Iran Klaim Tembak Jatuh dan Tangkap Drone AS di Selat Hormuz, Washington Membantah
![]() |
| Iran dan Amerika Serikat saling berhadapan dalam serangkaian klaim insiden militer di kawasan strategis Selat Hormuz. (Dok. Ist) |
PEWARTA.CO.ID — Ketegangan Iran dan Amerika Serikat (AS) di kawasan Selat Hormuz kembali meningkat setelah Teheran mengklaim berhasil melumpuhkan sekaligus menangkap sebuah drone militer AS menggunakan teknologi peperangan elektronik.
Melalui kantor berita pemerintah Iran, IRNA, Angkatan Udara Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) menyebut pesawat nirawak jenis MQM-170 berhasil dilumpuhkan di atas Pulau Qeshm.
IRNA melaporkan, operasi tersebut dilakukan menggunakan sistem peperangan elektronik canggih dan menjadi kali kedua personel Garda Revolusi Iran mengklaim berhasil menguasai drone sejenis secara utuh.
Sebelumnya, Garda Revolusi Iran juga menyatakan telah mengambil alih kendali sebuah drone MQM-170 milik AS di wilayah barat Selat Hormuz melalui operasi peperangan elektronik.
Namun, klaim keberhasilan Iran menangkap drone tersebut belum dapat diverifikasi secara independen. Pihak militer AS sebelumnya juga membantah laporan mengenai pengambilalihan drone oleh pasukan Iran.
CENTCOM bantah klaim Iran hancurkan kapal nirawak AS
Selain insiden drone, Angkatan Laut Iran turut mengumumkan klaim penghancuran sebuah kapal permukaan nirawak milik pihak yang disebut sebagai musuh di sebelah timur Selat Hormuz.
Informasi tersebut disampaikan melalui kantor berita resmi IRNA pada Jumat, 30 Oktober 2026.
Namun, Komando Pusat Militer AS (CENTCOM) membantah klaim Iran mengenai kehancuran kapal permukaan nirawak militer AS tersebut.
Melalui pernyataan di akun media sosial X, CENTCOM menegaskan seluruh kapal permukaan nirawak milik militer AS yang beroperasi di kawasan Timur Tengah masih terdata.
“Seluruh kapal permukaan nirawak militer AS di Timur Tengah telah terdata, termasuk satu skuadron drone laut canggih yang berpatroli di Selat Hormuz untuk mendukung lapisan pertahanan CENTCOM,” demikian pernyataan CENTCOM melalui akun X, dikutip dari TRT World, Sabtu (31/10/2026).
Pernyataan tersebut menjadi bantahan Washington terhadap klaim Teheran yang menyebut telah menghancurkan aset kapal nirawak militer AS di kawasan tersebut.
Iran klaim sejumlah kapal tanker terbakar dan meledak
Ketegangan di Selat Hormuz juga diwarnai laporan mengenai insiden yang melibatkan sejumlah kapal tanker minyak.
Angkatan Laut Garda Revolusi Iran menyebut beberapa kapal tanker mengalami kebakaran dan ledakan setelah berupaya melintasi jalur pelayaran yang dianggap tidak sah oleh Teheran.
Salah satu kapal yang dilaporkan mengalami insiden tersebut disebut mengangkut sekitar dua juta barel minyak mentah dan terkena ranjau laut.
Meski demikian, klaim Iran mengenai penyebab kebakaran dan ledakan kapal tanker tersebut belum dapat diverifikasi secara independen.
Secara terpisah, otoritas keselamatan maritim Inggris atau UK Maritime Trade Operations (UKMTO) juga melaporkan sebuah kapal tanker terkena proyektil tak dikenal ketika sedang melintasi kawasan Selat Hormuz.
Laporan UKMTO tersebut memberikan indikasi adanya insiden keamanan maritim di jalur pelayaran tersebut, meskipun belum ada kepastian bahwa kapal yang dimaksud merupakan salah satu kapal tanker dalam laporan Garda Revolusi Iran.
Selat Hormuz menjadi titik rawan ketegangan kawasan
Rangkaian laporan mengenai drone militer, kapal permukaan nirawak, hingga kapal tanker semakin memperbesar perhatian terhadap situasi keamanan di Selat Hormuz.
Jalur perairan yang berada di antara Iran dan Semenanjung Arab tersebut merupakan salah satu lintasan strategis bagi perdagangan energi dunia.
Selat Hormuz memiliki peran penting dalam pengiriman minyak mentah internasional, sehingga gangguan keamanan di kawasan ini berpotensi memengaruhi kelancaran distribusi energi global.
Insiden yang melibatkan kapal tanker juga menambah risiko bagi aktivitas pelayaran komersial, terutama ketika penyebab serangan dan pihak yang bertanggung jawab belum dapat dipastikan.
Hingga Sabtu, 31 Oktober 2026, sejumlah klaim Iran mengenai keberhasilan melumpuhkan aset militer AS masih belum terverifikasi secara independen.
Di sisi lain, Washington secara tegas membantah klaim penghancuran kapal permukaan nirawak miliknya dan menyatakan seluruh aset tersebut di kawasan Timur Tengah telah terdata.
