5 Fitur Android Terbaru Oktober 2026, Ada yang Bisa Ingat Lokasi Barang
![]() |
| Android menghadirkan 5 fitur baru pada Oktober 2026 yang bakal lebih memudahkan aktivitas pengguna, salah satunya kemampuan mengingat lokasi barang pribadi. (Dok. PEWARTA) |
PEWARTA.CO.ID — Memasuki Oktober 2026, pengguna Android sudah memiliki sejumlah fitur baru yang terasa lebih dekat dengan kebutuhan sehari-hari. Google tidak hanya membawa perubahan pada sistem operasi Android 17, tetapi juga menambahkan kemampuan berbasis Gemini, Find Hub, serta sejumlah pembaruan yang menyentuh produktivitas, aksesibilitas, dan kenyamanan saat menggunakan ponsel.
Lima fitur berikut layak diperhatikan karena sebagian sudah tersedia pada perangkat yang kompatibel, sementara beberapa lainnya mengikuti ketersediaan perangkat, wilayah, bahasa, atau proses rollout. Salah satu yang paling praktis adalah kemampuan Gemini menyimpan lokasi barang yang diletakkan pengguna, bahkan ketika barang tersebut tidak dipasangi perangkat pelacak.
1. Find Hub
![]() |
| Ilustrasi fitur Find Hub di Android. (Dok. Google) |
Selama ini Find Hub dikenal untuk membantu mencari ponsel, perangkat yang hilang, atau barang yang terhubung dengan tag pelacak. Kini Google menambahkan kemampuan yang berbeda: Gemini dapat mengingat di mana pengguna meletakkan barang fisik tertentu, kemudian menyimpan informasi tersebut di Find Hub.
Fitur ini berguna untuk barang yang sering terselip tetapi tidak selalu memungkinkan dipasangi tracker, seperti paspor, kunci cadangan, dompet, kacamata, remote televisi, dokumen penting, baterai, atau perkakas.
Cara menggunakannya cukup sederhana. Pengguna dapat memanggil Gemini dan mengatakan, misalnya, “Hey Google, ingat di Find Hub saya menaruh paspor di laci kamar tidur atas,” kemudian Gemini akan mencatat barang dan lokasi tersebut. Pengguna juga dapat menambahkan foto untuk membantu mengingat barang yang dimaksud.
Ketika barang tersebut dibutuhkan kembali, pengguna dapat bertanya kepada Gemini, seperti “Di mana paspor saya?” atau membuka aplikasi Find Hub dan masuk ke bagian Remembered untuk melihat daftar barang yang telah disimpan. Informasi yang dicatat dapat diperbarui apabila barang dipindahkan ke tempat lain.
Perlu dicatat, fitur ini bukan sistem pelacakan lokasi secara real-time. Find Hub hanya menyimpan lokasi yang diberikan atau dideteksi ketika pengguna mencatat barang, sehingga akurasinya bergantung pada informasi tersebut. Google menyebut fitur ini membutuhkan Android 16 atau lebih baru, Find Hub, serta Gemini yang tersedia pada perangkat dan wilayah pengguna.
Bagi sahabat Pewarta yang sering lupa menaruh kunci, dokumen, atau barang kecil di rumah, fungsi ini justru bisa lebih berguna daripada fitur teknologi yang jauh lebih kompleks.
2. Motion Assist
![]() |
| Ilustrasi fitur Motion Assist di Android. (Dok. Ist) |
Salah satu tambahan Android 17 yang cukup unik adalah Motion Assist. Fitur ini dirancang untuk membantu mengurangi rasa mual ketika seseorang menggunakan ponsel sebagai penumpang di dalam kendaraan.
Motion Assist menampilkan gelembung visual kecil di bagian tepi layar. Gelembung tersebut bergerak mengikuti perubahan gerakan kendaraan, termasuk saat kendaraan berbelok, mempercepat laju, atau mengerem, dengan memanfaatkan sensor gerak pada ponsel.
Google menjelaskan bahwa pendekatan tersebut dirancang untuk membantu menyelaraskan apa yang dilihat mata dengan apa yang dirasakan tubuh. Fitur ini bukan berarti menjamin rasa mual hilang sepenuhnya, karena hasilnya dapat berbeda pada setiap pengguna.
Untuk mencobanya, buka Settings, masuk ke profil pengguna dan All services, kemudian cari Motion assist pada bagian Personal & device safety. Pengguna juga dapat langsung mencari “Motion assist” melalui kolom pencarian di Settings.
Motion Assist bisa diatur agar aktif otomatis ketika perangkat mendeteksi kendaraan sedang bergerak. Pengguna juga dapat menambahkan pintasan Motion Assist ke Quick Settings sehingga fitur tersebut dapat diaktifkan atau dimatikan dengan cepat.
Fitur ini membutuhkan perangkat dengan Android 17 atau lebih baru dan Google Play Services yang telah diperbarui.
3. Guided Vision
![]() |
| Ilustrasi fitur Guided Vision di Android. (Dok. Ist) |
Fitur lain yang patut diperhatikan datang dari integrasi Guided Vision pada Gemini Live. Kemampuan ini memungkinkan pengguna membagikan tampilan kamera kepada Gemini untuk memperoleh deskripsi dan panduan suara mengenai objek atau kondisi yang berada di depan kamera.
Pengguna dapat memanfaatkannya untuk membaca tulisan kecil pada kemasan, memahami menu dalam kondisi pencahayaan rendah, mengenali benda di sekitar, menerjemahkan teks, atau mendapatkan penjelasan mengenai warna, bentuk, dan pola sebuah objek.
Ada pula fungsi yang lebih interaktif. Ketika kamera belum diarahkan dengan tepat, Guided Vision dapat memberikan instruksi suara agar pengguna mengubah posisi kamera, menggeser pandangan, atau memusatkan objek yang ingin dikenali.
