Polri Gelar Trauma Healing untuk Anak Pengungsi Gempa NTT di Manggarai
![]() |
| Personel Satgas SAR Korps Brimob Polri BKO Polda NTT menggelar trauma healing bagi anak-anak terdampak gempa di Manggarai. (Dok. Ist) |
PEWARTA.CO.ID — Pemulihan korban gempa di Nusa Tenggara Timur (NTT) tidak berhenti pada evakuasi dan pemenuhan kebutuhan dasar. Anak-anak yang tinggal di pengungsian juga mendapat pendampingan psikologis melalui kegiatan trauma healing yang digelar personel Polri.
Kegiatan tersebut berlangsung di Posko Pengungsian Barangkolong, Desa Mata Air, Kecamatan Reok, Kabupaten Manggarai, Minggu (23/8/2026).
Personel Satgas SAR Korps Brimob Polri BKO Polda NTT menggelar rangkaian kegiatan untuk membantu anak-anak terdampak gempa mendapatkan suasana yang lebih menyenangkan sekaligus pendampingan setelah bencana.
Trauma healing untuk anak pengungsi
Dansatgas SAR Korps Brimob Polri BKO Polda NTT Kombes Hasripuddin mengatakan, anak-anak membutuhkan perhatian khusus setelah mengalami situasi bencana.
“Pascabencana, anak-anak membutuhkan perhatian dan pendampingan agar tetap memiliki semangat serta dapat kembali merasa aman. Melalui kegiatan trauma healing ini, kami berupaya menghadirkan suasana yang menyenangkan sekaligus memberikan edukasi dan motivasi kepada mereka,” ujar Hasripuddin.
Menurut dia, kondisi psikologis korban menjadi salah satu bagian yang perlu diperhatikan dalam proses penanganan pascabencana.
Hal tersebut terutama berlaku bagi anak-anak yang masih berada di lingkungan pengungsian dan membutuhkan dukungan agar dapat kembali merasa aman serta bersemangat.
Anak-anak antusias mengikuti kegiatan
Kegiatan trauma healing mendapat respons positif dari masyarakat, terutama para orang tua yang berada di lokasi pengungsian.
Anak-anak terdampak gempa juga terlihat antusias mengikuti rangkaian kegiatan yang disiapkan oleh personel Satgas SAR Korps Brimob Polri BKO Polda NTT.
Hasripuddin menilai kembalinya keceriaan anak-anak menjadi bagian penting dari proses pemulihan setelah bencana.
“Melihat anak-anak kembali tersenyum dan bersemangat menjadi bagian penting dari proses pemulihan pascabencana. Kami akan terus bersinergi dan memberikan pelayanan serta pendampingan kepada masyarakat terdampak,” tutupnya.
Pendampingan tersebut menunjukkan bahwa penanganan bencana di lokasi pengungsian mencakup aspek yang lebih luas, mulai dari evakuasi dan kebutuhan dasar hingga upaya membantu pemulihan kondisi psikologis anak-anak terdampak.


