Kapal Induk ITS Giuseppe Garibaldi Tiba di Tanjung Priok, Ini Profil dan Spesifikasinya
![]() |
| Kapal induk ITS Giuseppe Garibaldi tiba di Dermaga 107 Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara. (Dok. Ist) |
PEWARTA.CO.ID — Kapal induk ITS Giuseppe Garibaldi tiba di Dermaga 107 Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Jumat (18/9/2026), setelah memasuki kawasan pelabuhan sekitar pukul 07.58 WIB.
Kedatangan kapal tersebut disambut tim marching band TNI yang memainkan sejumlah lagu, termasuk lagu khas Betawi "Si Jali Jali". Hingga proses penyambutan berlangsung, sejumlah pejabat tinggi pertahanan dan militer Indonesia hadir di lokasi.
Mereka di antaranya Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto, KSAD Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, KSAL Laksamana TNI Muhammad Ali, serta KSAU Marsekal TNI Mohamad Tonny Harjono.
Kapal induk Italia yang akan dihibahkan ke Indonesia
ITS Giuseppe Garibaldi diambil dari nama Jenderal Italia abad ke-19, Giuseppe Garibaldi. Kapal tersebut nantinya disebut akan menjadi kapal induk pertama yang dimiliki Indonesia melalui skema hibah pertahanan.
Kehadiran kapal di Tanjung Priok menjadi bagian dari proses penerimaan kapal tersebut di Indonesia. Kapal ini sebelumnya dioperasikan oleh Angkatan Laut Italia dan memiliki riwayat keterlibatan dalam sejumlah operasi militer.
Tenaga dan kemampuan jelajah
Berdasarkan informasi yang tercantum dalam naskah sumber, Giuseppe Garibaldi menggunakan empat turbin gas CODAG Fiat yang dibangun di bawah lisensi GE. Sistem tersebut menghasilkan daya berkelanjutan sebesar 81.000 hp atau sekitar 60 MW.
Tenaga tersebut disalurkan melalui dua poros dengan kecepatan maksimum mencapai 30 knot atau sekitar 56 kilometer per jam. Kapal juga disebut mampu menempuh jarak hingga 7.000 mil laut atau sekitar 13.000 kilometer pada kecepatan sekitar 20 knot.
Persenjataan dan sistem pertahanan
Giuseppe Garibaldi dilengkapi sejumlah persenjataan untuk mendukung kemampuan tempurnya. Di bagian buritan terdapat empat sistem peluru kendali darat-ke-darat jarak pendek Otomat Mk2 serta dua peluncur torpedo tiga tabung ILAS.
Untuk pertahanan udara, kapal tersebut memiliki dua peluncur surface-to-air missile (SAM) delapan sel yang menggunakan rudal SARH Aspide. Kapal juga dilengkapi tiga sistem close-in weapon system (CIWS) Oto Melara kembar 40L70 DARDO.
Sistem perlindungan kapal diperkuat dengan sejumlah perangkat penangkal. Di antaranya dua peluncur SCLAR 20 laras untuk sekam, umpan, suar, atau pengacau, sistem antitorpedo SLQ-25 Nixie dan SLAT, serta sistem electronic countermeasures (ECM).
Kapal tersebut tercatat menjalani modernisasi pada 2003 dan restrukturisasi besar-besaran pada 2013.
Pernah terlibat dalam sejumlah operasi militer
Selama bertugas bersama Angkatan Laut Italia, Giuseppe Garibaldi terlibat dalam berbagai operasi militer. Salah satunya berlangsung saat Perang Kosovo pada 1999.
Pada 13 Mei hingga awal Juni 1999, pesawat tempur Harrier AV-8B II+ yang dioperasikan dari Giuseppe Garibaldi menjalankan 30 serangan mendadak dengan total 63 jam penerbangan. Pesawat-pesawat tersebut menggunakan bom Mk 82, GBU-16, dan rudal AGM-65 Maverick.
Kapal ini juga terlibat dalam Operasi Restore Hope di Somalia untuk mendukung operasi amfibi kontingen Italia. Pada 1995, Giuseppe Garibaldi kembali dikerahkan ke Somalia guna mendukung kontingen Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dalam UNOSOM Task Force.
Dikerahkan dalam Operasi Enduring Freedom
Giuseppe Garibaldi juga pernah digunakan dalam Operasi Enduring Freedom di Afganistan setelah serangan 11 September 2001 dan dimulainya perang melawan teror yang dideklarasikan Presiden Amerika Serikat George W. Bush.
Dalam misi tersebut, Giuseppe Garibaldi ditugaskan sebagai kapal komando GRUPNAVIT I atau Grup Angkatan Laut Italia ke-1. Kelompok tersebut juga mencakup kapal Zeffiro, tim patroli, serta kapal pemasok penerbang Etna.
Kelompok itu berlayar dari Taranto pada 18 November 2001. Tugas yang dijalankan mencakup intersepsi, dukungan laut dan udara, serta interdiksi pesawat di Afganistan.
Dengan sejarah operasi militer dan kemampuan tempur tersebut, kedatangan ITS Giuseppe Garibaldi di Tanjung Priok menjadi bagian penting dari proses penerimaan kapal yang disebut akan menjadi kapal induk pertama Indonesia melalui skema hibah pertahanan.