Untuk mencobanya, buka aplikasi Gemini pada perangkat Android, masuk ke pengaturan profil, lalu aktifkan Use Guided Vision in Live. Setelah itu, pengguna dapat memulai Gemini Live dan membagikan kamera untuk mendapatkan panduan audio.
Google menyebut Guided Vision diluncurkan secara bertahap sehingga belum tentu langsung tersedia bagi semua pengguna. Fitur tersebut juga dapat berbeda berdasarkan perangkat, wilayah, bahasa, dan ketersediaan Gemini.
Ada satu batasan penting yang perlu dipahami. Guided Vision dapat melakukan kesalahan dan Google tidak menyarankannya sebagai alat navigasi, pendeteksi rintangan, perangkat medis, atau pengganti panduan keselamatan saat bepergian.
4. Bubbles
![]() |
| Android 17 menghadirkan fitur Bubbles. (Dok. Ist) |
Android 17 juga membawa peningkatan pada Bubbles, fitur yang memungkinkan aplikasi dibuka dalam jendela mengambang tanpa harus meninggalkan aplikasi yang sedang digunakan. Pada Android 17, kemampuan ini diperluas sehingga tidak lagi terbatas pada pola penggunaan percakapan.
Google mencontohkan pengguna dapat membuat sebuah aplikasi menjadi bubble untuk tetap mengakses catatan, peta, tutorial, atau aplikasi lain tanpa terus-menerus berpindah layar. Pada perangkat layar besar seperti tablet dan perangkat lipat, bubble juga dapat dikelola melalui antarmuka bubble bar.
Cara mencobanya pada Pixel dengan Android 17 adalah dengan menekan dan menahan ikon aplikasi dari layar utama atau daftar semua aplikasi, kemudian memilih Bubble. Aplikasi akan muncul dalam jendela mengambang yang dapat digunakan sambil tetap berada di aplikasi lain.
Ketika terdapat lebih dari satu bubble, pengguna dapat mengelompokkannya dan berpindah di antara aplikasi dengan lebih cepat. Pada Pixel Fold atau tablet, bubble juga dapat dikelola dari taskbar.
Namun, dukungan dan tampilan Bubbles dapat bergantung pada perangkat serta implementasi aplikasi. Karena itu, tidak semua aplikasi akan memberikan pengalaman bubble yang sama.
Bagi pengguna yang sering membuka dua atau lebih aplikasi secara bergantian, pembaruan ini lebih relevan dibanding sekadar perubahan tampilan antarmuka.
5. Screen Reactions
![]() |
| Ilustrasi fitur Screen Reactions di Android 17. (Dok. Beebom) |
Android 17 juga membawa fitur Screen Reactions, yang ditujukan terutama untuk pengguna yang sering membuat konten dari layar ponsel. Fitur ini memungkinkan kamera depan dan rekaman layar digunakan secara bersamaan sehingga ekspresi pengguna dapat muncul di atas konten yang sedang direkam.
Dengan cara ini, pengguna tidak harus merekam layar terlebih dahulu lalu menggabungkan video wajah melalui aplikasi pengeditan lain. Google menyebutnya dapat digunakan untuk membuat video reaksi, memberi komentar terhadap konten, maupun membuat tutorial langkah demi langkah.
Pada perangkat Pixel, fitur tersebut dapat dimulai dari Quick Settings. Pengguna cukup membuka panel Quick Settings, memilih ikon perekaman layar, kemudian menggunakan opsi Screen Reactions untuk memasukkan rekaman kamera depan bersama rekaman layar.
Google menjelaskan Screen Reactions membutuhkan Android 17 atau lebih baru dan pada tahap awal hadir lebih dulu pada perangkat Pixel. Ketersediaannya tetap bergantung pada dukungan perangkat dan proses pembaruan masing-masing model.
Fitur tersebut menarik bagi pengguna media sosial karena alur produksi video menjadi lebih sederhana. Rekaman reaksi atau tutorial dapat dibuat langsung dari ponsel tanpa perlu berpindah ke perangkat atau aplikasi lain untuk menghasilkan tampilan dasar seperti efek green screen.
Tidak semua fitur langsung tersedia di setiap HP Android
Daftar fitur Android terbaru pada Oktober 2026 menunjukkan bahwa perkembangan Android sekarang tidak hanya bergantung pada nomor versi sistem operasi. Google juga mendistribusikan kemampuan baru melalui aplikasi, Gemini, Find Hub, Google Play Services, dan pembaruan fitur secara bertahap.
Android 17 sendiri telah dirilis dan tersedia pada perangkat Pixel yang didukung, sementara perangkat dari produsen lain mendapatkan pembaruan sesuai jadwal masing-masing. Google mencatat Android 17 mulai tersedia pada sebagian besar perangkat Pixel yang didukung dan perangkat baru dengan Android 17 akan hadir secara bertahap.
Karena itu, pengguna yang ingin mencoba fitur-fitur di atas sebaiknya memeriksa versi Android, memperbarui Google Play Services dan aplikasi terkait, serta memastikan perangkat memang mendukung fitur tersebut.
Dari lima fitur tersebut, Find Hub Remembered items menjadi salah satu yang paling praktis untuk penggunaan sehari-hari karena menyelesaikan persoalan sederhana yang sering terjadi: mengetahui kembali di mana sebuah barang terakhir kali disimpan. Sementara Motion Assist, Guided Vision, Bubbles, dan Screen Reactions menunjukkan arah Android 2026 yang semakin menggabungkan fungsi sistem, sensor, kamera, dan AI ke dalam aktivitas yang sebelumnya membutuhkan aplikasi tambahan.





