Prabowo Sebut Indonesia Sudah Swasembada Pangan, Siap Hadapi Gejolak Global
![]() |
| Presiden Prabowo Subianto menegaskan Indonesia telah mencapai swasembada pangan sebagai bekal menghadapi gejolak global dan menjaga ketahanan nasional. (Dok. Ist) |
PEWARTA.CO.ID — Presiden Prabowo Subianto menyatakan Indonesia telah mencapai swasembada pangan sebagai pijakan penting dalam memperkuat ketahanan pangan nasional. Menurutnya, capaian tersebut menjadi bekal strategis bagi Indonesia untuk menghadapi berbagai tantangan yang muncul akibat situasi global.
Pernyataan itu disampaikan Prabowo saat memberikan arahan dalam pertemuan bersama pengusaha Kamar Dagang dan Industri (Kadin) pusat serta daerah di Istana Negara, Jakarta, yang dikutip pada Sabtu (1/8/2026).
Swasembada pangan menjadi prioritas
Prabowo menegaskan bahwa persoalan pangan selalu menjadi fokus utamanya selama bertahun-tahun. Baginya, ketersediaan pangan merupakan faktor mendasar yang menentukan keberlangsungan sebuah bangsa.
Ia juga mengaku bersyukur karena Indonesia mampu mewujudkan ketahanan pangan sekaligus mencapai swasembada dalam waktu yang relatif singkat.
"Paling dasar, Anda sudah tahu kalau saya bicara udah berapa puluh tahun pasti saya bicara masalah pangan, masalah perut. Karena ini pelajaran ribuan tahun sejarah. Alhamdulillah kita sudah capai dalam waktu yang singkat ketahanan pangan, swasembada pangan," ujar Prabowo saat memberikan taklimat dalam pertemuan dengan pengusaha Kamar Dagang dan Industri (Kadin) pusat dan daerah di Istana Negara, Jakarta, dikutip Sabtu (1/8/2026).
Menurut Prabowo, keberhasilan tersebut merupakan hasil dari perjalanan panjang bangsa Indonesia dalam membangun sektor pangan. Ia meyakini pencapaian itu akan memperkuat posisi Indonesia menghadapi berbagai ketidakpastian di tingkat internasional.
"Ini yang membuat kita percaya diri, confident. Apa pun terjadi, kita yakin, kita bisa jamin makan untuk bangsa Indonesia," tuturnya.
Soroti dampak konflik dunia
Dalam kesempatan yang sama, Prabowo turut menyinggung sejumlah konflik yang masih berlangsung di berbagai belahan dunia, termasuk perang di Ukraina dan meningkatnya ketegangan di kawasan ASEAN.
Menurutnya, berbagai konflik tersebut membuktikan bahwa gejolak yang terjadi di satu wilayah dapat memberikan dampak luas terhadap negara lain, termasuk Indonesia.
"Mungkin perang Ukraina lebih lama dari Perang Dunia Kedua juga. Jutaan sudah korban dan kita baru mengerti bahwa perang di satu bagian dari bumi kita punya pengaruh ke mana-mana, kepada harga pangan, harga BBM, dan sebagainya," pungkasnya.
Prabowo menilai keberhasilan Indonesia mencapai swasembada pangan menjadi modal penting agar negara lebih siap menghadapi berbagai tekanan global, terutama yang berpotensi memengaruhi stabilitas harga pangan dan energi.


