Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Kelompok Peretas Handala Iran Klaim Bobol Sistem Israel, Sebut Berhasil Curi 150 GB Data Rahasia

Peretas Handala Iran klaim bobol sistem Israel dan mencuri 150 GB data rahasia yang disebut mencakup dokumen pemerintah serta militer.

peretas handala klaim bobol sistem israel dan curi 150 gb data rahasia
Kelompok peretas Handala mengklaim berhasil membobol sistem penyimpanan dokumen sensitif Israel dan mencuri data berukuran 150 GB. (Dok. Ist)

PEWARTA.CO.ID — Kelompok peretas yang dikenal dengan nama Handala mengklaim telah membobol sistem penyimpanan data Israel dan mencuri sekitar 150 gigabyte (GB) informasi rahasia. Data yang diklaim dicuri disebut berkaitan dengan rekaman persidangan rahasia, penyelidikan kepolisian, serta dokumen sensitif pemerintah dan militer.

Mengutip kantor berita Iran, Fars, Senin (26/10/2026), Handala menyatakan sistem yang menjadi sasaran peretasan digunakan untuk mentranskripsikan dan mengarsipkan rekaman persidangan serta penyelidikan kepolisian yang bersifat rahasia. Kelompok tersebut juga mengklaim sistem itu menyimpan informasi terkait ribuan perkara hukum dan kasus keamanan.

Handala klaim curi 150 GB data sensitif

Menurut klaim Handala, data yang berhasil diperoleh mencakup informasi dan dokumen yang tersimpan dalam sistem tersebut. Kelompok itu menyebut volume data yang dicuri mencapai sekitar 150 GB.

Sebagai bukti atas klaim peretasannya, Handala menyatakan telah menyediakan data tersebut untuk diunduh melalui situs web mereka. Namun, keberadaan berkas yang diklaim sebagai hasil peretasan belum dengan sendirinya membuktikan bahwa seluruh data berasal dari sistem yang disebut menjadi sasaran.

Keaslian dan dampak kebocoran masih belum dipastikan

Hingga informasi ini disampaikan, klaim pencurian data oleh Handala belum dapat dipastikan secara independen. Belum ada keterangan terverifikasi yang menjelaskan secara rinci keaslian seluruh berkas, jenis dokumen yang benar-benar berhasil diakses, maupun tingkat sensitivitas informasi di dalamnya.

Dampak dugaan kebocoran tersebut terhadap keamanan pemerintah dan militer Israel juga belum diketahui secara pasti. Karena itu, klaim mengenai peretasan dan pencurian 150 GB data tersebut masih perlu dibedakan dari fakta yang telah terkonfirmasi.

Jika klaim itu terbukti, akses terhadap dokumen persidangan rahasia dan informasi terkait penyelidikan kepolisian berpotensi menimbulkan persoalan keamanan serta kerahasiaan data. Meski demikian, penilaian mengenai dampak sebenarnya tetap bergantung pada verifikasi sumber, keaslian dokumen, dan jenis informasi yang berhasil diakses.

Pilihan Redaksi:
Tersalin 👍
Redaksi PEWARTA
Redaksi PEWARTA
Portal berita Indonesia terkini 2026, viral terbaru dan terpopuler hari ini disajikan secara update. Bagian dari ekosistem media online Pewarta Network.

WARTA TERBARU

  • Kelompok Peretas Handala Iran Klaim Bobol Sistem Israel, Sebut Berhasil Curi 150 GB Data Rahasia
  • Kelompok Peretas Handala Iran Klaim Bobol Sistem Israel, Sebut Berhasil Curi 150 GB Data Rahasia
  • Kelompok Peretas Handala Iran Klaim Bobol Sistem Israel, Sebut Berhasil Curi 150 GB Data Rahasia
  • Kelompok Peretas Handala Iran Klaim Bobol Sistem Israel, Sebut Berhasil Curi 150 GB Data Rahasia
  • Kelompok Peretas Handala Iran Klaim Bobol Sistem Israel, Sebut Berhasil Curi 150 GB Data Rahasia
  • Kelompok Peretas Handala Iran Klaim Bobol Sistem Israel, Sebut Berhasil Curi 150 GB Data Rahasia