Menembus Pasar Global: Strategi Produk Lokal Memenuhi Standar Halal Internasional
![]() |
| Standarisasi halal internasional internasional menjadi prioritas utama untuk mengangkat potensi produk lokal. (Dok. Unsplash) |
PRODUK lokal bisa menembus pasar global jika memenuhi standar halal internasional, mutu produksi yang terjaga, dan strategi pemasaran yang sesuai dengan negara tujuan.
Peluang sebuah produk untuk menembus pasar global memang terbuka lebar. Apalagi, menurut informasi dalam laporan State of the Global Islamic Economy 2025/2026, Indonesia telah menempati peringkat ketiga dunia pada sektor makanan halal. Maka dari itu, dukungan pemerintah dan perjanjian pengakuan halal antarnegara juga terus bertambah.
Lalu, strategi apa yang perlu disiapkan? Artikel ini membahas beberapa langkah praktis yang harus diambil para produsen produk lokal yang siap bersaing di pasar internasional. Selengkapnya, simak pada artikel berikut!
Mengapa standar halal menentukan daya saing di pasar global?
Label halal kini menjadi salah satu indikator yang menjadi standar kualitas agar suatu produk dapat dipercaya konsumen dunia. Pembeli dari berbagai latar belakang akan memilih produk halal karena dianggap lebih higienis, aman, dan etis. Artinya, label halal sebuah produk sudah menjadi nilai jual, dan bukan sekadar kewajiban.
Dilansir dari laman berita Bisnis.com, Sandiaga Uno menyampaikan bahwa daya saing ekspor tidak hanya ditentukan oleh harga dan kualitas produk. Kemampuan memenuhi standar yang diminta negara tujuan juga menjadi faktor penting. Sertifikasi yang kredibel membantu menumbuhkan kepercayaan pembeli dari luar negeri.
Itulah mengapa pelaku usaha perlu memahami berbagai persyaratan sebelum memulai ekspor produk halal. Apalagi, setiap negara memiliki aturan masuk, standar mutu, dan lembaga halal yang berbeda. Persiapan yang matang akan menghemat waktu dan biaya.
Beberapa hambatan juga perlu diantisipasi sejak awal. Bahan baku industri pengolahan masih banyak yang diimpor, biaya logistik cenderung lebih tinggi, dan standar halal tiap negara tidak selalu sama. Dan hambatan-hambatan ini bisa diatasi dengan menerapkan strategi manajemen risiko yang tepat.
Selain itu, perlu dipahami bahwa peluang ekspor halal juga tidak terbatas pada negara berpenduduk mayoritas Muslim. Negara non-Muslim turut menerima standar mutu halal karena dinilai lebih higienis dan etis. Pasar yang lebih beragam ini memberi ruang bagi produk lokal untuk berkembang.
Strategi produk lokal memenuhi standar halal internasional
Pemenuhan standar halal internasional tidak bisa dilakukan dalam satu tahapan saja. Ada lima strategi utama yang dapat diterapkan pelaku usaha, mulai dari sistem produksi hingga penyesuaian produk. Setiap strategi saling melengkapi, sehingga sebaiknya dijalankan secara bertahap dan terukur.
1. Terapkan sistem jaminan produk halal dari hulu ke hilir
Sistem Jaminan Produk Halal (SJPH) perlu diterapkan secara konsisten, mulai dari pemilihan bahan baku, proses produksi, hingga distribusi. Tujuannya memastikan seluruh rantai pasok bebas dari kontaminasi bahan haram.
Pastikan juga bahwa setiap penyuplai telah memenuhi dokumen kehalalan yang lengkap. Tujuannya adalah agar rantai pasok benar-benar transparan dan memudahkan proses audit dan membangun kepercayaan pembeli.
2. Pastikan sertifikat halal diakui secara internasional
Langkah awalnya adalah mengurus sertifikat halal melalui BPJPH. Namun, sertifikat tersebut juga perlu diakui di negara tujuan ekspor.
Di sinilah peran Mutual Recognition Arrangement (MRA). Hingga 14 Oktober 2026, Indonesia telah memiliki 123 perjanjian pengakuan halal dengan lembaga halal luar negeri yang mencakup 43 negara. Pelaku usaha perlu mengecek apakah negara tujuan termasuk di dalamnya.
3. Lengkapi dengan standar keamanan pangan dan lingkungan
Banyak negara menetapkan syarat tambahan di luar sertifikasi halal. Standar seperti HACCP, ISO, hingga sertifikasi ramah lingkungan sering diminta oleh pembeli luar negeri.
