15 Usaha Sampingan untuk Karyawan yang Bisa Dijalankan Setelah Pulang Kerja, Peluang Cuan Akhir Tahun 2026
![]() |
| Ilustrasi seorang karyawan yang memiliki pekerjaan utama tetap bisa menjalankan bisnis sampingan sepulang kerja. (Dok. PEWARTA) |
PEWARTA.CO.ID — Memiliki pekerjaan utama tidak berarti peluang mendapatkan penghasilan tambahan harus berhenti setelah jam kantor selesai. Bagi karyawan, usaha sampingan justru dapat menjadi pilihan untuk menambah pemasukan tanpa harus langsung meninggalkan pekerjaan tetap.
Memasuki Oktober hingga Desember 2026, waktu luang setelah pulang kerja juga dapat dimanfaatkan untuk menjalankan usaha yang operasionalnya fleksibel. Model bisnis berbasis pesanan, jasa digital, sistem preorder, hingga produk yang dapat dikerjakan pada malam atau akhir pekan relatif lebih mudah disesuaikan dengan jadwal karyawan.
Namun, usaha sampingan karyawan sebaiknya tidak dipilih hanya karena terlihat menguntungkan. Faktor seperti modal, waktu pengerjaan, kebutuhan tenaga tambahan, kemampuan pribadi, akses ke pelanggan, dan kemungkinan benturan dengan pekerjaan utama perlu dihitung sejak awal.
Berikut 15 usaha sampingan yang dapat dijalankan setelah pulang kerja, termasuk beberapa pilihan yang relevan untuk mengejar tambahan pemasukan pada akhir tahun 2026.
Daftar usaha sampingan yang cocok untuk karyawan
| Usaha | Pola kerja | Modal relatif | Cocok untuk |
|---|---|---|---|
| Reseller atau preorder produk kebutuhan | Berbasis pesanan | Rendah | Pemula |
| Makanan beku | Produksi dan stok terbatas | Sedang | Suka memasak |
| Snack dan hampers | Pesanan musiman | Rendah-sedang | Suka membuat paket |
| Minuman literan | Produksi sore atau malam | Sedang | Punya pasar lokal |
| Laundry atau cuci sepatu antar-jemput | Berdasarkan pesanan | Sedang | Area permukiman |
| Jasa desain | Berbasis proyek | Rendah | Punya kemampuan desain |
| Admin media sosial | Berbasis langganan | Rendah | Aktif di media sosial |
| Penulis freelance | Berbasis proyek | Rendah | Suka menulis |
| Editor video pendek | Berbasis proyek | Rendah | Menguasai aplikasi edit |
| Fotografi produk atau acara | Berdasarkan jadwal | Sedang | Memiliki perangkat |
| Les privat | Per sesi | Rendah | Menguasai bidang tertentu |
| Jasa terjemahan atau transkripsi | Berbasis proyek | Rendah | Menguasai bahasa |
| Affiliate marketing | Berbasis konten | Rendah | Aktif di platform digital |
| Produk digital | Sekali buat, dijual berulang | Rendah | Kreator atau pekerja digital |
| Merchandise custom | Sistem preorder | Rendah-sedang | Punya jaringan komunitas |
Daftar tersebut sengaja menggabungkan usaha barang dan jasa karena kebutuhan karyawan tidak sama. Ada yang memiliki modal tetapi waktu terbatas, sementara yang lain memiliki keterampilan tetapi tidak ingin menyimpan stok barang di rumah.
1. Reseller atau preorder produk kebutuhan
![]() |
| Ilustrasi bisnis sistem reseller. (Dok. Canva) |
Reseller menjadi salah satu pilihan paling praktis untuk karyawan karena aktivitas penjualan dapat dilakukan setelah jam kerja. Penjual tidak harus memproduksi barang sendiri dan dapat memulai dengan sistem preorder agar risiko stok menumpuk lebih kecil.
Produk yang dipilih sebaiknya memiliki pasar yang sudah dikenal, misalnya perlengkapan rumah, aksesori, pakaian, makanan ringan, produk perawatan, atau kebutuhan komunitas tertentu. Jaringan kantor juga dapat menjadi sumber pelanggan awal selama aktivitas tersebut tidak melanggar kebijakan perusahaan.
Model preorder juga membuat pekerjaan lebih terukur karena pesanan dikumpulkan terlebih dahulu sebelum barang dipesan kepada pemasok. Karyawan dapat menentukan jadwal pengumpulan pesanan, pembayaran, dan pengiriman pada malam hari atau akhir pekan.
