Pasca Tragedi KA Argo Bromo, KAI Tutup 172 Perlintasan Sebidang dan Perkuat Keselamatan
![]() |
| KAI memperkuat keselamatan perlintasan sebidang setelah insiden KA Argo Bromo Anggrek dan KA Commuter Line di Bekasi Timur. (Ilustrasi/Istimewa) |
PEWARTA.CO.ID — PT Kereta Api Indonesia (KAI) mempercepat tindak lanjut rekomendasi Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) setelah kejadian yang melibatkan KA 4B Argo Bromo Anggrek dan KA 5568A Commuter Line di Jalur I Stasiun Bekasi Timur, Daerah Operasi 1 Jakarta. Salah satu langkah keselamatan yang telah direalisasikan adalah penutupan 172 perlintasan sebidang.
Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba mengatakan instruksi penutupan seluruh titik tersebut diterbitkan pada 11 Mei 2026. Hingga 23 Juli 2026, seluruh 172 target perlintasan telah ditutup.
KAI tangani 190 titik prioritas
Selain menutup perlintasan sebidang, KAI melanjutkan program peningkatan keselamatan pada 190 titik prioritas sepanjang 2026. Titik-titik tersebut tersebar di sembilan Daop dan empat Divre di wilayah Jawa dan Sumatra.
Penanganan di lokasi meliputi pembangunan gardu, pemasangan rambu, perangkat keselamatan dan komunikasi, penyediaan petugas Penjaga Jalan Lintasan (PJL), serta pemasangan pintu perlintasan.
"Pelaksanaan program tersebut dilakukan melalui koordinasi dengan Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan dan pihak terkait sesuai kewenangan masing-masing. Berdasarkan pembaruan 28 September 2026, pekerjaan sipil telah berjalan di 183 dari 190 lokasi, sementara pekerjaan modular tercatat pada 69 lokasi. Pada tahap lainnya, pekerjaan rambu tercatat di 26 lokasi, palang pintu di 2 lokasi, serta alat komunikasi di 87 lokasi," tuturnya.
Siapkan 748 petugas PJL
Untuk mendukung operasional pada 190 titik prioritas tersebut, KAI menyiapkan 748 petugas PJL yang telah tersertifikasi. Petugas tersebut menjadi bagian dari penguatan pengamanan di sejumlah perlintasan yang masuk dalam program keselamatan.
Khusus di JPL 86 Bekasi Timur, pembangunan pos jaga telah diselesaikan. KAI juga telah memasang rambu, palang pintu, dan alat komunikasi sehingga perlintasan tersebut sudah dapat dioperasikan.
Edukasi keselamatan terus dilakukan
Penguatan keselamatan tidak hanya dilakukan melalui infrastruktur. KAI juga menjalankan sosialisasi kepada masyarakat untuk meningkatkan kesadaran saat melintasi jalur kereta api.
Sepanjang 2022 hingga 2025, KAI mencatat 6.259 kegiatan sosialisasi keselamatan di perlintasan sebidang. Pada periode yang sama, sebanyak 1.024 perlintasan sebidang liar dan rawan ditutup, serta dilakukan 988 kegiatan sosialisasi dan edukasi di sekolah maupun tempat ibadah.
KAI juga memasang 2.646 spanduk peringatan di sejumlah perlintasan rawan selama periode 2022 hingga Juni 2024. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya mengingatkan pengguna jalan terhadap risiko di kawasan perlintasan kereta.
"Perbaikan kami jalankan secara bertahap dan terukur, mulai dari penanganan perlintasan, kesiapan petugas, fasilitas keselamatan, hingga edukasi kepada masyarakat. Seluruh progres terus kami pantau agar setiap tahapan dapat diselesaikan dengan baik," kata Anne.
Tindak lanjut enam rekomendasi KNKT
KAI juga menjalankan tindak lanjut terhadap enam rekomendasi KNKT yang diberikan setelah kejadian di Bekasi Timur. Secara umum, rekomendasi tersebut mencakup penguatan komunikasi dan prosedur keselamatan, evaluasi kondisi pendukung kerja masinis, pengendalian perjalanan, serta peningkatan kemampuan personel dalam mengenali potensi bahaya.
Sejumlah tindak lanjut disebut telah berjalan melalui penyempurnaan prosedur, peningkatan pelatihan, evaluasi sistem kerja, serta kajian terhadap aspek operasional yang masuk dalam rekomendasi KNKT.
KAI menyatakan seluruh langkah tersebut dilakukan secara bertahap dengan pemantauan terhadap progres di lapangan. Upaya tersebut mencakup penguatan infrastruktur perlintasan, kesiapan petugas, fasilitas keselamatan, hingga edukasi bagi masyarakat.
