BEI Catat Investor Asing Jual Saham Rp94,87 Triliun Sepanjang 2026, IHSG Menguat 4,9 Persen
![]() |
| Aktivitas perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia mencatat aksi jual bersih investor asing dan penguatan IHSG pada perdagangan pekan ini. (Dok. Ist) |
PEWARTA.CO.ID — Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat aksi jual bersih investor asing di pasar saham mencapai Rp94,87 triliun sepanjang Januari hingga 23 Oktober 2026. Di tengah tekanan tersebut, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) justru mencatat penguatan 4,90 persen dalam perdagangan pekan ini dan ditutup di level 5.439.
Meski mengalami pemulihan secara mingguan, kinerja IHSG sejak awal tahun masih tertekan. Berdasarkan data yang disampaikan, indeks tercatat terkoreksi 37,82 persen secara year to date (YTD).
Aksi jual bersih investor asing meningkat
Tekanan jual investor asing masih berlanjut hingga penutupan perdagangan Jumat (23/10/2026). Sepanjang pekan tersebut, investor asing membukukan penjualan bersih sebesar Rp6,67 triliun atau setara USD369,83 juta.
Nilai tersebut meningkat dibandingkan pekan sebelumnya yang mencatat net sell Rp3,19 triliun atau USD177,04 juta. Dengan demikian, nilai jual bersih investor asing dalam denominasi rupiah naik sekitar 109,2 persen secara mingguan.
Di sisi lain, komposisi nilai perdagangan berdasarkan asal investor relatif tidak berubah. Investor domestik menyumbang sekitar 60 persen dari nilai transaksi, sedangkan investor asing berkontribusi sekitar 40 persen.
IHSG menguat 4,9 persen dalam sepekan
Di tengah derasnya aksi jual asing, IHSG menunjukkan penguatan dibandingkan penutupan pekan sebelumnya. Indeks berakhir di level 5.439, naik 4,90 persen dari posisi penutupan sebelumnya di level 5.185.
Penguatan indeks tersebut turut mendorong kenaikan kapitalisasi pasar BEI. Nilainya meningkat 4,66 persen menjadi Rp9.583 triliun, dibandingkan posisi pekan sebelumnya sebesar Rp9.157 triliun.
Meski mencatat kenaikan dalam sepekan, penguatan tersebut belum menghapus koreksi IHSG yang terjadi sejak awal 2026. Pergerakan indeks masih perlu dicermati dalam kaitannya dengan tekanan jual investor asing dan dinamika transaksi pasar saham.
Aktivitas transaksi saham ikut meningkat
Selain penguatan IHSG dan kapitalisasi pasar, aktivitas perdagangan saham juga mengalami peningkatan selama pekan ini. Rata-rata nilai transaksi harian naik 25,42 persen menjadi Rp20,34 triliun dari Rp16,22 triliun pada pekan sebelumnya.
Frekuensi transaksi harian turut bertambah 13,80 persen, dari rata-rata 1,72 juta kali menjadi 1,95 juta kali transaksi. Kenaikan ini menunjukkan aktivitas perdagangan berlangsung lebih ramai dibandingkan pekan sebelumnya.
Dengan demikian, perdagangan saham pada pekan ini memperlihatkan dua perkembangan yang berbeda. Investor asing masih mencatatkan aksi jual bersih dalam jumlah besar, sementara IHSG, kapitalisasi pasar, dan sejumlah indikator aktivitas perdagangan mengalami penguatan.