Untuk akhir 2026, produk yang berkaitan dengan kebutuhan liburan, hadiah, perlengkapan rumah, dan kebutuhan pergantian tahun dapat menjadi salah satu tema yang diuji. Jangan membeli stok dalam jumlah besar sebelum mengetahui produk tersebut benar-benar memiliki permintaan.
2. Menjual makanan beku dari rumah
Makanan beku atau frozen food bisa dijalankan oleh karyawan yang memiliki kemampuan memasak dan memiliki akses ke konsumen di sekitar rumah. Keunggulan model ini adalah sebagian pekerjaan dapat dilakukan sekaligus dalam satu waktu pada malam hari atau akhir pekan.
Produk dapat berupa risoles, dimsum, nugget homemade, pempek, sambal beku, lauk siap masak, atau produk lain yang dapat disimpan sesuai ketentuan keamanan pangan. Fokus awal sebaiknya hanya pada beberapa menu supaya pengadaan bahan, produksi, pengemasan, dan pencatatan pesanan tidak mengganggu pekerjaan utama.
Sistem pre-order juga bisa dipakai untuk menghindari produksi berlebihan. Karyawan cukup menetapkan hari produksi, batas pemesanan, dan jadwal pengambilan atau pengiriman.
Usaha ini memiliki peluang berkembang ketika pelanggan mulai membeli berulang, tetapi kualitas produk dan konsistensi rasa harus dijaga sejak awal. Jangan mengorbankan waktu istirahat hanya untuk mengejar jumlah pesanan karena usaha sampingan seharusnya tetap dapat berjalan berdampingan dengan pekerjaan utama.
3. Snack dan hampers untuk akhir tahun
Oktober hingga Desember dapat menjadi momentum untuk menguji bisnis snack box, paket camilan, atau hampers sederhana. Produk semacam ini dapat diarahkan untuk kebutuhan hadiah, acara keluarga, komunitas, kantor, maupun perayaan tertentu.
Karyawan tidak harus langsung membuat hampers dalam jumlah besar. Pesanan dapat dibuat berdasarkan katalog sederhana dengan beberapa pilihan isi dan kemasan sehingga produksi baru dilakukan setelah pelanggan memesan.
Nilai bisnisnya terletak pada kemampuan mengemas produk biasa menjadi paket yang lebih praktis untuk diberikan kepada orang lain. Karyawan yang memiliki kemampuan desain juga bisa menggabungkan jasa desain kartu ucapan, label, atau kartu nama dengan produk hampers.
Peluang akhir tahun memang dapat dimanfaatkan, tetapi jangan menganggap permintaan otomatis tinggi. Uji terlebih dahulu melalui jaringan pertemanan, grup komunitas, atau pelanggan lokal sebelum menyediakan stok dalam jumlah besar.
4. Menjual minuman literan atau minuman siap konsumsi
Minuman literan dapat menjadi pilihan untuk karyawan yang tinggal di wilayah dengan pasar lokal yang cukup aktif. Produksi bisa dilakukan setelah pulang kerja untuk pesanan yang akan diambil atau dikirim pada malam hari.
Produk dapat disesuaikan dengan kemampuan dan peralatan yang dimiliki, misalnya kopi susu, teh, minuman buah, susu, atau varian minuman lain. Tidak perlu terlalu banyak rasa pada tahap awal karena semakin banyak variasi, semakin rumit pula pengadaan bahan dan pengelolaan stoknya.
Pasar awal bisa berasal dari lingkungan perumahan, teman kantor, komunitas, atau pelanggan yang sudah mengenal produk. Sistem pesan hari ini dan kirim pada jam tertentu juga membuat kegiatan operasional lebih mudah dikontrol.
Hal yang perlu diperhatikan adalah masa simpan, kebersihan, kemasan, dan cara penyimpanan. Jangan menjual produk pangan dengan mengabaikan ketentuan keamanan pangan yang berlaku.
5. Jasa laundry atau cuci sepatu sistem antar-jemput
![]() |
| Ilustrasi jasa laundry. (Dok. Canva) |
Karyawan yang tinggal di kawasan permukiman dapat menguji bisnis laundry atau cuci sepatu dengan model antar-jemput. Aktivitas utamanya tidak harus dilakukan sepanjang hari karena pengambilan dan pengantaran dapat dijadwalkan sebelum atau setelah jam kantor.
