Scroll ke bawah untuk melanjutkan

20 Jajanan Tradisional Indonesia yang Kembali Viral di Media Sosial Usai Diulas Media Nasional

20 jajanan tradisional Indonesia yang kembali viral di media sosial, dari klepon, lupis, putu, gemblong hingga gabin dan kue talam.

20 jajanan tradisional indonesia viral di media sosial
Beraneka jajanan tradisional Indonesia yang belakangan viral lagi di media sosial dengan alasannya masing-masing. (Ilustrasi: PEWARTA)

PEWARTA.CO.ID — Jajanan tradisional Indonesia kembali mendapat panggung di media sosial. Kue yang dahulu identik dengan pasar, kantin sekolah, pedagang keliling, atau sajian keluarga kini muncul lagi dalam video pendek, ulasan kuliner, resep rumahan, hingga konten nostalgia.

Fenomena tersebut tidak selalu berarti sebuah jajanan sedang viral secara nasional dalam waktu yang sama. Sebagian memang diberitakan tengah diburu setelah muncul di TikTok atau Instagram, sedangkan sebagian lainnya kembali populer karena inovasi tampilan, konten nostalgia, atau kemudahan menemukan resepnya secara digital.

Misalnya pada media RRI, pada akhir 2025 mencatat kuliner viral semakin memberi peluang bagi UMKM karena media sosial menjadi ruang bagi makanan lama maupun kreasi baru untuk menjangkau konsumen yang lebih luas. Pada 2026, tren tersebut masih terlihat dari sejumlah jajanan pasar yang kembali ramai diperbincangkan, termasuk gemblong, klepon, lupis, serabi, kue putu, dan berbagai kudapan tradisional lainnya.

Ada faktor lain yang membuat jajanan lama mudah mendapatkan perhatian baru, yakni tampilannya sederhana tetapi fotogenik, proses pembuatannya menarik untuk direkam, rasanya membawa nostalgia, dan banyak penjual mulai memberi sentuhan baru tanpa menghilangkan karakter asli.

Daftar jajanan tradisional Indonesia yang viral lagi

Berikut 20 jajanan tradisional Indonesia yang kembali muncul dalam percakapan kuliner dan layak dicari ketika ingin mengenal kembali rasa jajanan Nusantara, sebagaimana dirangkum PEWARTA.co.id dari berbagai media nasional tepercaya.

1. Klepon

Klepon

Klepon mungkin menjadi salah satu contoh paling mudah ketika membicarakan jajanan tradisional yang cocok dengan karakter media sosial. Bola-bola ketan berwarna hijau berisi gula merah itu mempunyai momen khas ketika digigit: bagian dalamnya dapat pecah dan mengeluarkan cairan gula yang kemudian berpadu dengan kelapa parut.

Indonesia Travel mencatat klepon sebagai kudapan khas Jawa yang dibuat dari tepung beras dan ketan, dengan isian gula merah serta warna alami dari pandan. Pada 2026, klepon kembali dibicarakan sebagai jajanan yang menarik bagi generasi muda, sementara inovasi seperti isian dan topping baru ikut memperluas bentuk penyajiannya.

Daya tariknya sederhana: mudah dikenali, mudah difoto, dan memiliki “kejutan” ketika dimakan. Karakter itu membuat klepon relatif mudah diterjemahkan menjadi konten video pendek.

2. Lupis

Lupis

Lupis menjadi contoh lain bagaimana jajanan sederhana kembali dicari. Beras ketan yang dibungkus daun pisang kemudian disajikan bersama kelapa parut dan siraman gula merah menghasilkan kombinasi rasa gurih dan manis yang sangat familiar dalam jajanan pasar.

Pada Mei 2026, RRI Pontianak memberitakan lupis khas Pontianak kembali viral dan menarik perhatian pencinta kuliner tradisional. Pada waktu yang sama, lupis juga termasuk daftar jajanan pasar yang banyak dicari wisatawan di Pasar Ngasem, Yogyakarta.

Lupis menarik untuk konten karena bentuknya sederhana tetapi proses pembuatannya cukup khas. Pembungkus daun pisang dan siraman gula merah juga memberikan tampilan tradisional yang kuat.

