Prabowo Perintahkan Pertamina dan PLN Pangkas Anak-Cucu Perusahaan, Ini Alasannya
![]() |
| Presiden Prabowo Subianto memberikan arahan terkait pemangkasan anak-cucu perusahaan Pertamina, PLN, dan BUMN lainnya. (Dok. Ist) |
PEWARTA.CO.ID — Presiden Prabowo Subianto meminta Pertamina, PLN, dan sejumlah BUMN lainnya segera merampingkan struktur perusahaan dengan mengurangi anak hingga cucu perusahaan yang berada di bawahnya.
Arahan tersebut diberikan sebagai bagian dari upaya pemerintah meningkatkan efisiensi dan produktivitas BUMN sekaligus membuat proses pengambilan keputusan berjalan lebih cepat.
Instruksi itu disampaikan Prabowo dalam rapat terbatas yang berlangsung di kediaman pribadinya di Hambalang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Minggu (9/8) malam.
Pertemuan tersebut dihadiri sejumlah pejabat pemerintah dan Direktur Utama PT Pertamina Simon Aloysius Mantiri.
Prabowo ingin struktur BUMN lebih ramping
Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya mengatakan, pengurangan anak dan cucu perusahaan atau yang disebut sebagai layer menjadi salah satu perhatian Presiden dalam rapat tersebut.
Perampingan struktur itu diharapkan dapat memangkas rantai pengambilan keputusan, terutama ketika perusahaan menghadapi situasi yang membutuhkan respons cepat.
"Dalam pertemuan tersebut, Presiden Prabowo juga memerintahkan pengurangan layer-layer dan anak cucu perusahaan di Pertamina, PLN, dan BUMN lainnya. Pemangkasan ditujukan agar pengambilan keputusan menjadi lebih cepat, produktivitas lebih meningkat, dan efisiensi seluruh BUMN lebih terjaga," kata Seskab Teddy sebagaimana dikutip dari siaran resmi Sekretariat Kabinet yang dikonfirmasi di Jakarta, Senin.
Dengan struktur yang lebih sederhana, pemerintah berharap keputusan strategis di lingkungan BUMN tidak membutuhkan proses yang terlalu panjang.
Pertamina laporkan perkembangan program B50
Selain membahas efisiensi perusahaan, rapat di Hambalang juga menjadi kesempatan bagi Simon Aloysius Mantiri untuk menyampaikan perkembangan program mandatory Biodiesel 50 persen atau B50 kepada Presiden.
Menurut Teddy, Simon melaporkan perkembangan pelaksanaan program tersebut, khususnya setelah B50 mulai diluncurkan pada Juli 2026.
Simon juga menyampaikan kesiapan infrastruktur yang dimiliki Pertamina untuk mendukung pelaksanaan program mandatory bio-ethanol yang menjadi bagian dari kebijakan pemerintah.
Sejumlah pejabat hadir dalam rapat
Rapat terbatas tersebut turut dihadiri sejumlah pejabat negara.
Berdasarkan foto yang dibagikan Sekretariat Kabinet, peserta rapat antara lain Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, Seskab Teddy Indra Wijaya, Kepala Badan Intelijen Negara M. Herindra, serta Kepala Sekretaris Pribadi Presiden Rizky Irmansyah.
Pembahasan mengenai perampingan struktur BUMN ini sebelumnya juga telah disampaikan CEO Danantara Rosan Perkasa Roeslani kepada publik.
Perampingan sudah dilakukan pada 274 perusahaan
Rosan pada pekan sebelumnya melaporkan tindak lanjut arahan Presiden mengenai pengurangan layer di lingkungan BUMN, termasuk anak dan cucu perusahaan.
"Arahan-arahan Beliau (Presiden, Red.) juga untuk pengurangan layer-layer, terutama di perusahaan-perusahaan BUMN yang besar (seperti) Pertamina, PLN, dan yang lain-lainnya agar pengambilan keputusan juga menjadi lebih cepat, produktivitas juga lebih meningkat, efisiensi juga lebih terjaga, dan juga tentu saja (diikuti, Red.) di BUMN-BUMN lainnya," kata Rosan menjawab pertanyaan wartawan saat ditemui di Istana Kepresidenan RI, Jakarta, Kamis pekan lalu.
Rosan menyebut proses perampingan atau streamlining tersebut telah mencakup 274 perusahaan hingga akhir Juli 2026.
Langkah itu menjadi bagian dari upaya pemerintah menyederhanakan struktur BUMN agar operasional perusahaan dapat berjalan lebih efisien dan keputusan bisnis dapat diambil dengan lebih cepat.