Pada tahap awal, tidak semua peralatan harus dibeli sendiri. Salah satu model yang bisa diuji adalah bekerja sama dengan penyedia laundry atau jasa cuci yang sudah berjalan, kemudian mengambil margin dari layanan antar-jemput dan pemasaran.
Model tersebut cocok bagi orang yang lebih nyaman mengelola pelanggan daripada melakukan seluruh proses pencucian. Setelah permintaan stabil, bisnis baru dapat dikembangkan dengan peralatan sendiri atau menambah layanan.
Keuntungan lain adalah pelanggan lokal berpotensi melakukan pembelian berulang. Tantangannya adalah ketepatan waktu karena pelanggan biasanya memiliki ekspektasi jelas mengenai kapan barang akan diambil dan dikembalikan.
6. Jasa desain untuk UMKM dan kebutuhan personal
Karyawan yang menguasai desain grafis dapat mengubah keterampilan tersebut menjadi sumber pemasukan setelah jam kerja. Produk jasanya bisa berupa poster promosi, menu, katalog, kartu nama, presentasi, desain media sosial, atau materi visual sederhana untuk UMKM.
Bisnis jasa memiliki keuntungan karena tidak membutuhkan stok barang. Komunikasi dengan klien, pengerjaan desain, revisi, dan pengiriman hasil dapat dijadwalkan pada malam hari.
Untuk mendapatkan pelanggan pertama, portofolio sering kali lebih penting daripada membuat daftar layanan yang terlalu panjang. Beberapa contoh desain untuk kategori usaha berbeda dapat menunjukkan kemampuan tanpa harus menunggu proyek pertama datang.
Karyawan juga perlu menentukan batas revisi, waktu pengerjaan, dan jam komunikasi sejak awal. Cara tersebut membantu mencegah pekerjaan sampingan masuk ke seluruh waktu istirahat atau mengganggu jam kerja utama.
7. Menjadi admin media sosial bisnis kecil
Banyak usaha kecil membutuhkan bantuan untuk menjaga aktivitas media sosial tetap berjalan, tetapi belum tentu membutuhkan karyawan penuh waktu. Kondisi tersebut menciptakan ruang bagi pekerja yang sudah terbiasa membuat konten atau mengelola akun digital.
Jasa yang ditawarkan dapat berupa membuat kalender konten, menulis caption, mengunggah konten, menjawab pertanyaan dasar, atau membuat laporan sederhana. Lingkup pekerjaan perlu dibuat jelas karena istilah "admin media sosial" dapat mencakup tugas yang sangat luas.
Karyawan dapat mengerjakan sebagian besar pekerjaan pada malam hari dengan sistem penjadwalan konten. Untuk pertanyaan pelanggan yang membutuhkan respons cepat, perlu ada kesepakatan apakah pemilik usaha tetap menangani komunikasi pada jam kerja.
Model bisnis ini lebih menarik ketika menggunakan sistem langganan bulanan. Pendapatan menjadi lebih mudah diproyeksikan dibandingkan hanya mengandalkan proyek satu kali.
8. Menjadi penulis freelance setelah pulang kerja
![]() |
| Ilustrasi jasa penulis freelance. (Dok. Canva) |
Kemampuan menulis dapat menjadi modal usaha tanpa harus membeli peralatan khusus selain komputer dan koneksi internet. Jasa yang ditawarkan dapat mencakup artikel, copywriting, deskripsi produk, naskah media sosial, atau penyuntingan tulisan.
Karyawan tidak perlu menerima semua jenis tulisan. Menentukan niche tertentu, seperti teknologi, bisnis, pendidikan, properti, kuliner, atau gaya hidup, dapat membantu membangun portofolio yang lebih mudah dikenali.
Pekerjaan sebaiknya diatur dengan target realistis berdasarkan waktu luang. Menerima terlalu banyak proyek hanya karena ingin menambah pemasukan justru dapat menurunkan kualitas dan membuat pekerjaan utama ikut terganggu.
Bagi pemula, membangun beberapa contoh karya yang rapi dapat menjadi langkah awal sebelum menawarkan jasa kepada calon klien. Portofolio juga membantu calon pelanggan memahami kemampuan penulis tanpa harus meminta pekerjaan percobaan yang tidak jelas.
9. Jasa edit video pendek
Video pendek terus menjadi format yang digunakan banyak bisnis untuk memperkenalkan produk dan aktivitas mereka. Karyawan yang sudah menguasai aplikasi editing dapat menawarkan jasa pemotongan video, subtitle, transisi, pengaturan audio, dan penyusunan video pendek.
