Pendanaan Startup Indonesia Anjlok 49 Persen, Kemenperin Ungkap Penyebab dan Peluang di Baliknya
![]() |
| Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita memaparkan penurunan pendanaan startup Indonesia sepanjang 2025 serta peluang perbaikannya. (Dok. Ist) |
PEWARTA.CO.ID — Pendanaan bagi startup di Indonesia mengalami penurunan tajam sepanjang 2025. Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mencatat nilai investasi yang masuk hanya mencapai USD 355 juta atau merosot 49 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Data tersebut menunjukkan perusahaan rintisan nasional masih menghadapi tantangan besar dalam menarik investasi, meski aliran modal untuk startup secara global justru terus meningkat.
Pendanaan startup nasional turun drastis
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menyampaikan penurunan tersebut mengacu pada Indonesia Startup Report 2026. Laporan itu memperlihatkan bahwa nilai pendanaan startup Indonesia sepanjang 2025 hanya mencapai USD 355 juta.
"Indonesia Startup Report 2026 mencatat pendanaan startup nasional sepanjang 2025 hanya USD 355 juta. Angka tersebut turun dibandingkan tahun sebelumnya 2024, turun 49 persen yang pada tahun 2024 tercatat USD 695 juta," kata Agus saat Peluncuran Resmi Indo Startup Expo and Forum 2026 di Jakarta, Kamis, 6 Agustus 2026.
Menurut Agus, capaian tersebut juga masih sangat jauh dibandingkan masa puncak pendanaan startup Indonesia pada 2021. Saat itu, nilai investasi yang berhasil dihimpun mencapai sekitar USD 7 miliar.
Indonesia masih tertinggal di Asia Tenggara
Berdasarkan data DealStreetAsia, Indonesia hanya berkontribusi sebesar 6,3 persen terhadap total pendanaan startup di Asia Tenggara. Nilainya mencapai USD 340 juta yang berasal dari 66 transaksi investasi.
Di sisi lain, Singapura tetap menjadi pusat utama investasi startup di kawasan. Negara tersebut berhasil membukukan pendanaan sebesar USD 4,20 miliar melalui 283 transaksi.
Investasi global meningkat, porsi Indonesia masih kecil
Agus juga mengungkapkan bahwa data Crunchbase menunjukkan pendanaan startup dunia terus bertumbuh sepanjang 2026. Pada semester pertama saja, total investasi global telah mencapai USD 510 miliar.
Namun, startup Indonesia hanya memperoleh bagian yang sangat kecil dari total pendanaan tersebut. Nilainya bahkan belum mencapai 0,1 persen dari keseluruhan investasi startup dunia.
"Ini berarti dalam satu tahun penuh, startup Indonesia hanya memperoleh kurang dari 0,1 persen. Berasal dari apa yang mengilir kepada stratrup-startup di dunia pada satu semester," kata Agus.
Kemenperin dorong lebih banyak startup siap didanai
Meski angka pendanaan mengalami penurunan, Kementerian Perindustrian menilai kondisi tersebut dapat menjadi bahan evaluasi untuk memperkuat ekosistem startup nasional.
Pemerintah mendorong lahirnya lebih banyak perusahaan rintisan yang memiliki model bisnis layak sehingga mampu menarik minat investor dari dalam maupun luar negeri.
"Kita harus melihat ini sebagai kompas, kata harus melihat ini sebagai penunjuk arah, pedoman. Kalau kita lihat, modal atau finance yang ada di dunia tidak boleh dan tidak bisa kita lihat sedang langka," katanya.
Agus menilai ketersediaan modal global sebenarnya masih terbuka. Karena itu, seluruh pemangku kepentingan diharapkan dapat bersama-sama menciptakan lebih banyak startup yang siap memperoleh pendanaan dari investor.