3. Kue putu

Kue putu

Suara uap dari cetakan bambu merupakan bagian dari identitas kue putu. Tepung beras, gula merah, pandan, dan kelapa parut kemudian menghasilkan kudapan hangat yang biasanya dinikmati pada sore atau malam hari.

Pada 2026, kue putu masih menjadi perhatian karena beberapa penjual mempertahankan cara pembuatan tradisional, sementara konten digital turut memperkenalkan kembali jajanan tersebut kepada generasi muda. Bahkan istilah jenaka “Pencari Uang Tenaga Uap” sempat ramai diperbincangkan di media sosial meski sebenarnya merupakan plesetan, bukan kepanjangan resmi kata putu.

Kisah pedagang yang tetap bertahan dengan kukusan bambu juga memberi nilai human interest. Di Malang, misalnya, seorang penjual kue putu tercatat telah berjualan selama 28 tahun dan tetap melayani pembeli di pasar takjil.

4. Cenil

Cenil

Cenil memiliki keunggulan visual yang sulit diabaikan. Bentuknya kecil, kenyal, berwarna-warni, lalu diberi kelapa parut dan gula merah sehingga tampak sederhana tetapi cukup menarik ketika disajikan dalam foto atau video.

Pada September 2026, cenil kembali dibahas sebagai jajanan jadul yang mendapat perhatian anak muda melalui konten media sosial. Unsur nostalgia bertemu tampilan warna-warni yang membuatnya mudah masuk ke dalam konten kuliner.

Kenaikan perhatian terhadap cenil memperlihatkan bahwa sesuatu yang dahulu dianggap makanan pasar biasa dapat berubah menjadi objek eksplorasi kuliner ketika generasi baru menemukannya lewat media digital.

5. Serabi

Serabi

Serabi mempunyai banyak variasi regional dan salah satunya menunjukkan hubungan yang cukup jelas antara media sosial dan peningkatan kunjungan. Serabi Jagasatru di Cirebon, misalnya, diberitakan RRI semakin dikenal pembeli dari luar daerah setelah penjualnya diketahui lewat TikTok.

Pembelinya datang dari Bandung, Jakarta, hingga Majalengka karena penasaran setelah melihat konten media sosial. Penjual bahkan mengaku jumlah produksi menyesuaikan meningkatnya kedatangan pelanggan pada akhir pekan dan musim liburan.

Fenomena tersebut menunjukkan bahwa kata “viral” kadang bukan sekadar jumlah tayangan. Dampaknya dapat terlihat dalam bentuk pelanggan baru yang benar-benar datang mencari makanan tertentu.

6. Apem beras

Apem beras

Apem merupakan jajanan tradisional yang sering dikaitkan dengan berbagai tradisi masyarakat Jawa. Namun, bentuknya yang sederhana tidak menghalangi makanan ini mendapatkan pembaca baru dari kalangan anak muda.

RRI pada September 2026 menyoroti apem beras Klebakan di Kulon Progo yang kembali bersinar setelah dibuat dan dipasarkan dengan pendekatan yang lebih dekat dengan selera generasi muda. Pemiliknya melihat perubahan kebiasaan konsumen sebagai peluang untuk membuat jajanan lama kembali dikenal.

Sementara itu, apem beras juga masuk daftar jajanan yang direkomendasikan untuk diburu di Pasar Ngasem, Yogyakarta.

7. Gemblong

Gemblong

Pada 2026, gemblong menjadi salah satu contoh viralitas yang paling mudah diverifikasi. DetikFood secara khusus menyoroti beberapa gemblong yang menjadi pusat perhatian foodies, termasuk gemblong yang muncul dalam vlog kuliner serta gemblong Persahabatan di Jagakarsa.

Gemblong dibuat dari tepung ketan, digoreng, kemudian dilapisi gula merah atau gula aren. Perpaduan bagian luar yang legit dengan bagian dalam yang kenyal membuatnya sangat mudah menjadi bahan ulasan kuliner.