Pekerjaan tersebut relatif cocok dilakukan setelah pulang kerja karena sebagian besar prosesnya dapat dikerjakan dari rumah. Pengiriman file juga bisa dilakukan secara digital sehingga tidak membutuhkan aktivitas operasional di luar rumah.
Agar waktu tidak habis untuk revisi, layanan sebaiknya memiliki batasan yang jelas sejak awal. Misalnya, jumlah video, durasi, jumlah revisi, dan jenis materi yang harus diberikan klien.
Peluang yang lebih stabil bisa muncul dari klien yang membutuhkan konten secara rutin. Karyawan dapat menawarkan paket mingguan atau bulanan setelah mengetahui kemampuan produksinya sendiri.
10. Fotografi produk atau acara pada waktu tertentu
Pemilik kamera atau ponsel dengan kemampuan fotografi yang baik dapat mencoba jasa dokumentasi produk, makanan, ulang tahun, komunitas, atau kegiatan kecil. Jenis usaha ini lebih cocok bagi karyawan yang memiliki waktu luang pada malam tertentu atau akhir pekan.
Untuk fotografi produk, sesi pengambilan gambar dapat dijadwalkan setelah jam kantor dan hasilnya diedit kemudian. Sementara itu, dokumentasi acara biasanya memerlukan penyesuaian jadwal yang lebih ketat.
Tidak perlu langsung membeli perlengkapan mahal. Perangkat yang tersedia dapat dimanfaatkan untuk menguji apakah ada permintaan pasar sebelum menambah investasi.
Portofolio menjadi bagian penting dalam usaha ini karena calon pelanggan perlu melihat hasil sebelum menggunakan jasa. Mulailah dari proyek kecil dan pastikan hasil yang dipublikasikan sudah mendapat izin dari pihak yang bersangkutan.
11. Les privat atau kelas online
Mengajar merupakan salah satu usaha sampingan yang paling mudah disesuaikan dengan jadwal apabila seseorang memiliki keahlian yang dibutuhkan orang lain. Mata pelajaran sekolah, bahasa asing, komputer, desain, musik, hingga keterampilan kerja dapat menjadi bidang yang ditawarkan sesuai kemampuan.
Karyawan dapat menentukan jadwal pada malam tertentu sehingga tidak mengganggu jam kantor. Model online juga mengurangi kebutuhan perjalanan dan memungkinkan satu pengajar melayani siswa dari lokasi berbeda.
Sebaiknya jangan menetapkan jadwal terlalu padat pada awal usaha. Beberapa sesi per minggu sudah cukup untuk menguji respons pasar sambil melihat apakah aktivitas tersebut masih nyaman dijalankan dalam jangka panjang.
Usaha ini juga dapat berkembang dari les individual menjadi kelas kecil. Ketika materi sudah tersusun, waktu yang dibutuhkan untuk mengajar beberapa peserta sekaligus bisa lebih efisien.
12. Jasa terjemahan atau transkripsi
Penguasaan bahasa asing atau kemampuan mengetik dengan cepat dapat dimanfaatkan menjadi jasa berbasis proyek. Pekerjaan dapat mencakup penerjemahan dokumen, transkripsi audio, subtitle, atau penyuntingan teks sesuai kebutuhan klien.
Model ini menarik bagi karyawan karena pengerjaannya dapat dilakukan dari rumah tanpa harus menyediakan tempat usaha. Jadwal pengerjaan juga relatif fleksibel selama tenggat waktu disepakati dengan jelas.
Kualitas menjadi faktor penting karena kesalahan istilah dapat mengurangi kepercayaan klien. Karena itu, jangan menerima proyek yang berada jauh di luar kemampuan bahasa atau bidang pengetahuan hanya demi mendapatkan pekerjaan.
Untuk mendapatkan pelanggan berulang, simpan catatan mengenai gaya bahasa, istilah khusus, dan preferensi format dari setiap klien. Administrasi sederhana tersebut dapat mempercepat pengerjaan proyek berikutnya.
13. Affiliate marketing berbasis konten
![]() |
| Ilustrasi affiliate marketing. (Dok. Canva) |
Affiliate marketing dapat dijalankan tanpa menyimpan produk sendiri karena penghasilan berasal dari aktivitas promosi terhadap produk atau layanan yang memiliki program afiliasi. Karyawan dapat membuat konten berdasarkan pengalaman, demonstrasi penggunaan, perbandingan fitur, atau informasi produk yang memang bermanfaat bagi calon pembeli.
