Rusun MBR Segera Dibangun di Tapos Depok, Pemerintah Siapkan Lahan Lebih dari 1 Hektare
![]() |
| Pemerintah menyiapkan pembangunan rusun MBR di kawasan Tapos, Depok, dengan memanfaatkan lahan milik Pemkot seluas lebih dari 1 hektare. (Dok. Ist) |
PEWARTA.CO.ID — Pemerintah mulai mempersiapkan pembangunan rumah susun (rusun) bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) di kawasan Tapos, Kota Depok. Proyek tersebut akan memanfaatkan lahan milik Pemerintah Kota (Pemkot) Depok dengan luas lebih dari 1 hektare.
Pembangunan rusun itu akan dilaksanakan melalui Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) menggunakan pendanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
Memanfaatkan aset milik Pemkot Depok
Direktur Jenderal Perumahan Perkotaan Kementerian PKP, Sri Haryati, mengatakan lahan yang dipilih untuk proyek tersebut merupakan aset Pemerintah Kota Depok.
"Untuk yang Rusun MBR yang akan dibangun melalui APBN itu akan, insyaallah akan menggunakan tanah yang dipunyai Pemerintah Kota Depok," ungkap Sri dalam konferensi pers yang digelar di Kantor Kementerian PKP, Sabtu (1/8/2026).
Menurut Sri, lokasi pembangunan berada di wilayah Tapos yang dikenal sebagai salah satu kawasan dengan tingkat kepadatan penduduk cukup tinggi di Kota Depok. Status lahan yang telah menjadi aset pemerintah daerah dinilai mendukung rencana pembangunan rusun tersebut.
"Itu di daerah Tapos jadi yang pasti di daerah situ termasuk daerah padat penduduk di Depok gitu. Dan itu memang sudah apa, menjadi lahan milik Pemerintah Kota Depok," jelasnya.
Tahap awal hanya membangun satu tower
Selain lahan milik Pemkot Depok, pemerintah juga masih membahas kemungkinan pemanfaatan lahan milik Komdigi. Namun, hingga kini pembahasannya masih berlangsung dan mencakup berbagai aspek, mulai dari proses, mekanisme, hingga skema pelaksanaannya.
Sri menjelaskan kawasan yang disiapkan berada di wilayah Cilangkap dengan luas mencapai sekitar 1 hektare lebih. Meski demikian, tidak seluruh area tersebut akan digunakan pada tahap awal pembangunan.
Pemerintah baru merencanakan pembangunan satu menara atau tower rusun sehingga kebutuhan lahannya belum memanfaatkan keseluruhan kawasan yang tersedia.
"Sebetulnya di situ ada 1 koma sekian hektare ya, tapi yang digunakan itu kan tidak banyak ya karena kita rencana di situ akan membikin 1 tower saja gitu," pungkasnya.