Fenomena Gemblong Persahabatan bahkan dilaporkan mampu mencapai sekitar 3.000–4.000 buah per hari ketika sedang ramai. Video 20Detik juga mencatat penjual tersebut menjadi salah satu contoh bagaimana media sosial dapat mengubah jajanan tradisional menjadi objek perburuan kuliner.

8. Kue gabin

Kue gabin

Kue gabin memperlihatkan bahwa inovasi dapat membuat jajanan lama mendapatkan bentuk baru. Versi tradisionalnya menggunakan biskuit malkist dengan isian pasta tape, tetapi sekarang muncul kreasi dengan cokelat, keju, ubi ungu, hingga es krim.

Pada September 2026, DetikFood memberitakan gabin es krim viral di TikTok. Banyak pengguna membuat variasi sendiri sehingga kue yang dahulu biasa ditemukan sebagai jajanan pasar kembali mendapat perhatian.

Gabin menarik karena bahan dasarnya relatif familiar. Justru perubahan isian dan cara penyajian yang membuat penonton penasaran dan terdorong mencoba.

9. Kue talam

Kue talam

Kue talam memiliki karakter visual yang kuat, terutama pada versi berlapis dengan warna hijau, putih, cokelat, atau tambahan sagu mutiara. Teksturnya lembut dengan perpaduan tepung, santan, gula, dan bahan pelengkap yang berbeda menurut varian.

Pada 2025, kue talam sagu mutiara dilaporkan kembali naik daun setelah video pembuatannya ramai beredar di TikTok, Instagram, dan YouTube. Memasuki 2026, variasi kue talam juga tetap muncul dalam pemberitaan kuliner daerah.

Festival Kue Talam Ketan Durian di Pekanbaru pada Juni 2026 bahkan menarik perhatian besar di media sosial, meski sebagian pemberitaan justru menyoroti kerumunan dan kontroversi penyelenggaraannya.

10. Bugis mandi

Bugis mandi

Bugis mandi memiliki tampilan yang langsung menarik perhatian. Adonan kue yang lembut dan kenyal berisi kelapa serta gula merah disajikan dengan kuah santan sehingga bagian kue seolah “dimandikan” oleh kuah tersebut.

Pada 2025, makanan ini sempat diberitakan viral di media sosial karena kombinasi warna, kuah santan, dan bentuk penyajiannya dianggap menarik secara visual.

Bugis mandi juga menunjukkan bahwa istilah makanan dapat menjadi bagian dari daya tarik konten. Nama yang unik membuat orang penasaran sebelum mengetahui bahwa yang dimaksud adalah jajanan tradisional Sulawesi dengan rasa manis dan gurih.

11. Ubi ungu kelapa ketan kukus

Ubi ungu kelapa ketan kukus

Jajanan ini memperlihatkan bahwa bahan sederhana pun dapat memperoleh perhatian baru ketika tampilannya cocok untuk kamera. Perpaduan ubi ungu, kelapa parut, dan ketan kukus menghasilkan warna serta tekstur yang kontras.

RRI Sumenep pada Juli 2026 melaporkan ubi ungu kelapa ketan kukus sempat FYP di media sosial setelah banyak dibagikan. Kreator kuliner mengangkat warna ungu yang kuat dan tampilannya yang sederhana tetapi menggugah selera.

Ada pula alasan lain mengapa jenis jajanan seperti ini mudah kembali populer: bahannya familiar, prosesnya dapat direplikasi di rumah, dan warna alami membuat hasil akhirnya mudah menarik perhatian dalam video pendek.

12. Kue cucur

Kue cucur

Kue cucur mempunyai bentuk yang sangat khas: bagian tengah lebih tebal dan lembut, sedangkan bagian tepinya melebar serta cenderung renyah. Gula merah memberikan warna cokelat sekaligus aroma yang menjadi cirinya.

Pada 2026, RRI beberapa kali menyoroti keberlangsungan usaha kue cucur di daerah, termasuk pelaku usaha yang memanfaatkan media sosial untuk pemasaran. Kue ini juga tetap dijual dalam kegiatan budaya dan pasar tradisional.

