Kapal Migran Terbalik di Djibouti, 139 Orang Tewas dan 84 Lainnya Hilang
![]() |
| Operasi pencarian dan penyelamatan dilakukan setelah kapal yang membawa lebih dari 300 migran terbalik di perairan lepas pantai Djibouti. (Dok. Reuters) |
PEWARTA.CO.ID — Tragedi kapal migran terbalik di lepas pantai Djibouti menewaskan sedikitnya 139 orang, termasuk 15 anak-anak, sementara 84 lainnya dilaporkan hilang. Kapal yang membawa lebih dari 300 penumpang tersebut sedang dalam perjalanan dari Djibouti menuju Yaman ketika insiden terjadi di kawasan Teluk Aden, salah satu jalur migrasi paling berbahaya bagi warga Tanduk Afrika.
Organisasi Internasional untuk Migrasi (IOM) menyampaikan informasi tersebut dalam pernyataan tertanggal 12 Oktober 2026, berdasarkan keterangan para penyintas. Insiden dilaporkan terjadi di dekat Guhere, lepas pantai timur Djibouti, antara Kamis malam hingga menjelang fajar pada Jumat.
Lebih dari 80 orang, yang seluruhnya merupakan warga negara Ethiopia, berhasil selamat dari kecelakaan tersebut. Sementara itu, otoritas Djibouti masih melakukan operasi pencarian dan penyelamatan untuk menemukan korban yang hilang.
Jumlah korban masih berpotensi bertambah
Kepala Misi IOM di Djibouti, Alexandre Coissac, mengatakan tim badan tersebut telah berada di lokasi bersama otoritas setempat untuk membantu penanganan darurat. Ia menyampaikan keprihatinan atas banyaknya korban jiwa dalam tragedi tersebut.
"Tim kami berada di lokasi bersama otoritas setempat untuk memberikan bantuan darurat," ujar Alexandre Coissac, sebagaimana dilansir Al Jazeera.
Coissac juga menjelaskan kepada Associated Press bahwa angka kematian yang diumumkan sejauh ini baru mencakup jenazah yang telah dimakamkan oleh pihak berwenang Djibouti. Sejumlah korban lainnya diketahui telah dimakamkan oleh sesama migran, tetapi belum masuk dalam perhitungan resmi karena identitas jenazah mereka masih perlu diverifikasi.
Kondisi tersebut membuat jumlah korban meninggal berpotensi berubah seiring proses pendataan dan pencarian yang masih berlangsung. Nasib puluhan orang yang dilaporkan hilang juga belum diketahui.
"Tragedi ini menjadi pengingat nyata akan bahaya besar yang dihadapi para migran di sepanjang koridor migrasi ini saat mereka berupaya mencari peluang ekonomi," tambah Coissac.
Jalur Djibouti-Yaman berisiko tinggi bagi migran
Perairan Bab al-Mandeb yang menghubungkan kawasan Djibouti dan Yaman menjadi salah satu jalur yang kerap digunakan migran dari kawasan Tanduk Afrika. Meski populer sebagai rute menuju negara-negara Teluk, perjalanan melintasi perairan tersebut menyimpan risiko keselamatan yang besar.
Banyak migran menempuh perjalanan berbahaya itu untuk mencari pekerjaan, peluang ekonomi, maupun tempat yang lebih aman. Mereka tetap menggunakan jalur tersebut meskipun kawasan sekitarnya menghadapi ketidakstabilan akibat ketegangan militer dan pertempuran yang kembali berlangsung di Yaman.
Kapal yang kelebihan penumpang dan kondisi perjalanan laut yang berbahaya dapat meningkatkan risiko kecelakaan selama perjalanan. Tragedi terbaru ini kembali menyoroti kerentanan migran yang berusaha melintasi jalur tersebut.
IOM catat puluhan ribu pergerakan migran
IOM mencatat lebih dari 20.000 pergerakan masuk ke Djibouti dari Ethiopia sejak 10 September 2026. Data tersebut menggambarkan masih berlangsungnya arus mobilitas penduduk di kawasan tersebut di tengah berbagai risiko perjalanan.
Pada tahun sebelumnya, lebih dari setengah juta orang dilaporkan mencoba melintasi rute menuju Yaman. Dari jumlah tersebut, sedikitnya 900 orang tercatat meninggal dunia atau hilang, menurut data IOM.
Djibouti juga menjadi tempat perlindungan bagi ribuan warga yang melarikan diri dari konflik di Yaman. Negara tersebut dengan demikian berperan sebagai titik keberangkatan bagi sebagian migran sekaligus tempat persinggahan bagi orang-orang yang mencari keselamatan.
Operasi pencarian dan penyelamatan atas kecelakaan terbaru masih berlangsung ketika laporan disampaikan. IOM bersama otoritas setempat terus memberikan bantuan darurat, sementara pendataan korban dilakukan untuk memastikan jumlah korban meninggal dan orang hilang dalam tragedi tersebut.
