Scroll ke bawah untuk melanjutkan

6 Fakta Pulau Enggano, Lokasi Ditemukannya ABK Kapal yang Membawa 5 Jurnalis Hilang

Fakta Pulau Enggano menjadi sorotan setelah ABK kapal yang membawa 5 jurnalis hilang ditemukan di perairan pulau terluar Bengkulu itu.

Pulau Enggano lokasi ditemukannya ABK KM Arupadhatu I
Pulau Enggano di Bengkulu Utara menjadi lokasi ditemukannya Surakman, salah satu ABK KM Arupadhatu I yang hilang bersama rombongan jurnalis. (Dok. Ist)

PEWARTA.CO.ID — Pulau Enggano di Kabupaten Bengkulu Utara, Provinsi Bengkulu, menjadi perhatian setelah jasad Surakman atau Sukarman (60), salah satu Anak Buah Kapal (ABK) KM Arupadhatu I yang hilang bersama rombongan lima jurnalis, ditemukan di perairan sekitar pulau tersebut.

KM Arupadhatu I membawa lima jurnalis dan tiga kru kapal ketika bertolak dari Dermaga Pagedongan, Carita, Kabupaten Pandeglang, untuk meliput aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau. Kapal tersebut dilaporkan hilang kontak sejak 7 September 2026.

Jasad Surakman ditemukan di sekitar perairan Sawang Bengkok, Desa Kahyapu, Kecamatan Enggano, Bengkulu Utara, pada 12 September 2026. Identitasnya kemudian dipastikan melalui pemeriksaan dan pencocokan DNA oleh tim Disaster Victim Identification (DVI) Pusdokkes Polri.

Hingga proses identifikasi tersebut diumumkan, tujuh orang lainnya masih dalam pencarian. Posisi KM Arupadhatu I juga belum ditemukan dan masih berstatus dalam pencarian tim SAR gabungan.

Penemuan salah satu ABK di Enggano sekaligus membuat pulau yang berada di Samudra Hindia itu menjadi salah satu titik penting dalam proses pencarian.

Lantas, seperti apa Pulau Enggano? Berikut sejumlah fakta mengenai pulau yang secara administratif menjadi bagian dari Provinsi Bengkulu tersebut.

1. Pulau terluar di Samudra Hindia

Pulau Enggano merupakan salah satu pulau kecil terluar Indonesia yang berada di perairan sebelah barat Pulau Sumatera dan berhadapan langsung dengan Samudra Hindia.

Secara administratif, Pulau Enggano merupakan sebuah kecamatan yang termasuk dalam wilayah Kabupaten Bengkulu Utara, Provinsi Bengkulu.

Pulau ini berada di sebelah barat daya Kota Bengkulu. Letaknya yang terpisah dari daratan utama Sumatera membuat Enggano memiliki karakter geografis kepulauan yang khas.

Jarak Pulau Enggano dengan Kota Bengkulu sekitar 156 kilometer atau sekitar 90 mil laut. Sementara jarak terdekat dengan Kota Manna di Bengkulu Selatan sekitar 96 kilometer atau 60 mil laut.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2020, jumlah penduduk Enggano tercatat mencapai 4.035 jiwa.

2. Masyarakat asli menyebutnya È Loppeh

Panorama Pulau Enggano
Panorama Pulau Enggano. (Dok. Ist)

Nama Enggano juga memiliki cerita tersendiri yang berkaitan dengan sejarah masyarakat setempat dan kedatangan bangsa Eropa.

Masyarakat asli Enggano menyebut pulau mereka sebagai "È Loppeh". Dalam bahasa Enggano, istilah tersebut memiliki arti "tanah", "daratan", atau "bumi".

Pulau Enggano juga telah lama dikenal masyarakat Melayu dengan sebutan "Pulau Telanjang". Penyebutan itu dikaitkan dengan kebiasaan masyarakat adat Enggano pada masa lalu ketika laki-laki maupun perempuan bertelanjang dada.

Sementara nama "Enggano" diduga memiliki hubungan dengan kata dalam bahasa Portugis, engano, yang berarti "kesalahan" atau "kekecewaan".

Nama tersebut dikaitkan dengan kisah Talesso, seorang pelaut Portugis yang disebut pernah terdampar di pulau itu. Kekecewaan karena tidak menemukan rempah-rempah seperti yang diharapkan disebut menjadi salah satu versi asal-usul penamaan Enggano.

3. Dikelilingi sejumlah pulau kecil

Enggano tidak berdiri sendiri sebagai satu daratan tanpa pulau-pulau lain di sekitarnya.

