Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Purbaya Perpanjang Penempatan Dana Rp200 Triliun di Bank BUMN hingga Juli 2027

Purbaya memperpanjang penempatan dana Rp200 triliun di bank BUMN hingga Juli 2027 dan menargetkan pertumbuhan kredit bisa menembus 20 persen.

menteri keuangan purbaya yudhi sadewa bicara soal penempatan rp200 triliun
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan proyeksi pertumbuhan kredit dan kebijakan penempatan SAL di bank BUMN. (Dok. Ist)

PEWARTA.CO.ID — Pemerintah memperpanjang penempatan Saldo Anggaran Lebih (SAL) sebesar Rp200 triliun di bank-bank BUMN hingga Juli 2027. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai kebijakan tersebut dapat menjaga likuiditas perbankan dan membuka peluang pertumbuhan kredit hingga menembus 20 persen.

Purbaya mengatakan dana tersebut tidak akan ditarik dalam periode perpanjangan sehingga perbankan memiliki ruang likuiditas yang lebih stabil untuk menyalurkan kredit.

"Rp200 triliun itu kita perpanjang sampai tahun depan, Juli, tidak akan ditarik. Jadi bank lebih tenang," kata Purbaya saat ditemui di Kompleks DPR RI, Rabu (2/9/2026).

Menurut Purbaya, target pertumbuhan kredit tersebut salah satunya dapat dilihat dari perkembangan base money atau M0 yang menjadi indikator kondisi likuiditas dalam sistem keuangan secara keseluruhan.

Likuiditas jadi penopang pertumbuhan kredit

Purbaya menyebut pertumbuhan base money pada Juli 2026 telah mencapai 18,3 persen. Ia memperkirakan angkanya tidak mengalami banyak perubahan hingga akhir Agustus.

"Saya kan selalu bilang, base money, M0, atau primary money, itu biasanya selama ini cukup baik untuk menggambarkan keadaan likuiditas di sistem keuangan secara keseluruhan," jelasnya.

Dengan pertumbuhan base money yang mencapai 18,3 persen, Purbaya menilai kondisi likuiditas saat ini cukup untuk menopang pertumbuhan kredit di atas 20 persen apabila dapat dipertahankan.

"Terakhir kan minggu kedua sih katanya sekitar 13-14 persen, tapi Juli kemarin sudah 18,3 persen tuh base moneynya tumbuh. Ini cukup kalau ditahan terus di situ, cukup menciptakan pertumbuhan kredit di atas 20 persen," sambungnya.

Penempatan dana Rp200 triliun tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga likuiditas perbankan agar bank BUMN memiliki ruang yang lebih besar dalam menjalankan fungsi intermediasi.

Koordinasi pemerintah dan bank sentral

Purbaya juga melihat adanya peluang untuk memperkuat dukungan likuiditas melalui koordinasi yang lebih erat antara pemerintah, khususnya Kementerian Keuangan, dengan bank sentral.

"Jadi saya pikir dengan koordinasi yang lebih baik antara keuangan dan bank sentral, ruang bagi kita untuk menciptakan likuiditas yang bagus untuk perbankan terbuka lebar," tuturnya.

Menurut dia, kondisi likuiditas yang lebih baik dapat mendorong peningkatan penyaluran kredit. Perkembangan tersebut kemudian diharapkan memberi dampak pada pertumbuhan sektor swasta atau non-government.

Purbaya menilai sektor swasta berpeluang tumbuh lebih baik dibandingkan tahun-tahun sebelumnya apabila dukungan likuiditas dan penyaluran kredit dapat terus terjaga.

Pilihan Redaksi:
Tersalin 👍
Redaksi PEWARTA
Redaksi PEWARTA
Portal berita Indonesia terkini 2026, viral terbaru dan terpopuler hari ini disajikan secara update. Bagian dari ekosistem media online Pewarta Network.

WARTA TERBARU

  • Purbaya Perpanjang Penempatan Dana Rp200 Triliun di Bank BUMN hingga Juli 2027
  • Purbaya Perpanjang Penempatan Dana Rp200 Triliun di Bank BUMN hingga Juli 2027
  • Purbaya Perpanjang Penempatan Dana Rp200 Triliun di Bank BUMN hingga Juli 2027
  • Purbaya Perpanjang Penempatan Dana Rp200 Triliun di Bank BUMN hingga Juli 2027
  • Purbaya Perpanjang Penempatan Dana Rp200 Triliun di Bank BUMN hingga Juli 2027
  • Purbaya Perpanjang Penempatan Dana Rp200 Triliun di Bank BUMN hingga Juli 2027