Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Desa Wisata Tamansari Banyuwangi: Potensi Alam dan Kehidupan Lokal dalam Satu Perjalanan

Desa Wisata Tamansari Banyuwangi memadukan alam Ijen, budaya Osing, pertanian, kopi, homestay, dan kehidupan lokal dalam satu perjalanan.

desa wisata tamansari banyuwangi potensi alam lokal
Ilustrasi pemandangan Desa Wisata Tamansari, Banyuwangi, Jawa Timur. (Dok. PEWARTA/AI)

PEWARTA.CO.ID — Desa Wisata Tamansari di Kecamatan Licin, Kabupaten Banyuwangi, menawarkan pengalaman yang mempertemukan lanskap lereng Gunung Ijen dengan aktivitas sehari-hari masyarakat. Letaknya sekitar 24 kilometer dari pusat Kabupaten Banyuwangi dan dikenal sebagai desa wisata yang mengembangkan potensi alam, budaya, pertanian, homestay, kuliner, serta ekonomi lokal secara bersamaan.

Tamansari juga mempunyai posisi yang cukup strategis karena kawasan Taman Wisata Alam Kawah Ijen secara administratif mencakup Desa Tamansari di Banyuwangi dan Desa Kalianyar di Bondowoso. Artinya, nama Tamansari tidak sekadar menjadi titik persinggahan menuju Ijen, tetapi merupakan bagian dari lanskap wisata pegunungan yang memiliki kehidupan desa sendiri.

Konsep inilah yang membuat perjalanan ke Desa Wisata Tamansari berbeda dari kunjungan yang hanya berorientasi pada satu objek. Wisatawan dapat bergerak dari jalur pegunungan dan sumber mata air menuju kebun, usaha warga, kesenian tradisional, hingga rumah penduduk yang difungsikan sebagai homestay.

Tamansari berkembang sebagai desa wisata berbasis masyarakat

Pengembangan Desa Wisata Tamansari bertumpu pada kerja sama pemerintah desa dan masyarakat. Dalam profil resminya di platform Jadesta Kementerian Pariwisata, Tamansari disebut sebagai desa wisata berbasis Smart Kampung sejak awal 2016 dengan berbagai potensi yang dikembangkan bersama warga.

Konsep tersebut membuat masyarakat ditempatkan sebagai bagian dari rantai kegiatan wisata. Pemerintah desa memberikan dukungan berupa pelatihan dan pengetahuan, sedangkan warga mengembangkan usaha, atraksi, jasa pemandu, homestay, serta produk yang dapat dinikmati wisatawan.

Banyuwangi sendiri pada 2016 menjadikan Tamansari sebagai salah satu contoh implementasi Smart Kampung. Program tersebut menghubungkan pelayanan desa, teknologi informasi, dan pengembangan ekonomi pedesaan dalam satu pendekatan.

Jejak pendekatan berbasis masyarakat itu kemudian terlihat dalam perkembangan usaha lokal. Pada 2021, pemerintah Kabupaten Banyuwangi mencatat Tamansari telah memiliki sekitar 60 UMKM, 50 homestay, puluhan jasa pemandu wisata, kendaraan wisata, dan usaha pendukung lain yang melibatkan warga.

Lereng Ijen menjadi modal alam utama

Karakter geografis Tamansari tidak bisa dilepaskan dari Gunung Ijen. Desa ini berada di kawasan dataran tinggi dan menjadi salah satu jalur pendukung aktivitas wisata menuju TWA Kawah Ijen.

Kawasan Ijen memberikan kombinasi lanskap yang menarik, mulai dari udara pegunungan, perkebunan, hutan, hingga aktivitas wisata alam. Pemerintah daerah juga menyebut hasil bumi seperti kopi, karet, cengkeh, dan cokelat sebagai bagian dari potensi Tamansari.

Hubungan dengan Ijen membuat Tamansari mempunyai posisi yang cukup unik dalam perjalanan wisata Banyuwangi. Wisatawan dapat menggunakan desa ini sebagai basis perjalanan, tetapi pada saat yang sama mempunyai alasan untuk meluangkan waktu menjelajah desa sebelum atau sesudah menuju kawasan kawah.

Sendang Seruni menawarkan sisi lain wisata alam

Sendang Seruni Banyuwangi
Sendang Seruni Banyuwangi. (Dok. NgopiBareng)

Salah satu destinasi yang berada langsung di Desa Tamansari adalah Sendang Seruni. Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Banyuwangi mencatat lokasi ini berada di Dusun Sumberwatu dan merupakan pemandian dari mata air alami yang berasal dari tujuh sumber.

