Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Flavio Bolsonaro Kabur ke AS Usai Kalah dalam Pilpres Brasil

Flavio Bolsonaro kabur ke AS usai kalah dalam Pilpres Brasil dan mendapat visa bersama keluarganya di tengah penyelidikan hukum.

flavio bolsonaro tiba di as setelah kalah dalam pilpres brasil 2026
Flavio Bolsonaro, senator Brasil sekaligus putra mantan Presiden Jair Bolsonaro, dilaporkan tiba di Miami, Amerika Serikat, setelah kalah dalam pemilihan presiden Brasil 2026. (Dok. Ist)

PEWARTA.CO.ID — Senator Brasil Flavio Bolsonaro dilaporkan melarikan diri ke Amerika Serikat (AS) setelah kalah dalam pemilihan presiden melawan petahana Luiz Inacio Lula da Silva. Ia tiba di Miami pada Rabu (28/10/2026) bersama istri dan kedua putrinya setelah meninggalkan Brasil melalui Argentina dan Ekuador, menurut laporan Associated Press.

Pemerintah AS dikabarkan menyetujui pemberian visa bagi Flavio dan keluarganya setelah senator dari kubu sayap kanan tersebut kalah dalam putaran kedua pemilihan presiden pada Minggu (25/10/2026).

Flavio merupakan putra mantan Presiden Brasil Jair Bolsonaro yang kini menjalani hukuman penjara. Ia juga dikenal sebagai sekutu Presiden AS Donald Trump.

Flavio Bolsonaro tinggalkan Brasil di tengah penyelidikan

Kepergian Flavio ke AS terjadi ketika dirinya menghadapi sejumlah penyelidikan hukum di Brasil. Salah satunya berkaitan dengan dugaan pencucian uang dan pelanggaran aturan mata uang yang melibatkan hubungan keuangan dengan pengacara Willer Tomaz serta sejumlah bisnis perjudian daring.

Ia juga menghadapi penyelidikan terpisah terkait dugaan penyimpangan pendanaan film biografi ayahnya berjudul Dark Horse. Flavio membantah melakukan pelanggaran.

Sebelum meninggalkan Brasil, Flavio diperintahkan menyerahkan paspornya dalam batas waktu 24 jam sebagai bagian dari penyelidikan yang melibatkan Tomaz. Dokumen perjalanannya kemudian dilaporkan dibatalkan setelah ia tidak memenuhi tenggat waktu yang ditentukan.

Meski demikian, Flavio sempat membantah akan meninggalkan Brasil dan menyatakan tetap ingin memperjuangkan kepentingan politiknya setelah kekalahan dalam pemilu.

“Mereka tidak akan membungkam saya. Mereka tidak akan mengintimidasi saya. Mari kita tetap tegak dan terus berjuang demi Brasil kita, apa pun yang terjadi,” ujar Flavio dalam sebuah video yang diunggah pada Senin (26/10/2026).

Namun, perkembangan berikutnya menunjukkan bahwa ia telah meninggalkan Brasil bersama keluarganya dan melanjutkan perjalanan menuju AS.

Flavio sempat menolak hasil pemilu

Sebelum pergi ke luar negeri, Flavio sempat menolak menerima hasil pemilihan presiden dan berencana mengupayakan pembatalan hasil pemilu. Ia mempersoalkan perpanjangan waktu pemungutan suara selama dua jam yang dinilai menimbulkan kejanggalan.

Mahkamah Pemilihan Umum Brasil menyatakan bahwa kedua tim kampanye sebenarnya sempat meminta tambahan waktu pemungutan suara pada hari pemilihan karena adanya kendala teknis yang dialami para pemilih.

Donald Trump turut mempertanyakan proses pemilu Brasil tersebut, meskipun tidak menyertakan bukti untuk mendukung klaim adanya kejanggalan.

“Pemilihan itu terlihat sangat buruk, terutama cara penghitungan suaranya,” ujar Trump kepada wartawan pada Senin (26/10/2026).

“Perpanjangan waktu yang diberikan sangatlah aneh.”

Saudara Flavio juga menghadapi masalah hukum

Kepergian Flavio ke AS mengingatkan pada langkah saudaranya, Eduardo Bolsonaro, yang lebih dahulu pindah ke negara tersebut pada Februari 2025. Eduardo mengaku khawatir menghadapi persekusi politik dan penangkapan di Brasil.

Eduardo kemudian dinyatakan bersalah atas upaya mencampuri proses peradilan terhadap ayahnya melalui lobi di Washington agar pemerintah AS menjatuhkan sanksi kepada sejumlah pejabat Brasil. Pada Juni 2026, ia dijatuhi hukuman penjara selama empat tahun dua bulan.

Sementara itu, ayah mereka, Jair Bolsonaro, sedang menjalani hukuman penjara 27 tahun terkait perencanaan upaya kudeta setelah kalah dalam pemilihan presiden Brasil pada 2022. Jair membantah tuduhan terhadap dirinya dan menilai kasus tersebut bermotif politik.

Adapun Lula sebelumnya pernah menjabat sebagai presiden Brasil selama dua periode, yakni pada 2003–2010. Ia kembali memenangkan pemilihan presiden pada 2022 setelah sempat kehilangan hak politik akibat vonis korupsi yang kemudian dibatalkan oleh Mahkamah Agung Brasil.

Kekalahan Flavio dalam pemilu 2026 dan kepergiannya ke AS menjadi perkembangan terbaru dalam dinamika politik Brasil. Di tengah proses hukum yang masih berjalan, Flavio tetap membantah tuduhan yang diarahkan kepadanya.

Pilihan Redaksi:
Tersalin 👍
Redaksi PEWARTA
Redaksi PEWARTA
Portal berita Indonesia terkini 2026, viral terbaru dan terpopuler hari ini disajikan secara update. Bagian dari ekosistem media online Pewarta Network.

WARTA TERBARU

  • Flavio Bolsonaro Kabur ke AS Usai Kalah dalam Pilpres Brasil
  • Flavio Bolsonaro Kabur ke AS Usai Kalah dalam Pilpres Brasil
  • Flavio Bolsonaro Kabur ke AS Usai Kalah dalam Pilpres Brasil
  • Flavio Bolsonaro Kabur ke AS Usai Kalah dalam Pilpres Brasil
  • Flavio Bolsonaro Kabur ke AS Usai Kalah dalam Pilpres Brasil
  • Flavio Bolsonaro Kabur ke AS Usai Kalah dalam Pilpres Brasil