Kue cucur mungkin tidak selalu menjadi “viral besar” seperti gemblong atau gabin. Namun, keberadaannya dalam konten kuliner dan kemudahan menemukan resep membuatnya tetap relevan bagi pencinta jajanan tradisional.

13. Kue rangi

Kue rangi

Kue rangi adalah jajanan Betawi yang dibuat dari campuran sagu dan kelapa parut, lalu dipanggang menggunakan cetakan hingga menghasilkan bagian luar yang renyah. Setelah matang, kue diberi saus gula merah kental.

Indonesia Travel menyebut kue rangi sebagai warisan kuliner Betawi yang mulai jarang ditemukan tetapi masih dilestarikan oleh sejumlah pelaku usaha. RRI juga menyoroti keberlangsungannya pada 2026 sebagai jajanan jadul yang tetap bertahan di tengah dominasi kuliner modern.

Justru karena semakin jarang ditemui, kue rangi memiliki unsur penasaran yang kuat. Konten yang memperlihatkan proses pemanggangan dan saus gula merahnya dapat menjadi pintu masuk untuk mengenalkan jajanan Betawi kepada penonton yang belum pernah mencobanya.

14. Getuk

Getuk

Getuk menjadi salah satu makanan berbasis singkong yang kembali mendapat perhatian dalam tren pangan tradisional. Tekstur singkong yang ditumbuk dapat diberi warna, dibentuk, lalu disajikan dengan kelapa atau berbagai tambahan modern.

Radar Mojokerto menempatkan getuk sebagai salah satu makanan tradisional yang kembali populer pada 2026. Inovasi berupa warna, topping, dan penyajian modern disebut membantu membuatnya lebih menarik bagi konsumen muda.

Kemudahan mengolah singkong juga menjadi kelebihan. Bahan yang sederhana membuat getuk mudah diterima sebagai makanan nostalgia sekaligus dapat dikembangkan menjadi produk baru.

15. Tiwul

Tiwul

Tiwul mempunyai cerita yang berbeda karena pada awalnya merupakan pangan berbahan singkong yang digunakan sebagai sumber karbohidrat. Kini, ia juga hadir sebagai bagian dari kuliner tradisional dan pengalaman wisata di berbagai daerah Jawa.

Konten kuliner 2026 kembali menempatkan tiwul bersama getuk sebagai makanan berbahan singkong yang dilirik karena identitas pangan lokalnya. Varian dengan keju, cokelat, atau penyajian modern juga membuatnya lebih mudah diterima oleh generasi baru.

Bagi pembaca yang penasaran, tiwul menarik karena rasanya tidak berhenti pada nostalgia. Ia juga membawa cerita mengenai cara masyarakat memanfaatkan pangan lokal dalam kehidupan sehari-hari.

16. Wingko

Wingko

Wingko merupakan jajanan yang banyak dikaitkan dengan Semarang dan kawasan Jawa Tengah. Bahan utamanya berupa kelapa dan tepung ketan menghasilkan tekstur padat, legit, dan aroma khas kelapa yang kuat.

Wingko masuk dalam daftar jajanan tradisional yang disebut populer untuk diburu wisatawan di Pasar Ngasem, Yogyakarta, menunjukkan bahwa makanan yang identik dengan oleh-oleh juga memiliki ruang dalam tren berburu kuliner tradisional.

Karakternya juga cukup cocok untuk konten karena proses pemanggangan menghasilkan aroma dan perubahan warna yang mudah divisualisasikan. Ketika dikemas dalam ukuran dan bentuk modern, wingko pun dapat tampil lebih dekat dengan konsumen muda.

17. Kipo

Kipo

Kipo mungkin belum setenar klepon atau putu, tetapi justru itu yang membuatnya menarik bagi pemburu kuliner. Jajanan kecil dari Kotagede, Yogyakarta, ini memiliki warna hijau dan dibuat dalam ukuran kecil sehingga cocok menjadi bagian dari eksplorasi jajanan khas daerah.

DetikJogja pada Maret 2026 menelusuri Kipo Bu Djito di Kotagede, salah satu penjual yang meneruskan usaha keluarga sejak generasi sebelumnya. Kisah tersebut memperlihatkan bagaimana jajanan sederhana dapat bertahan puluhan tahun sekaligus tetap dicari oleh pengunjung.