Memenuhi standar tersebut juga membuktikan bahwa fasilitas produksi Anda siap bersaing. Mutu yang konsisten menjadi modal penting untuk menjaga hubungan dagang jangka panjang.
4. Sesuaikan rasa, formula, dan kemasan dengan pasar tujuan
Cita rasa dan bahan baku dapat disesuaikan dengan lidah konsumen setempat tanpa melanggar ketentuan syariat. Riset pasar akan membantu Anda memahami preferensi dan tren di negara tujuan.
Kemasan juga perlu dirancang ulang agar lebih informatif. Gunakan bahasa yang relevan, cantumkan logo halal yang sah, dan perkuat ketahanan kemasan untuk pengiriman jarak jauh.
5. Pelajari regulasi impor di negara tujuan
Setiap negara memiliki aturan impor, kewajiban dokumen, dan standar pelabelan yang berbeda. Pelajari semua persyaratan tersebut sebelum produk dikirim. Langkah ini mencegah penolakan barang di pelabuhan tujuan.
Prioritaskan negara yang sudah memiliki perjanjian pengakuan halal dengan Indonesia. Proses pengakuan sertifikat biasanya menjadi lebih singkat, sehingga risiko hambatan administratif ikut berkurang.
Dukungan dan peluang yang bisa dimanfaatkan pelaku usaha
Pelaku usaha tidak harus berjalan sendirian. Ada berbagai program, ajang, dan bentuk kolaborasi yang bisa dimanfaatkan untuk mempercepat langkah menuju pasar global. Manfaatkan setiap kesempatan tersebut untuk membangun jaringan pembeli dan memperkuat reputasi produk.
1. Manfaatkan pendampingan pemerintah dan lembaga
Pemerintah melalui BPJPH dan Lembaga Pemeriksa Halal menyediakan program fasilitasi sertifikasi halal untuk para pelaku usaha, salah satunya melalui LPH Hidayatullah.
2. Ikuti pameran dagang internasional
Pameran menjadi ruang untuk mempertemukan produk dengan pembeli dari berbagai negara. Malaysia International Halal Showcase (MIHAS) 2026 berlangsung di Kuala Lumpur pada 23 sampai 27 September, sedangkan Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) ke-13 digelar di Jakarta pada 14 sampai 18 Oktober.
3. Gabung dalam klaster atau konsorsium ekspor
Biaya logistik sering menjadi beban utama pelaku usaha kecil. Melalui konsorsium, produk dari beberapa UMKM dapat dikirim dalam satu kontainer bersama. Biaya pengiriman pun ditanggung bersama, sehingga harga produk lebih kompetitif.
Kolaborasi ini juga membuka ruang berbagi pengetahuan tentang regulasi, kemasan, dan jaringan pembeli. Anda tidak perlu menghadapi proses ekspor seorang diri.
4. Bangun pemasaran digital dan kepercayaan konsumen
Bangun narasi bahwa halal adalah simbol produk yang higienis, berkualitas tinggi, dan aman dikonsumsi siapa saja. Pendekatan ini membuat produk Anda lebih mudah diterima konsumen dari berbagai latar belakang.
Manfaatkan marketplace lintas negara, media sosial, dan kolaborasi dengan influencer lokal di negara tujuan. Langkah ini akan meningkatkan kesadaran merek sejak tahap awal ekspor.
Saatnya produk lokal melangkah ke panggung dunia
Pasar halal global akan terus tumbuh, dan Indonesia punya modal yang kuat. Mulai dari populasi Muslim terbesar di dunia, kekayaan bahan baku, hingga jutaan pelaku usaha yang siap berkembang.
Kuncinya ada pada persiapan yang matang. Persiapan ini menentukan seberapa jauh produk Anda melangkah di pasar dunia. Terapkan SJPH, pastikan sertifikat diakui, penuhi standar pendukung, dan sesuaikan produk dengan pasar tujuan. Dengan begitu, produk lokal Anda tidak hanya siap bersaing, tetapi juga dipercaya konsumen dunia.
Dukungan pemerintah, perjanjian pengakuan halal, dan berbagai ajang internasional sudah tersedia. Tinggal bagaimana Anda memanfaatkannya secara konsisten dan terencana. Langkah kecil yang dilakukan sejak sekarang akan membawa dampak besar pada daya saing produk Anda.
(ADV)
