Kapal Kontainer Singapura Tenggelam Diduga Kena Ranjau di Selat Hormuz, 21 Awak Selamat
![]() |
| Kapal kontainer GFS Pride berbendera Singapura dilaporkan tenggelam setelah terkena proyektil di dekat Selat Hormuz. (Dok. Ist) |
PEWARTA.CO.ID — Kapal kontainer berbendera Singapura, GFS Pride, tenggelam di dekat Selat Hormuz setelah terkena proyektil yang memicu kerusakan dan kebakaran di atas kapal. Seluruh 21 awak kapal berhasil dievakuasi dengan selamat, menurut konfirmasi Otoritas Maritim dan Pelabuhan Singapura pada Rabu (14/10/2026).
Insiden tersebut menambah daftar kapal yang mengalami kerusakan akibat serangan di kawasan strategis pelayaran itu. Pada hari yang sama, sebuah kapal kargo curah berbendera Antigua dan Barbuda, Cape Dao, juga dilaporkan sedang tenggelam setelah upaya penyelamatannya gagal.
GFS Pride tenggelam setelah terkena proyektil
GFS Ship Management FZE, perusahaan pengelola GFS Pride yang berbasis di Uni Emirat Arab (UEA), belum dapat dihubungi untuk memberikan tanggapan terkait insiden tersebut.
Tenggelamnya GFS Pride menjadi insiden kedua kapal tenggelam sejak perang Amerika Serikat–Iran dimulai pada 28 Februari, berdasarkan data Organisasi Maritim Internasional (IMO), badan pelayaran Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
Kapal Cape Dao sebelumnya terkena proyektil pada 23 September. Perusahaan pengelolanya, Peonies Shipmanagement FZE yang juga berbasis di UEA, belum memberikan komentar ketika dimintai keterangan.
Vanguard, kelompok manajemen risiko maritim asal Inggris, menyampaikan perkembangan kondisi kapal tersebut melalui catatan pada Rabu.
“Kapal kargo curah berbendera Antigua & Barbuda, CAPE DAO, yang sebelumnya terkena serangan pada 23 September, dilaporkan sedang tenggelam setelah upaya penyelamatan gagal dilakukan,” tulis Vanguard.
UKMTO keluarkan empat peringatan serangan
Di tengah insiden tersebut, badan keamanan maritim Inggris, UKMTO, mengeluarkan empat peringatan baru mengenai serangan terpisah di Selat Hormuz. Peringatan itu berkaitan dengan insiden yang melibatkan satu kapal tanker dan tiga kapal kontainer pada 13 Oktober.
Keempat kapal dilaporkan terkena proyektil yang jenisnya belum diketahui. Pemberitahuan UKMTO tidak menyebutkan identitas kapal secara spesifik.
Namun, Vanguard Tech mengidentifikasi tiga kapal kontainer yang terlibat sebagai GFS Pride, GFS Giselle, dan Al Saadiyat. Sementara itu, kapal tanker dalam laporan tersebut diidentifikasi sebagai Alfonso.
IRGC klaim kapal menghantam ranjau
Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) turut memberikan keterangan mengenai insiden kapal kontainer di kawasan selatan Selat Hormuz. Melalui laporan Sepah News, Angkatan Laut IRGC mengklaim sebuah kapal kontainer menghantam ranjau laut di perairan tersebut.
Dalam pernyataannya, IRGC menyebut kapal itu membawa 2.500 kontainer dan berupaya melewati jalur yang mereka sebut “tidak sah dan berbahaya” melalui Selat Hormuz.
Menurut klaim Angkatan Laut IRGC, ledakan ranjau memicu kebakaran besar di atas kapal hingga akhirnya menyebabkan kapal tersebut tenggelam.
Laporan mengenai serangan dan tenggelamnya kapal-kapal itu menunjukkan berlanjutnya risiko keamanan bagi pelayaran komersial di Selat Hormuz. Namun, jenis proyektil yang digunakan dalam sejumlah insiden tersebut belum diketahui secara pasti berdasarkan informasi yang disampaikan dalam laporan tersebut.