Kipo juga termasuk daftar jajanan tradisional Pasar Ngasem yang diberi label populer atau viral dalam liputan wisata kuliner 2026.

18. Jenang gempol

Jenang gempol

Jenang gempol merupakan jajanan tradisional yang semakin menarik ketika tren berburu makanan lokal berkembang. Hidangan ini dikenal dengan tekstur kenyal pada gempol yang berpadu dengan kuah santan dan gula merah atau kuah manis sesuai variasinya.

RRI pada Agustus 2026 mencatat jenang gempol sebagai kuliner tradisional yang diburu pecinta jajanan Jawa. Makanan tersebut juga masuk dalam daftar jajanan Pasar Ngasem yang menjadi tujuan wisata kuliner di Yogyakarta.

Keunikannya terletak pada tekstur dan cara penyajian. Dibandingkan jajanan berbentuk kue kering atau gorengan, jenang gempol menawarkan pengalaman makan yang berbeda sehingga cukup menarik bagi pemburu kuliner tradisional.

19. Kembang goyang

Kembang goyang

Kembang goyang merupakan kudapan tradisional yang dikenal terutama dalam tradisi Betawi dan berbagai daerah lain dengan variasi bahan serta bentuk. Adonan digoreng menggunakan cetakan khusus sehingga menghasilkan pola menyerupai bunga.

Jajanan ini masih muncul dalam tradisi Lebaran dan konten kuliner. Pada 2026, kembang goyang bahkan ikut menjadi bagian dari tren “kue Lebaran core” di media sosial, ketika pengguna membagikan cerita kegagalan atau keberhasilan membuatnya.

Proses pembuatannya justru menjadi daya tarik digital. Cetakan harus dipanaskan, dicelupkan ke adonan, lalu digoreng hingga adonan terlepas dalam bentuk bunga. Tidak semudah terlihat di video, sehingga unsur “penasaran bisa bikin atau tidak” ikut menjadi bagian dari kontennya.

20. Kue ape

Kue ape

Kue ape mempunyai ciri yang langsung bisa dikenali: bagian tengahnya tebal dan lembut, sedangkan bagian pinggir tipis dan renyah. Warna hijau pandan serta bentuk bundarnya menjadikannya salah satu jajanan kaki lima yang mudah dikenali.

Indonesia Travel mencatat kue ape sebagai jajanan tradisional Betawi yang masih digemari dan kini mempunyai variasi modern dengan topping keju, cokelat, maupun meses. Perkembangannya menunjukkan pola yang sama dengan banyak jajanan lama: resep dasarnya dipertahankan, tetapi tampilannya dapat menyesuaikan kebiasaan konsumen baru.

Bagi media sosial, kombinasi pinggir renyah dan bagian tengah lembut juga memberikan visual yang menarik ketika kue dipotong atau dilipat.

Alasan jajanan tradisional bisa viral lagi

Ada pola yang cukup konsisten dari berbagai kasus di atas. Media sosial tidak selalu menciptakan makanan baru, tetapi dapat mengubah cara orang menemukan makanan yang sudah lama ada.

Pertama adalah faktor visual. Klepon, cenil, kue talam, kue ape, apem, dan ubi ungu mempunyai warna atau tekstur yang mudah menarik perhatian dalam foto maupun video pendek.

Kedua adalah nostalgia. Banyak jajanan pasar mengingatkan seseorang pada masa kecil, pasar tradisional, pedagang keliling, atau hidangan keluarga. Ketika orang dewasa membagikan pengalaman tersebut, konten nostalgia dapat menyebar ke generasi yang belum pernah mencobanya.

Ketiga adalah rasa penasaran. Nama seperti kipo, bugis mandi, jenang gempol, atau gemblong membuat pengguna yang belum mengenalnya terdorong mencari tahu.

Keempat adalah inovasi. DetikFood mencatat sejumlah jajanan pasar mulai diberi isian atau topping baru, seperti gemblong keju, klepon dengan isian cokelat, dan gabin dengan beragam kreasi.

