12 Ranpur AAV Tiba di Indonesia, Kemampuan Operasi Amfibi Korps Marinir Diperkuat
![]() |
| Sebanyak 12 unit Ranpur AAV tiba di Terminal Tanjung Priok untuk memperkuat kemampuan operasi amfibi Korps Marinir TNI AL. (Dok. Ist) |
PEWARTA.CO.ID — Sebanyak 12 unit kendaraan tempur (Ranpur) amfibi Assault Amphibious Vehicle (AAV) tiba di Indonesia sebagai bagian dari pemenuhan 35 unit AAV untuk memperkuat kemampuan operasi amfibi Korps Marinir TNI Angkatan Laut.
Belasan kendaraan tempur tersebut tiba di Terminal Tanjung Priok, Jakarta Utara, pada Selasa, 22 September 2026. Proses kedatangan dan pembongkaran kendaraan tersebut dikutip dari akun resmi Korps Marinir TNI AL pada Kamis, 24 September 2026.
Kedatangan Ranpur AAV disambut Asisten Logistik (Aslog) Pangkormar Brigadir Jenderal TNI (Mar) Efhardian bersama sejumlah pejabat Korps Marinir.
Mereka antara lain Sahli A Bid Ops Pangkormar Kolonel Marinir Didiet Hendra Wijaya, Danmenkav 1 Marinir Kolonel Marinir Agus Setiyo Budi, serta Danyon Ranratfib 1 Marinir Letkol Marinir Muhan Solihan.
Ranpur AAV dibawa menuju Cilandak
Setelah tiba di terminal, rombongan meninjau kondisi kendaraan sekaligus proses penerimaan Ranpur AAV.
Kendaraan kemudian diturunkan ke truk oplegger untuk dibawa menuju Kesatrian Marinir Hartono, Cilandak, Jakarta Selatan.
Pengangkutan dilakukan menggunakan sistem pengikatan untuk memastikan keamanan kendaraan selama perjalanan menuju satuan pengguna.
Kedatangan 12 unit tersebut menjadi bagian dari penguatan kemampuan kendaraan tempur amfibi Korps Marinir. Sebelumnya, Korps Marinir telah menerima 15 unit LVT-7A1 dari Korea Selatan pada 7 Desember 2009.
AAV mampu bergerak dari laut ke darat
AAV merupakan kendaraan pendarat amfibi yang dirancang untuk mendukung pergerakan pasukan dari laut menuju pantai hingga mencapai sasaran di darat.
Kendaraan tersebut dapat membawa pasukan melewati zona tempur perairan dan dirancang menghadapi gelombang serta arus hingga Sea State 5.
AAV menggunakan mesin Cummins V903 dengan tenaga 525 horsepower. Kendaraan ini memiliki panjang 7,94 meter, lebar 3,27 meter, tinggi 3,26 meter, dan bobot sekitar 23 ton.
Dari sisi mobilitas, AAV mampu mencapai kecepatan hingga 15 kilometer per jam saat bergerak di laut. Ketika digunakan di darat, kendaraan tersebut dapat melaju hingga 75 kilometer per jam.
Mampu membawa 21 prajurit
Ranpur AAV diawaki tiga personel dan memiliki kapasitas angkut hingga 21 prajurit infanteri Marinir beserta perlengkapan yang dibutuhkan.
Kehadiran kendaraan tersebut menambah kemampuan Korps Marinir dalam aspek mobilitas dari laut menuju darat, perlindungan lapis baja, kapasitas angkut pasukan, serta kecepatan manuver.
Kemampuan tersebut mendukung tugas dan kapasitas amfibi Resimen Kavaleri Korps Marinir, khususnya dalam menjalankan operasi di wilayah Indonesia yang memiliki karakter sebagai negara kepulauan.