Suasana Sendang Seruni berbeda dari trek gunung atau panorama kawah. Air yang keluar dari sumber pegunungan membentuk ruang rekreasi yang lebih tenang, dikelilingi lingkungan hijau di kaki Ijen.

Profil resmi Desa Wisata Tamansari juga menempatkan Sendang Seruni sebagai salah satu paket wisata unggulan. Dalam pengembangannya, wisatawan diarahkan untuk menikmati lingkungan alam sekaligus mengenal cara masyarakat menjaga sumber air yang menjadi bagian dari ruang hidup desa.

Taman Gandrung Terakota menghubungkan seni dengan lanskap

Taman Gandrung Terakota Banyuwangi
Taman Gandrung Terakota Banyuwangi. (Dok. Istimewa)

Nama lain yang membuat Tamansari memiliki ciri tersendiri adalah Taman Gandrung Terakota di Dusun Blimbingsari. Situs budaya ini berada di area persawahan dan menampilkan sekitar 1.000 patung penari Gandrung berbahan terakota yang tersebar di tengah lanskap pertanian.

Konsep tersebut membuat seni, lingkungan, dan ruang pertanian tidak dipisahkan menjadi tiga atraksi yang berdiri sendiri. Patung-patung Gandrung ditempatkan mengikuti karakter sawah, sementara kawasan tersebut juga memiliki amfiteater terbuka untuk kegiatan seni dan pertunjukan.

Taman Gandrung Terakota juga mengembangkan kegiatan tari, karawitan, seni rupa, fotografi, pameran, serta pertunjukan tradisional. Artinya, kunjungan ke lokasi ini dapat menjadi cara untuk mengenal budaya Banyuwangi melalui ruang yang secara fisik masih terkait dengan lanskap pedesaan.

Pertanian menjadi pengalaman wisata, bukan sekadar latar

Salah satu kekuatan Desa Wisata Tamansari terletak pada kemampuannya menjadikan aktivitas produksi warga sebagai pengalaman bagi pengunjung. Jadesta mencatat sejumlah atraksi edukasi seperti wisata kopi, gula aren, pertanian padi, proses susu sapi perah, serta pengolahan belerang tradisional.

Wisata kopi menjadi contoh yang cukup jelas. Platform Jadesta menyebut kopi yang tumbuh di lereng Ijen menjadi salah satu produk khas yang dikembangkan sebagai pengalaman dan oleh-oleh wisata.

Dalam pengembangan terbaru di kawasan Tamansari, pemerintah Kabupaten Banyuwangi juga memperkenalkan wisata petik stroberi dan kunjungan ke lokasi pengolahan kopi milik kelompok tani. Wisatawan dapat melihat proses pascapanen mulai dari pulping, hulling, roasting hingga grinding.

Pengalaman tersebut memberi nilai tambah yang berbeda dibandingkan sekadar membeli produk jadi. Pengunjung dapat memahami dari mana bahan berasal, siapa yang mengelolanya, serta bagaimana komoditas pertanian kemudian berubah menjadi produk konsumsi.

Susu sapi dan gula aren memperlihatkan ekonomi desa

Potensi Tamansari juga muncul dari komoditas yang tidak selalu identik dengan wisata Banyuwangi. Profil Desa Wisata Tamansari mencantumkan edukasi proses susu sapi perah dan gula aren sebagai bagian dari atraksi wisata.

Kegiatan semacam ini menunjukkan bahwa wisata desa dapat bekerja dengan cara yang berbeda dari destinasi perkotaan. Sektor ekonomi yang sudah berjalan dalam kehidupan warga tetap dipertahankan, kemudian diberi nilai tambahan melalui edukasi dan pengalaman wisata.

Karena itu, wisatawan tidak hanya membeli tiket atau menikmati pemandangan. Mereka juga berpotensi membelanjakan uang pada produk pertanian, makanan, minuman, homestay, jasa pemandu, dan suvenir yang terhubung dengan pelaku ekonomi lokal.

Kehidupan Osing hadir dalam pengalaman budaya

Tamansari berada di lingkungan budaya Banyuwangi yang kuat. Profil Desa Wisata Tamansari menyebut masyarakat setempat masih menjaga tradisi yang berkaitan dengan Suku Osing sebagai bagian dari identitas desa.

Bentuknya dapat ditemukan melalui beragam kesenian. Jadesta mencatat Tari Paju Gandrung dan Kesenian Barong sebagai atraksi budaya, sementara seni tradisional lain yang diperkenalkan dalam materi Kementerian Pariwisata mencakup Kuntulan dan pencak silat.

