Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Tanggal 27 September Memperingati Apa Saja? Ini Lima Agenda dan Peristiwa yang Diperingati Hari Ini

Tanggal 27 September 2026 memperingati Hari Bhakti Postel, HUT Kota Palu, Hari Pariwisata Sedunia, Hari Tuli Sedunia, dan Hari Sungai Sedunia.

Tanggal 27 September 2026 memperingati apa saja
Sejumlah peringatan nasional dan internasional jatuh pada Minggu, 27 September 2026, dengan latar belakang sejarah dan isu yang berbeda. (Dok. Ist)

PEWARTA.CO.ID — Tanggal 27 September 2026 bertepatan dengan sejumlah peringatan penting di Indonesia maupun dunia. Momentum tersebut mencakup peringatan bersejarah di sektor pos dan telekomunikasi, hari jadi daerah, hingga momentum internasional yang berkaitan dengan pariwisata, komunitas Tuli, dan pelestarian sungai.

Lima peringatan yang bertepatan dengan Minggu, 27 September 2026 tersebut adalah Hari Bhakti Postel, HUT Kota Palu, Hari Pariwisata Sedunia, Hari Tuli Sedunia, dan Hari Sungai Sedunia. Beberapa di antaranya memiliki sejarah yang telah berlangsung selama puluhan tahun.

Berikut sejarah dan makna masing-masing peringatan tersebut.

1. Hari Bhakti Postel

Hari Bhakti Postel diperingati setiap 27 September untuk mengenang pengambilalihan Jawatan Pos, Telepon, dan Telegraf (PTT) dari kekuasaan Jepang pada masa awal kemerdekaan Indonesia.

Setelah Proklamasi Kemerdekaan, para pemuda menginginkan fasilitas komunikasi yang sebelumnya dikuasai Jepang segera berada di bawah kendali bangsa Indonesia. Upaya tersebut dilakukan melalui anggota Angkatan Muda Pos, Telepon, dan Telegraf (AMPTT).

Pada 23 September 1945, Mas Soeharto dan R. Dijar meminta pihak Jepang menyerahkan kekuasaan PTT secara damai. Permintaan tersebut tidak langsung berhasil sehingga keduanya kembali mendesak pimpinan PTT Jepang, Osada, pada 24 September 1945.

Perjuangan mencapai puncaknya pada 27 September 1945 ketika AMPTT kembali melakukan perundingan di Kantor Pusat PTT. Setelah perundingan tidak menghasilkan penyerahan kekuasaan, para pemuda bersama masyarakat mengepung kantor tersebut.

Pihak Jepang akhirnya menyerahkan kendali PTT. Mas Soeharto kemudian diangkat sebagai kepala Jawatan PTT, sedangkan R. Dijar menjadi wakilnya. Peristiwa tersebut selanjutnya diperingati sebagai Hari Bhakti Postel setiap 27 September.

2. HUT Kota Palu

Tanggal 27 September juga menjadi hari jadi Kota Palu, Sulawesi Tengah.

Sejarah Palu bermula dari empat kampung yang berkembang dengan sistem pemerintahan kerajaan. Wilayah tersebut kemudian mengalami perubahan setelah masuknya kekuasaan kolonial Belanda dan pendudukan Jepang.

Setelah Indonesia merdeka, perkembangan pemerintahan di Palu terus berlangsung. Salah satu tonggak penting terjadi ketika Palu ditetapkan sebagai kota administratif pada 27 September 1978 berdasarkan asas dekonsentrasi.

Tanggal penetapan Kota Administratif Palu tersebut kemudian digunakan sebagai dasar peringatan Hari Ulang Tahun Kota Palu setiap tahun.

HUT Kota Palu menjadi momentum untuk mengenang perjalanan pemerintahan dan perkembangan wilayah yang kini menjadi ibu kota Provinsi Sulawesi Tengah.

3. Hari Pariwisata Sedunia

Hari Pariwisata Sedunia atau World Tourism Day diperingati setiap 27 September.

Peringatan tersebut ditetapkan untuk meningkatkan kesadaran mengenai kontribusi pariwisata terhadap kehidupan sosial, budaya, ekonomi, dan pembangunan masyarakat di berbagai negara.

UN Tourism mulai memperingati Hari Pariwisata Sedunia pada 1980. Pemilihan tanggal 27 September berkaitan dengan pengesahan Statuta organisasi pariwisata dunia tersebut pada 27 September 1970.

Peringatan tahun 2026 mengusung tema “Digital Agenda and Artificial Intelligence to Redesign Tourism”.

Tema tersebut menyoroti perkembangan teknologi digital dan kecerdasan buatan (AI) dalam membentuk masa depan sektor pariwisata, termasuk dalam pengambilan keputusan, peningkatan keterampilan, pengelolaan destinasi, serta pengalaman wisatawan.

