Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Bahlil Buka Suara soal BBM Nonsubsidi Berpotensi Naik Lagi, Harga Ikuti ICP

Bahlil menyebut harga BBM nonsubsidi mengikuti ICP dan dapat naik jika harga minyak global meningkat. Pertalite dan Biosolar tetap hingga akhir 2026.

bahlil lahadalia menjelaskan harga bbm nonsubsidi dan subsidi
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menjelaskan mekanisme harga BBM nonsubsidi dan memastikan BBM subsidi tidak naik hingga akhir 2026. (Dok. Ist)

PEWARTA.CO.ID — Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengatakan harga BBM nonsubsidi masih dapat mengalami penyesuaian apabila harga minyak dunia yang menjadi acuan meningkat.

Menurut Bahlil, mekanisme harga BBM nonsubsidi mengikuti pergerakan pasar global yang tercermin melalui Indonesia Crude Price (ICP). Sebelumnya, sejumlah harga BBM nonsubsidi telah mengalami kenaikan pada awal September 2026.

“Harga BBM nonsubsidi itu akan mengikuti harga pasar. Kalau harga pasar globalnya itu ICP-nya naik, otomatis dia akan naik. Tetapi kalau harga ICP-nya turun, pasti juga dia akan melakukan koreksi,” kata Bahlil.

Dengan mekanisme tersebut, potensi perubahan harga BBM nonsubsidi akan bergantung pada perkembangan harga minyak global dan ICP. Namun, Bahlil tidak menyebutkan angka maupun waktu kenaikan baru dalam keterangannya.

Stok BBM dijaga 18-21 hari

Di tengah dinamika geopolitik dan harga energi global, pemerintah memastikan ketersediaan BBM nasional tetap terjaga.

Bahlil mengatakan pemerintah mempertahankan cadangan BBM pada standar minimal 18 hingga 21 hari.

“Yang terpenting sekarang adalah pemerintah memastikan cadangan BBM kita itu ada pada standar minimal, 18-21 hari,” ujar Bahlil.

Pemerintah sebelumnya juga memastikan pasokan BBM subsidi tetap tersedia untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di tengah perubahan kondisi pasar energi global.

Pertalite dan Biosolar tidak naik hingga akhir tahun

Berbeda dengan BBM nonsubsidi, pemerintah memastikan harga BBM bersubsidi tidak mengalami kenaikan hingga akhir 2026.

Bahlil menyebut Pertalite dan Biosolar akan tetap pada harga yang berlaku sampai penghujung tahun. Kebijakan tersebut merupakan arahan Presiden Prabowo Subianto.

Untuk wilayah DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, dan Jawa Timur, harga Pertalite tercatat Rp10.000 per liter, sedangkan Biosolar Rp6.800 per liter berdasarkan daftar harga yang berlaku pada September 2026.

Harga nonsubsidi mengikuti kondisi minyak global

Perbedaan mekanisme antara BBM subsidi dan nonsubsidi membuat perkembangan harga minyak dunia lebih langsung tercermin pada produk nonsubsidi.

Sejumlah BBM nonsubsidi Pertamina telah mengalami penyesuaian pada September, antara lain Pertamax Turbo, Pertamax Green 95, Dexlite, dan Pertamina Dex. Sementara harga Pertalite dan Biosolar tetap tidak berubah.

Bahlil menegaskan pemerintah tetap memantau perkembangan harga minyak dunia sekaligus menjaga ketersediaan pasokan di dalam negeri.

Dengan demikian, belum ada kepastian mengenai kenaikan baru BBM nonsubsidi, tetapi perubahan harga tetap terbuka apabila harga minyak global dan ICP bergerak naik.

Pilihan Redaksi:
Tersalin 👍
Redaksi PEWARTA
Redaksi PEWARTA
Portal berita Indonesia terkini 2026, viral terbaru dan terpopuler hari ini disajikan secara update. Bagian dari ekosistem media online Pewarta Network.

WARTA TERBARU

  • Bahlil Buka Suara soal BBM Nonsubsidi Berpotensi Naik Lagi, Harga Ikuti ICP
  • Bahlil Buka Suara soal BBM Nonsubsidi Berpotensi Naik Lagi, Harga Ikuti ICP
  • Bahlil Buka Suara soal BBM Nonsubsidi Berpotensi Naik Lagi, Harga Ikuti ICP
  • Bahlil Buka Suara soal BBM Nonsubsidi Berpotensi Naik Lagi, Harga Ikuti ICP
  • Bahlil Buka Suara soal BBM Nonsubsidi Berpotensi Naik Lagi, Harga Ikuti ICP
  • Bahlil Buka Suara soal BBM Nonsubsidi Berpotensi Naik Lagi, Harga Ikuti ICP