Kehadiran kesenian dalam desa wisata memberi ruang bagi budaya lokal untuk tetap menjadi aktivitas yang dipraktikkan. Wisatawan datang sebagai penonton atau peserta dalam konteks yang telah diatur, sementara masyarakat tetap menjadi pelaku utama.

Gandrung juga memiliki hubungan kuat dengan sejarah agraris Banyuwangi. Taman Gandrung Terakota menjelaskan bahwa tari tersebut pada awalnya berkaitan dengan ritual persembahan dan rasa syukur masyarakat agraris terhadap Dewi Sri sebelum berkembang menjadi seni pertunjukan yang lebih luas.

Homestay membuat wisatawan masuk lebih dekat ke kehidupan warga

Pilihan menginap menjadi salah satu unsur penting dalam konsep Desa Wisata Tamansari. Jadesta mencatat sejumlah homestay di desa, sedangkan profil desa wisata menempatkan pengalaman tinggal bersama masyarakat sebagai bagian dari layanan wisata.

Homestay memberikan pengalaman yang berbeda dari hotel di pusat kota. Wisatawan mempunyai kesempatan untuk tinggal di lingkungan permukiman, menikmati makanan lokal, dan memahami ritme desa dari jarak yang lebih dekat.

Model ini juga berkaitan langsung dengan manfaat ekonomi. Pengeluaran wisatawan tidak terkonsentrasi pada satu jenis usaha, melainkan dapat mengalir kepada pemilik rumah, penyedia makanan, pemandu, pengelola aktivitas, hingga penjual produk lokal.

Belerang dan jejak pekerjaan warga menjadi bagian cerita Ijen

Kawasan Ijen selama puluhan tahun dikenal sebagai ruang produksi belerang. Hubungan itu juga tercermin dalam atraksi edukasi Tamansari yang memperkenalkan proses belerang tradisional kepada wisatawan.

Kegiatan tersebut penting karena memperlihatkan bahwa Ijen bukan semata-mata lanskap untuk dinikmati dari jalur pendakian. Gunung dan sumber daya alamnya juga mempunyai hubungan dengan pekerjaan dan sejarah ekonomi masyarakat di sekitarnya.

Pendekatan semacam ini memberikan konteks yang lebih luas terhadap wisata alam. Pemandangan yang terlihat indah bagi pengunjung mempunyai cerita mengenai tenaga manusia, komoditas, dan kehidupan desa yang berlangsung jauh sebelum pariwisata berkembang.

Tamansari sudah mendapat pengakuan dari tingkat nasional hingga ASEAN

Desa Wisata Tamansari Banyuwangi meraih penghargaan ASEAN Tourism Standards pada 2023
Desa Wisata Tamansari Banyuwangi meraih penghargaan ASEAN Tourism Standards pada 2023. (Dok. Istimewa)

Perkembangan tersebut membuat Desa Wisata Tamansari beberapa kali memperoleh pengakuan. Pada 2021, Tamansari masuk 50 Besar Anugerah Desa Wisata Indonesia atau ADWI dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif setelah melalui proses kurasi nasional.

Pada ajang yang sama, Tamansari kemudian meraih juara pertama kategori digital. Pemerintah Kabupaten Banyuwangi mengaitkan pencapaian itu dengan penerapan digitalisasi desa melalui pengembangan Smart Kampung.

Pengakuan berikutnya datang pada 2023 ketika Tamansari menerima penghargaan ASEAN Tourism Standards untuk kategori Community Based Tourism. Pemerintah Kabupaten Banyuwangi menyebut penghargaan tersebut diberikan dalam rangkaian ASEAN Tourism Forum 2023 di Yogyakarta.

Rangkaian penghargaan itu bukan berarti seluruh persoalan pengelolaan desa telah selesai. Namun, rekam jejak tersebut memperlihatkan bahwa model pariwisata Tamansari telah memperoleh perhatian karena menggabungkan masyarakat, lingkungan, budaya, dan kegiatan ekonomi.

Menjelajah Tamansari perlu memakai pola perjalanan yang berbeda

Tamansari lebih cocok dinikmati sebagai desa yang memiliki beberapa lapisan pengalaman daripada destinasi yang selesai dalam satu kali berhenti. Wisatawan dapat menggabungkan kegiatan alam, pertanian, budaya, kuliner, dan menginap sesuai waktu yang tersedia.