Kawasan tersebut memiliki beberapa pulau kecil, di antaranya Pulau Dua, Pulau Merbau, dan Pulau Bangkai yang berada di sebelah barat Pulau Enggano.

Sementara di bagian selatan terdapat Pulau Satu.

Keberadaan pulau-pulau kecil tersebut menjadi bagian dari karakter geografis kawasan Enggano yang terletak jauh dari pesisir utama Sumatera.

4. Bentang alam Enggano beragam

Pulau Enggano memiliki kondisi bentang alam yang terdiri atas perbukitan bergelombang lemah, perbukitan karst, dataran hingga kawasan rawa.

Perbukitan bergelombang terutama terdapat di wilayah tenggara dengan ketinggian sekitar 170 hingga 220 meter.

Sementara kawasan perbukitan karst berada di bagian barat laut dengan ketinggian sekitar 100 hingga 150 meter. Wilayah tersebut memiliki morfologi khas yang didominasi batu gamping.

Kondisi berbeda ditemukan di bagian utara Pulau Enggano, terutama di sekitar pantai.

Wilayah ini memiliki dataran rendah aluvial berupa rawa-rawa dengan ketinggian sekitar 0 hingga 2 meter.

5. Sebagian besar wilayah relatif landai

Peta Pulau Enggano
Peta Pulau Enggano. (Dok. Ist)

Secara umum, bentuk permukaan tanah Pulau Enggano tergolong cukup datar hingga landai dengan sebagian kecil wilayah memiliki kondisi lebih curam.

Bagian timur pulau cenderung lebih datar dibandingkan bagian barat.

Sekitar 63,39 persen wilayah Pulau Enggano memiliki kemiringan 0 hingga 8 persen sehingga masuk kategori landai.

Kemudian sekitar 27,95 persen wilayah memiliki kemiringan 8 hingga 15 persen atau tergolong agak miring. Sisanya memiliki tingkat kemiringan antara 15 hingga 40 persen, mulai dari miring hingga terjal.

6. Tanah didominasi kambisol, litosol, dan aluvial

Karakteristik Pulau Enggano juga terlihat dari kondisi tanah yang membentuk daratannya.

Berdasarkan klasifikasi tanah, wilayah daratan Enggano didominasi jenis tanah kambisol, litosol, dan aluvial.

Tanah di kawasan tersebut juga memiliki tekstur lempung berliat. Perbedaan bentang alam dari kawasan karst hingga dataran aluvial membuat karakteristik fisik Enggano cukup beragam.

Pencarian tujuh orang lainnya masih berlanjut

Di tengah sorotan terhadap Pulau Enggano, operasi pencarian terhadap rombongan KM Arupadhatu I yang belum ditemukan masih menjadi fokus tim SAR.

Penemuan Surakman menjadi perkembangan penting karena merupakan korban pertama dari rombongan kapal yang berhasil diidentifikasi. Polda Banten dan Polda Bengkulu sebelumnya berkoordinasi dalam proses identifikasi dengan mencocokkan DNA jenazah dengan data antemortem keluarga korban.

Basarnas juga melakukan koordinasi antarkantor SAR dan unsur terkait setelah identitas Surakman dipastikan. Penemuan jasad di Enggano menjadi salah satu informasi yang digunakan untuk mendukung pengembangan area pencarian.

Sementara itu, kepolisian menegaskan belum ada kepastian mengenai keberadaan KM Arupadhatu I. Kapal yang membawa lima jurnalis dan tiga kru tersebut masih dinyatakan dalam pencarian dan aparat tidak ingin berspekulasi mengenai kondisi maupun posisinya.

Pilihan Redaksi:
Tersalin 👍
Redaksi PEWARTA
Redaksi PEWARTA
Portal berita Indonesia terkini 2026, viral terbaru dan terpopuler hari ini disajikan secara update. Bagian dari ekosistem media online Pewarta Network.

WARTA TERBARU

  • 6 Fakta Pulau Enggano, Lokasi Ditemukannya ABK Kapal yang Membawa 5 Jurnalis Hilang
  • 6 Fakta Pulau Enggano, Lokasi Ditemukannya ABK Kapal yang Membawa 5 Jurnalis Hilang
  • 6 Fakta Pulau Enggano, Lokasi Ditemukannya ABK Kapal yang Membawa 5 Jurnalis Hilang
  • 6 Fakta Pulau Enggano, Lokasi Ditemukannya ABK Kapal yang Membawa 5 Jurnalis Hilang
  • 6 Fakta Pulau Enggano, Lokasi Ditemukannya ABK Kapal yang Membawa 5 Jurnalis Hilang
  • 6 Fakta Pulau Enggano, Lokasi Ditemukannya ABK Kapal yang Membawa 5 Jurnalis Hilang