Kelima adalah efek wisata kuliner. Ketika sebuah jajanan dibagikan oleh kreator yang datang ke pasar atau warung tertentu, rasa penasaran dapat berubah menjadi kunjungan langsung, seperti yang terjadi pada Serabi Jagasatru di Cirebon.

Viral di media sosial bukan berarti viral secara nasional

Istilah “viral” perlu digunakan dengan hati-hati. Tidak tersedia satu ukuran resmi yang dapat menyatakan sebuah jajanan sedang viral di seluruh Indonesia sekaligus.

Ada makanan yang viral karena satu video tertentu. Ada pula yang disebut viral karena ramai diberitakan media lokal, meningkat penjualannya di satu lokasi, atau mendapatkan perhatian dari komunitas kuliner.

Karena itu, 20 jajanan dalam daftar ini tidak ditempatkan sebagai peringkat popularitas nasional. Daftar tersebut lebih tepat dibaca sebagai pilihan jajanan tradisional yang punya jejak kebangkitan perhatian, viralitas lokal, inovasi digital, atau peningkatan pencarian dalam percakapan kuliner 2025–2026.

Pendekatan tersebut juga membuat pembaca tidak terjebak mengejar makanan hanya karena sedang ramai. Yang lebih menarik justru mengetahui cerita di balik makanan, daerah asalnya, bahan yang digunakan, serta bagaimana pedagang dan pelaku UMKM mempertahankannya.

Jajanan lama punya peluang baru di era video pendek

Kembalinya jajanan tradisional ke media sosial menunjukkan bahwa makanan warisan tidak harus diubah menjadi sesuatu yang sama sekali baru agar menarik. Dalam banyak kasus, resep dan teknik lama justru menjadi bagian yang membuat sebuah konten terasa berbeda.

Putu tetap menarik karena suara kukusannya. Klepon memiliki sensasi gula merah saat digigit. Gemblong menawarkan tekstur ketan dan karamel gula. Kue rangi mempertahankan aroma kelapa panggang, sementara apem dan serabi mengandalkan proses memasak yang dapat dilihat langsung.

Bagi pelaku UMKM, situasi tersebut membuka ruang untuk memikirkan kembali cara memperkenalkan produk tanpa kehilangan identitasnya. Bagi konsumen, media sosial memberikan kesempatan menemukan jajanan yang mungkin sebelumnya hanya dikenal oleh generasi orang tua.

Bagi sahabat Pewarta yang ingin berburu jajanan tradisional Indonesia, jangan hanya mencari makanan yang paling sering lewat di lini masa. Cobalah sesekali mencari jajanan dari pasar daerah, sentra kuliner, atau pedagang yang masih mempertahankan cara pembuatan lama.

Sebab, di balik satu video yang viral, sering kali terdapat cerita tentang resep keluarga, usaha kecil, bahan pangan lokal, dan orang-orang yang membuat sebuah jajanan tetap hidup. Media sosial mungkin membuat makanan itu kembali ditemukan, tetapi keberlanjutannya tetap bergantung pada apakah masyarakat mau membeli, menikmati, dan mengenalkannya kepada generasi berikutnya.

Pilihan Redaksi:
Tersalin 👍
Redaksi PEWARTA
Redaksi PEWARTA
Portal berita Indonesia terkini 2026, viral terbaru dan terpopuler hari ini disajikan secara update. Bagian dari ekosistem media online Pewarta Network.

WARTA TERBARU

  • 20 Jajanan Tradisional Indonesia yang Kembali Viral di Media Sosial Usai Diulas Media Nasional
  • 20 Jajanan Tradisional Indonesia yang Kembali Viral di Media Sosial Usai Diulas Media Nasional
  • 20 Jajanan Tradisional Indonesia yang Kembali Viral di Media Sosial Usai Diulas Media Nasional
  • 20 Jajanan Tradisional Indonesia yang Kembali Viral di Media Sosial Usai Diulas Media Nasional
  • 20 Jajanan Tradisional Indonesia yang Kembali Viral di Media Sosial Usai Diulas Media Nasional
  • 20 Jajanan Tradisional Indonesia yang Kembali Viral di Media Sosial Usai Diulas Media Nasional