Untuk kunjungan singkat, pilihan seperti Sendang Seruni dan Taman Gandrung Terakota dapat dipertimbangkan karena memberikan dua karakter berbeda dalam satu kawasan. Wisatawan kemudian dapat melanjutkan perjalanan ke aktivitas berbasis pertanian atau menikmati produk lokal.

Bagi yang mempunyai waktu lebih panjang, pengalaman homestay dan aktivitas edukasi akan memberikan gambaran yang lebih lengkap tentang kehidupan desa. Pola tersebut juga lebih sesuai dengan konsep wisata berbasis masyarakat yang menjadi identitas Tamansari.

Satu hal yang perlu diperhatikan adalah tidak semua objek yang diasosiasikan dengan Tamansari dapat diperlakukan sebagai satu lokasi wisata. Kawah Ijen, misalnya, merupakan kawasan konservasi dengan pengelolaan tersendiri meskipun secara administratif salah satu bagiannya berada di Desa Tamansari.

Catatan penting bagi wisatawan yang ingin ke Ijen

Kondisi di kawasan Ijen dapat berubah karena cuaca, aktivitas vulkanik, konservasi, maupun kejadian lingkungan. Pada September 2026, TWA Kawah Ijen sempat ditutup setelah kebakaran hutan dan lahan memasuki kawasan tersebut, dan hingga 17 September 2026 kunjungan wisata masih belum dibuka meskipun kebakaran telah padam.

Karena itu, wisatawan yang merencanakan perjalanan ke Tamansari sekaligus ingin mendaki Ijen perlu memeriksa informasi resmi pengelola sebelum berangkat. Penutupan atau perubahan akses Kawah Ijen tidak otomatis berarti seluruh aktivitas Desa Wisata Tamansari berhenti, karena sebagian besar atraksi desa memiliki lokasi dan pengelolaan masing-masing.

Keterangan operasional juga penting diperiksa untuk objek yang mempunyai jadwal khusus. Taman Gandrung Terakota, misalnya, menyebut Senin sebagai hari tutup untuk umum dan meminta pengunjung mengecek informasi terbaru sebelum datang.

Tamansari memperlihatkan cara desa membangun pengalaman wisata

Kekuatan Desa Wisata Tamansari Banyuwangi terletak pada hubungan antarelemen yang sudah hidup di dalam desa. Kopi, sawah, sumber mata air, susu, gula aren, seni Gandrung, homestay, hingga pengetahuan mengenai belerang kemudian dirangkai menjadi pengalaman yang dapat dinikmati wisatawan.

Pendekatan tersebut membuat perjalanan ke Tamansari terasa lebih dekat dengan kehidupan masyarakat daripada wisata yang hanya berfokus pada satu objek foto. Pengunjung dapat melihat bagaimana sebuah desa di lereng Ijen mempertahankan kegiatan sehari-hari sambil membuka sebagian ruang hidupnya kepada wisatawan.

Bagi sahabat Pewarta yang mencari destinasi di Banyuwangi dengan pengalaman lebih berlapis, Tamansari menawarkan pilihan untuk menikmati alam sekaligus memahami siapa yang hidup dan bekerja di balik lanskap tersebut.

Di tempat seperti ini, perjalanan bukan hanya soal ke mana harus pergi, tetapi juga tentang mengenali bagaimana sebuah komunitas menjadikan lingkungan, budaya, dan pekerjaan sehari-hari sebagai bagian dari masa depan pariwisatanya.

Pilihan Redaksi:
Tersalin 👍
Redaksi PEWARTA
Redaksi PEWARTA
Portal berita Indonesia terkini 2026, viral terbaru dan terpopuler hari ini disajikan secara update. Bagian dari ekosistem media online Pewarta Network.

WARTA TERBARU

  • Desa Wisata Tamansari Banyuwangi: Potensi Alam dan Kehidupan Lokal dalam Satu Perjalanan
  • Desa Wisata Tamansari Banyuwangi: Potensi Alam dan Kehidupan Lokal dalam Satu Perjalanan
  • Desa Wisata Tamansari Banyuwangi: Potensi Alam dan Kehidupan Lokal dalam Satu Perjalanan
  • Desa Wisata Tamansari Banyuwangi: Potensi Alam dan Kehidupan Lokal dalam Satu Perjalanan
  • Desa Wisata Tamansari Banyuwangi: Potensi Alam dan Kehidupan Lokal dalam Satu Perjalanan
  • Desa Wisata Tamansari Banyuwangi: Potensi Alam dan Kehidupan Lokal dalam Satu Perjalanan