Model ini membutuhkan waktu untuk membangun audiens dan kepercayaan. Karena itu, affiliate marketing sebaiknya tidak diperlakukan sebagai cara mendapatkan uang secara instan setelah membuat beberapa unggahan.
Pilih kategori yang memang dipahami, seperti perlengkapan kerja, teknologi, peralatan rumah, hobi, atau kebutuhan sehari-hari. Konten yang membantu orang mengambil keputusan biasanya lebih berguna daripada unggahan yang sekadar menempatkan tautan promosi.
Karyawan juga perlu memahami ketentuan platform yang digunakan dan menyampaikan hubungan afiliasi secara transparan. Jangan memberikan ulasan positif atas produk yang belum pernah digunakan hanya karena komisi yang ditawarkan lebih besar.
Selain produk fisik, program affiliate marketing juga bisa dalam bentuk menawarkan produk digital, seperti jasa kreatif, desain, hingga penerbitan. Tentu jenis ini adalah yang paling mudah karena hanya bertugas menawarkan jasa dari layanan terkait digital.
PEWARTA.co.id sendiri sebagai portal berita online turut membuka kesempatan bagi para pegiat internet marketing untuk berpartisipasi dalam program affiliate marketing. Peluang mendapat cuan cukup mudah, serta tanpa perlu mengeluarkan biaya sepeser pun.
Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi customer service (CS) Pewarta Network via chat di nomor:
- 0812-9000-7751 (CS 1)
- 0812-9000-7752 (CS 2)
14. Menjual produk digital
Produk digital merupakan salah satu model usaha yang menarik karena tidak membutuhkan proses pengiriman barang secara fisik. Contohnya adalah template spreadsheet, template presentasi, desain undangan, planner digital, dokumen kerja, template CV, atau materi pembelajaran.
Kelebihannya bagi karyawan adalah produk dapat dibuat pada malam hari kemudian dijual berulang kali. Satu produk yang sudah selesai tidak harus dibuat kembali setiap kali ada pembeli.
Tantangan utamanya adalah menentukan produk yang benar-benar memiliki kegunaan. Template yang terlihat bagus belum tentu bernilai jika tidak membantu menyelesaikan masalah tertentu.
Karena itu, lebih baik membuat produk berdasarkan kebutuhan yang sudah dipahami dari pekerjaan atau lingkungan sekitar. Seorang staf administrasi, misalnya, mungkin lebih mudah membuat template pencatatan yang benar-benar praktis karena memahami masalah yang dihadapi penggunanya.
15. Merchandise custom dengan sistem preorder
Kaos, mug, tote bag, tumbler, kalender, kartu ucapan, atau merchandise komunitas dapat dijual menggunakan sistem preorder. Model ini memungkinkan karyawan bekerja sama dengan vendor produksi tanpa harus membeli mesin sendiri atau menyimpan stok dalam jumlah besar.
Peluang akhir tahun dapat dikaitkan dengan kebutuhan hadiah, acara komunitas, keluarga, organisasi, atau kebutuhan internal sebuah kelompok. Kunci utamanya adalah mendapatkan pesanan terlebih dahulu sebelum melakukan produksi.
Karyawan dapat mengurus desain, katalog, komunikasi pelanggan, dan pengumpulan pesanan pada malam hari. Produksi kemudian diserahkan kepada vendor yang sudah dipilih berdasarkan kualitas, harga, dan kemampuan memenuhi tenggat waktu.
Model ini juga memungkinkan usaha berkembang menjadi jasa pengadaan merchandise skala kecil. Namun, jangan menjanjikan jumlah produksi atau tanggal pengiriman yang belum dipastikan oleh vendor.
Cara memilih usaha yang paling masuk akal setelah pulang kerja
Tidak semua usaha sampingan cocok untuk setiap karyawan. Pilihan yang terlihat menjanjikan di internet belum tentu sesuai dengan waktu, modal, kemampuan, dan lingkungan calon pelaku usaha.
Langkah pertama adalah menghitung waktu nyata yang tersedia setelah pekerjaan utama selesai. Karyawan yang hanya memiliki satu hingga dua jam pada malam hari sebaiknya memilih model berbasis jasa, preorder, atau produk digital daripada usaha yang membutuhkan produksi setiap hari.
Faktor kedua adalah modal. Usaha berbasis keterampilan seperti penulisan, desain, editing, les, terjemahan, dan administrasi digital bisa dimulai tanpa investasi stok yang besar.
Faktor ketiga adalah akses terhadap pelanggan. Produk makanan mungkin cocok bagi orang yang memiliki jaringan kuat di lingkungan perumahan, sedangkan jasa desain dapat lebih mudah dipasarkan kepada UMKM melalui jaringan profesional atau komunitas.
