Gunung Anak Krakatau Naik ke Level III Siaga, Abu Vulkanik Menyebar hingga 1,8 Km ke Barat Selat Sunda
![]() |
| Gunung Anak Krakatau berstatus Level III Siaga setelah peningkatan aktivitas vulkanik disertai sebaran abu yang terpantau mengarah ke barat. (Dok. BMKG) |
PEWARTA.CO.ID — Status Gunung Anak Krakatau (GAK) meningkat dari Level II Waspada menjadi Level III Siaga, di tengah terpantau sebaran abu vulkanik yang bergerak ke arah barat.
Berdasarkan analisis Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), sebaran tersebut mencapai ketinggian 6.000 kaki atau sekitar 1,8 kilometer dan mencakup sebagian wilayah Selat Sunda bagian barat, Pandeglang, Banten.
Informasi itu disampaikan BMKG berdasarkan analisis citra Himawari-9 menggunakan kanal RGB untuk memantau sebaran abu vulkanik. Hasil pengamatan menunjukkan material tersebut terdeteksi dari permukaan hingga ketinggian sekitar 1,8 kilometer.
"Sebaran dari permukaan hingga ketinggian 6.000 ft (1.8 km) teramati ke arah Barat, mencakup sebagian Selat Sunda Barat Pandeglang," tulis BMKG lewat akun media sosial Instagram resminya, dikutip PEWARTA Sabtu (10/10/2026).
Aktivitas Gunung Anak Krakatau meningkat
Peningkatan status Gunung Anak Krakatau terjadi setelah aktivitas vulkaniknya menunjukkan perkembangan sejak awal Oktober 2026. Badan Geologi mencatat sebanyak 14 kali erupsi selama periode 6–9 Oktober 2026.
Catatan tersebut menjadi bagian dari perkembangan aktivitas gunung api yang perlu diperhatikan masyarakat, terutama mereka yang berada di sekitar kawasan Selat Sunda. Sebaran abu vulkanik yang terpantau ke arah barat juga menjadi perhatian dalam pemantauan kondisi atmosfer di wilayah terdampak.
Radius 5 kilometer ditutup untuk masyarakat dan wisatawan
Dengan status Level III atau Siaga, masyarakat dan wisatawan dilarang memasuki wilayah dalam radius 5 kilometer dari pusat erupsi Gunung Anak Krakatau. Pembatasan tersebut perlu dipatuhi untuk menghindari risiko yang berkaitan dengan aktivitas vulkanik.
BMKG juga mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan dan mengikuti arahan otoritas terkait. Imbauan ini disampaikan seiring pemantauan sebaran abu vulkanik dan perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau.
“Masyarakat juga diimbau meningkatkan kewaspadaan dan mengikuti arahan otoritas terkait,” demikian keterangan BMKG tersebut.
Perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau perlu terus dicermati, terutama oleh masyarakat dan wisatawan yang beraktivitas di sekitar Selat Sunda. Warga diminta mematuhi pembatasan radius bahaya serta memperhatikan informasi resmi dari instansi berwenang.