Bagi industri pariwisata, perkembangan teknologi tersebut membuka pembahasan mengenai bagaimana inovasi digital dapat digunakan untuk mendukung pariwisata yang lebih inklusif dan berkelanjutan.

4. Hari Tuli Sedunia

Hari Tuli Sedunia atau World Day of the Deaf diperingati setiap Minggu terakhir September. Pada 2026, peringatan tersebut bertepatan dengan Minggu, 27 September.

Peringatan ini berkaitan dengan upaya meningkatkan kesadaran mengenai hak, budaya, identitas, dan kehidupan komunitas Tuli di seluruh dunia.

Momentum tersebut secara historis dikaitkan dengan World Federation of the Deaf (WFD) yang menggagas rangkaian peringatan sejak 1958. Dalam kalender WFD 2026, International Week of Deaf People berlangsung pada 21–27 September, sementara International Day of Sign Languages diperingati pada 23 September.

Rangkaian tersebut menempatkan hak komunitas Tuli, pengakuan bahasa isyarat, budaya, dan akses yang setara sebagai bagian penting dari agenda peringatan.

Dengan demikian, 27 September 2026 juga menjadi bagian dari rangkaian momentum global untuk memperkuat pemahaman masyarakat mengenai kehidupan dan hak komunitas Tuli.

5. Hari Sungai Sedunia

Hari Sungai Sedunia atau World Rivers Day diperingati setiap Minggu keempat September. Pada 2026, tanggal tersebut jatuh pada 27 September.

Peringatan ini bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya sungai bagi kehidupan manusia, lingkungan, dan keberlangsungan ekosistem.

Gagasan Hari Sungai Sedunia berkembang dari kegiatan British Columbia Rivers Day di Kanada yang digagas pegiat konservasi sungai Mark Angelo. Keberhasilan kegiatan tersebut kemudian mendorong pengembangan peringatan sungai dalam skala global.

Hari Sungai Sedunia pertama kali diperingati pada 2005 dan kemudian berkembang ke berbagai negara. Hingga kini, momentum tersebut digunakan untuk mengajak masyarakat memberikan perhatian terhadap pencemaran, kerusakan habitat, dan berbagai persoalan yang mengancam kondisi sungai.

Pelestarian sungai tidak hanya berkaitan dengan kualitas air, tetapi juga dengan keberlangsungan ekosistem serta kehidupan masyarakat yang bergantung pada sumber daya sungai.

27 September diisi berbagai momentum

Berbagai peringatan yang jatuh pada 27 September 2026 memiliki latar belakang yang berbeda.

Hari Bhakti Postel mengingatkan sejarah perjuangan mengambil alih fasilitas komunikasi pada masa awal kemerdekaan. HUT Kota Palu menjadi momentum untuk mengenang perjalanan pemerintahan dan perkembangan kota tersebut.

Sementara itu, Hari Pariwisata Sedunia mengangkat perkembangan sektor wisata di tingkat global, termasuk tantangan dan peluang pemanfaatan teknologi digital serta AI.

Hari Tuli Sedunia menyoroti hak, identitas, budaya, dan aksesibilitas bagi komunitas Tuli. Adapun Hari Sungai Sedunia mengajak masyarakat memberikan perhatian lebih besar terhadap keberlangsungan sungai dan ekosistem di sekitarnya.

Dengan demikian, ketika masyarakat mencari tahu tanggal 27 September memperingati apa, ada sedikitnya lima momentum utama yang dapat dikenang pada 2026, baik yang berkaitan dengan sejarah Indonesia maupun isu sosial dan lingkungan di tingkat internasional.

Pilihan Redaksi:
Tersalin 👍
Redaksi PEWARTA
Redaksi PEWARTA
Portal berita Indonesia terkini 2026, viral terbaru dan terpopuler hari ini disajikan secara update. Bagian dari ekosistem media online Pewarta Network.

WARTA TERBARU

  • Tanggal 27 September Memperingati Apa Saja? Ini Lima Agenda dan Peristiwa yang Diperingati Hari Ini
  • Tanggal 27 September Memperingati Apa Saja? Ini Lima Agenda dan Peristiwa yang Diperingati Hari Ini
  • Tanggal 27 September Memperingati Apa Saja? Ini Lima Agenda dan Peristiwa yang Diperingati Hari Ini
  • Tanggal 27 September Memperingati Apa Saja? Ini Lima Agenda dan Peristiwa yang Diperingati Hari Ini
  • Tanggal 27 September Memperingati Apa Saja? Ini Lima Agenda dan Peristiwa yang Diperingati Hari Ini
  • Tanggal 27 September Memperingati Apa Saja? Ini Lima Agenda dan Peristiwa yang Diperingati Hari Ini