 2026 digelar pada Sabtu
Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) RI Erick Thohir menjelaskan bahwa pemilihan hari Sabtu dilakukan agar tidak berbenturan dengan pelaksanaan Car Free Day (CFD) yang rutin digelar setiap Minggu.
Menurut Erick, hari Minggu merupakan waktu yang sudah dimanfaatkan masyarakat untuk berolahraga sehingga pemerintah tidak ingin mengambil ruang tersebut.
“Kenapa kami pilih Sabtu? Kami ingin menghindari Car Free Day. Itu kan harinya masyarakat berolahraga, jadi jangan kami ambil hari itu,” kata Erick di Kantor Kemenpora, dikutip Minggu (2/8/2026).
Ia menambahkan, penyelenggaraan pada Sabtu justru diharapkan menjadi kesempatan tambahan bagi masyarakat untuk ikut berolahraga sekaligus memeriahkan suasana peringatan Hari Kemerdekaan.
“Hari Sabtu ini justru kami berikan insentif tambahan untuk berkolaborasi, memeriahkan Hari Kemerdekaan, sekaligus tentu hidup sehat," tegas Erick.
BACA JUGA!
Terbuka untuk 8.000 peserta
Erick menyampaikan bahwa Merdeka Run 2026 dapat diikuti berbagai kalangan. Pesertanya mencakup warga negara Indonesia (WNI), warga negara asing (WNA), perwakilan kedutaan besar, hingga penyandang disabilitas.
Meski terbuka untuk umum, jumlah peserta akan dibatasi sebanyak 8.000 orang.
Seluruh peserta nantinya akan menempuh lintasan sepanjang 8 kilometer dengan titik keberangkatan dari Istana Merdeka. Sementara lokasi finis masih menunggu keputusan, yakni antara Monumen Nasional (Monas) atau kembali ke Istana Merdeka.
"Istana Merdeka (start), nanti titik akhirnya kalau tidak di Monas, ya di Istana Merdeka," tegas Erick.


