Karhutla Jambi Capai 1.776 Hektare, BNPB Perkuat Satgas Darat dan Operasi Udara
![]() |
| Kepala BNPB Suharyanto. (Dok. Ist) |
PEWARTA.CO.ID — Luas kebakaran hutan dan lahan atau karhutla di Provinsi Jambi telah mencapai 1.776,56 hektare hingga Selasa (1/9/2026), sehingga pemerintah memperkuat operasi pemadaman melalui satgas darat dan udara.
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Suharyanto mengatakan penguatan penanganan dilakukan melalui operasi gabungan, termasuk dukungan bagi ribuan personel di lapangan serta pengerahan helikopter dan operasi modifikasi cuaca.
Pernyataan itu disampaikan Suharyanto saat memimpin rapat koordinasi teknis penanganan karhutla di ruang rapat Bandara Sultan Thaha Saifuddin, Kota Jambi.
Satgas darat diperkuat
BNPB mencatat 5.984 personel satgas darat saat ini bertugas melakukan pemadaman dan pendinginan di area terdampak karhutla Jambi.
Suharyanto menyebut operasi darat menjadi pendekatan yang paling efektif berdasarkan analisis penanganan yang telah dilakukan di lapangan.
“Berdasarkan analisis operasi yang telah dilaksanakan, satgas darat merupakan cara paling efektif dalam pemadaman. Penguatan satgas darat perlu dilakukan untuk mendukung operasi tersebut,” jelasnya.
Untuk mendukung tugas tersebut, BNPB menyiapkan bantuan keuangan atau “uang semangat” bagi petugas gabungan yang terlibat, mulai dari personel TNI, Polri, BPBD, pemadam kebakaran, relawan hingga masyarakat.
“Kesimpulannya, dari sejumlah analisis di lapangan, Satgas Darat ini harus maksimal. Oleh karena itu, kami akan menyiapkan dukungan keuangan,” terang Suharyanto dalam keterangan tertulisnya, Kamis (3/9/2026).
Operasi udara terus dioptimalkan
Penanganan dari udara juga diperkuat dengan mengoperasikan dua helikopter patroli dan empat helikopter water bombing.
BNPB juga masih menjalankan operasi modifikasi cuaca (OMC) untuk mendukung penanganan karhutla di wilayah Jambi.
Suharyanto meminta OMC tetap dilanjutkan meski peluang pertumbuhan awan hujan relatif kecil. Menurutnya, langkah tersebut menjadi bagian dari upaya antisipasi sekaligus mendukung keamanan wilayah dan perbaikan kualitas udara.
Penggunaan helikopter water bombing juga diminta lebih maksimal. Bahkan, seluruh unit dapat diarahkan ke satu lokasi apabila kondisi lapangan membutuhkan konsentrasi pemadaman untuk mempercepat penanganan.
Tujuh titik api jadi fokus pemadaman
Dari total 1.776,56 hektare lahan yang terbakar di Jambi hingga 1 September 2026, penanganan saat ini difokuskan pada tujuh titik api dengan luas keseluruhan 13 hektare.
Sebanyak lima hektare di antaranya telah berhasil dipadamkan, sedangkan delapan hektare lainnya masih dalam proses pemadaman.
“Mudah-mudahan area delapan hektare yang dipadamkan hari ini betul-betul padam dan tidak ada lagi titik api,” harap Suharyanto.
BNPB juga telah menyalurkan bantuan logistik dan peralatan kepada sejumlah daerah terdampak, yakni Kabupaten Muaro Jambi, Sarolangun, Tanjab Timur, dan Batanghari, serta BPBD Provinsi Jambi.
Patroli udara temukan titik api baru
Setelah rapat koordinasi, Suharyanto bersama Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni, Gubernur Jambi Al Haris, dan pejabat terkait melakukan peninjauan udara menggunakan pesawat Cessna Caravan.
Dalam pemantauan tersebut, tim menemukan satu titik api baru berukuran kecil di wilayah Lubuk Puso, Kabupaten Batanghari.
“Tadi saya bersama Menteri Kehutanan dan Gubernur telah melakukan rapat koordinasi dengan Forkopimda, lalu dilanjutkan dengan tinjauan udara. Kami menemukan satu titik yang diduga kebakaran baru. Data dari SiPongi langsung dikonfirmasi melalui patroli udara agar perkembangan karhutla dapat dipantau secara real-time,” jelas Suharyanto.
Ia berharap koordinasi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah dapat semakin kuat sehingga dukungan penanganan karhutla di Jambi berjalan maksimal.