Pilih satu model terlebih dahulu dan uji dalam skala kecil selama beberapa minggu. Tujuannya bukan sekadar melihat omzet, tetapi mengetahui apakah proses produksi, pemasaran, pelayanan pelanggan, dan pengiriman bisa dijalankan tanpa mengganggu pekerjaan utama.
Strategi agar bisnis sampingan tidak mengganggu pekerjaan utama
Usaha sampingan sebaiknya memiliki jam operasional yang jelas. Contohnya, pesanan masuk hingga pukul tertentu, pengerjaan dilakukan setelah makan malam, sedangkan komunikasi pelanggan pada hari kerja dibatasi pada waktu yang tidak bertabrakan dengan pekerjaan utama.
Pisahkan uang usaha dari uang pribadi sejak transaksi pertama. Rekening terpisah memang tidak selalu wajib untuk usaha mikro, tetapi pencatatan terpisah akan membuat pemilik usaha lebih mudah mengetahui apakah kegiatan tersebut benar-benar menghasilkan keuntungan.
Jangan menghitung keuntungan hanya dari selisih harga jual dan harga beli. Biaya kemasan, ongkos kirim yang ditanggung penjual, bahan pendukung, biaya platform, listrik, peralatan, serta waktu pengerjaan juga perlu diperhitungkan.
Karyawan juga perlu memeriksa kontrak kerja dan kebijakan perusahaan sebelum menjalankan usaha. Hindari menggunakan data pelanggan, aset, waktu kerja, atau sumber daya perusahaan untuk kepentingan bisnis pribadi.
Peluang akhir tahun perlu dibaca sebagai momentum, bukan jaminan penjualan
Periode Oktober hingga Desember dapat menjadi waktu yang menarik untuk menguji produk yang berhubungan dengan kebutuhan akhir tahun. Hampers, hadiah, merchandise, makanan, jasa dokumentasi, produk digital, maupun layanan yang membantu bisnis lain menyiapkan materi promosi dapat dikembangkan sesuai kondisi pasar setempat.
Namun, momentum musiman tidak berarti semua produk otomatis laku. Pelaku usaha tetap perlu menguji permintaan, menghitung biaya, menentukan harga, dan melihat respons pelanggan sebelum meningkatkan kapasitas.
Bagi karyawan, ukuran keberhasilan usaha sampingan juga tidak harus langsung menggantikan gaji bulanan. Bisnis yang mampu menghasilkan tambahan pemasukan secara konsisten tanpa mengganggu pekerjaan utama sudah dapat menjadi fondasi untuk dikembangkan lebih lanjut.
Catatan administrasi sebelum usaha mulai berkembang
Ketika usaha mulai menghasilkan transaksi secara rutin, pencatatan omzet dan biaya sebaiknya sudah dilakukan sejak awal. Hal ini memudahkan pemilik usaha mengetahui kondisi keuangan sekaligus menyiapkan administrasi apabila skala bisnis meningkat.
Aspek perpajakan juga perlu diperhatikan karena aturan UMKM mengalami perubahan pada 2026. Direktorat Jenderal Pajak menyebut PP Nomor 20 Tahun 2026 mempertahankan tarif PPh Final 0,5 persen untuk wajib pajak yang memenuhi kriteria, dengan batas peredaran bruto tertentu Rp4,8 miliar dalam satu tahun pajak; untuk wajib pajak orang pribadi UMKM, terdapat fasilitas atas bagian omzet sampai Rp500 juta dalam satu tahun pajak sesuai ketentuan yang berlaku.
Ketentuan tersebut tidak berarti semua usaha otomatis menggunakan skema pajak yang sama. Jenis wajib pajak, bentuk usaha, omzet, dan kondisi masing-masing perlu diperhatikan sehingga ketika usaha mulai berkembang, pemilik sebaiknya memeriksa ketentuan resmi yang berlaku.
Bagi sahabat Pewarta yang masih bekerja penuh waktu, pilihan paling aman biasanya bukan usaha yang paling besar modalnya, melainkan usaha yang paling sesuai dengan kemampuan dan waktu yang benar-benar tersedia. Mulai dari satu produk atau satu layanan, cari pelanggan pertama, ukur hasilnya, lalu tingkatkan kapasitas hanya ketika prosesnya sudah sanggup berjalan tanpa mengorbankan pekerjaan utama dan waktu istirahat.




