Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Prabowo Kumpulkan 800 Pati TNI-Polri, DPR Nilai Ada Nuansa Politik

Ketua Komisi I DPR Utut Adianto menilai pengarahan Prabowo kepada 800 Pati TNI-Polri memiliki nuansa politik dan pesan konsolidasi.

Prabowo kumpulkan 800 Pati TNI Polri di Istana
Presiden Prabowo Subianto memberikan taklimat kepada 800 perwira tinggi TNI-Polri di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta. (Dok. Ist)

PEWARTA.CO.ID — Presiden Prabowo Subianto mengumpulkan 800 perwira tinggi (Pati) TNI dan Polri dari seluruh Indonesia di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (7/10/2026). Pertemuan tersebut diisi dengan taklimat atau pengarahan Presiden mengenai kondisi bangsa dan negara serta tantangan yang dihadapi aparat keamanan.

Ketua Komisi I DPR RI Utut Adianto menilai pertemuan tersebut memiliki nuansa politik dan bukan sekadar agenda rutin. Menurutnya, jumlah pejabat yang hadir menunjukkan adanya pesan penting yang ingin disampaikan Presiden kepada jajaran TNI dan Polri.

DPR nilai ada pesan politik

Utut mengatakan pengarahan kepada ratusan Pati TNI-Polri perlu dilihat dalam konteks konsolidasi setelah adanya perubahan kepemimpinan di tubuh kedua institusi.

“Ya, kalau saya melihatnya ini kan peristiwa politik, bukan peristiwa biasa seperti yang Anda sampaikan. 800 Pati dari TNI dan Polisi, tentu ada pesan yang mau disampaikan,” kata Utut di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Kamis (8/10/2026).

Menurut Utut, salah satu pesan yang mungkin ingin ditekankan adalah pentingnya menjaga kekompakan antarlembaga.

“Pesan yang disampaikan kalau di benak saya pasti konsep konsolidasi. Jangan sampai TNI dan Polri tidak solid,” ucapnya.

Penilaian tersebut merupakan pandangan Utut mengenai tujuan pengarahan Presiden dan bukan keterangan resmi pemerintah mengenai agenda politik pertemuan tersebut.

Utut singgung pergantian pimpinan

Utut juga mengaitkan pengarahan tersebut dengan perubahan kepemimpinan di tubuh TNI dan Polri yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir.

“Di benak saya mungkin ada titik-titik sehabis pergantian yang perlu penyesuaian. Nah, mungkin taklimatnya di situ,” ujar Utut.

Presiden sebelumnya melantik Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto sebagai Kapolri pada 1 Oktober 2026. Beberapa hari kemudian, Suyudi melakukan rotasi besar-besaran terhadap sejumlah pejabat tinggi dan perwira Polri.

Di lingkungan TNI, Prabowo juga baru memimpin peringatan HUT ke-81 TNI pada 5 Oktober 2026 sekaligus meresmikan sejumlah satuan baru. Rangkaian perubahan tersebut membuat konsolidasi antarpimpinan TNI dan Polri menjadi salah satu perhatian dalam pertemuan di Istana.

Prabowo kumpulkan 800 Pati

Prabowo mengumpulkan sekitar 800 Pati TNI dan Polri dari seluruh Indonesia di Lapangan Tengah Kompleks Istana Kepresidenan pada Rabu pagi.

Pertemuan diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya. Selanjutnya, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto dan Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto secara bergantian menyampaikan laporan kegiatan kepada Presiden.

Dalam pengantarnya, Prabowo menjelaskan bahwa ia sengaja mengundang para perwira tinggi untuk memberikan gambaran mengenai keadaan yang sedang dihadapi bangsa dan negara menjelang dua tahun pemerintahannya.

“Sengaja saya mengundang para perwira tinggi menjelang pemerintahan yang saya pimpin dua tahun. Saya ingin memberi suatu gambaran keadaan yang kita hadapi sebagai bangsa dan sebagai negara,” ujar Prabowo.

Dengan demikian, secara resmi pertemuan tersebut diposisikan sebagai forum pengarahan Presiden kepada jajaran pimpinan tinggi TNI dan Polri.

Panglima TNI soroti tantangan keamanan

Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto dalam laporannya menyebut pengarahan Presiden menjadi momentum untuk menyamakan visi sekaligus memperkuat soliditas dan sinergi TNI.

Menurut Agus, tantangan keamanan saat ini semakin kompleks, termasuk ancaman siber, informasi, dan hibrida.

“Di tengah dinamika lingkungan strategis dan tantangan yang makin kompleks, termasuk ancaman siber, informasi, dan hibrida, arahan Bapak Presiden akan menjadi pedoman penting dalam menentukan langkah dan kebijakan, serta memperkuat kesiapan TNI sebagai alat negara di bidang pertahanan,” ujar Agus.

Laporan tersebut menunjukkan bahwa aspek pertahanan dan keamanan menjadi bagian penting dari materi pengarahan Presiden kepada para perwira tinggi.

Prabowo minta TNI-Polri tidak ego sektoral

Dalam pengarahan tersebut, Prabowo juga menekankan pentingnya kekompakan dan integritas jajaran TNI-Polri.

Presiden meminta para perwira tinggi tidak mengedepankan ego sektoral dalam menjalankan tugas. Seluruh unsur diminta mengutamakan kepentingan masyarakat dan negara.

“Jaga integritas dan jangan ada ego sektoral. Seluruhnya semata-mata untuk kemudahan dan kesejahteraan rakyat,” ujar Prabowo.

Presiden juga menekankan penguatan kekompakan dan kesiapsiagaan operasional TNI-Polri. Pesan tersebut menunjukkan bahwa pertemuan tidak hanya membahas kondisi umum negara, tetapi juga diarahkan pada koordinasi dan kesiapan aparat menghadapi berbagai tantangan.

Konsolidasi TNI-Polri jadi sorotan

Pertemuan 800 Pati TNI-Polri di Istana berlangsung setelah serangkaian perubahan dalam struktur kepemimpinan kedua institusi.

Di Polri, Suyudi Ario Seto baru saja menggantikan Listyo Sigit Prabowo sebagai Kapolri dan melakukan rotasi terhadap puluhan perwira. Sementara di TNI, Prabowo menegaskan pentingnya kedekatan dengan rakyat sekaligus memperkuat organisasi pertahanan melalui pembentukan satuan-satuan baru.

Dalam konteks tersebut, Utut menilai pengarahan Presiden dapat dibaca sebagai bagian dari konsolidasi setelah terjadinya perubahan kepemimpinan dan dinamika organisasi.

Meski demikian, istilah “peristiwa politik” yang disampaikan Utut merupakan penilaian politik dari pimpinan Komisi I DPR. Pemerintah sendiri secara resmi menyebut pertemuan tersebut sebagai taklimat untuk menyelaraskan pemahaman mengenai kondisi bangsa, memperkuat kekompakan, dan meningkatkan kesiapsiagaan TNI-Polri.

Pertemuan tersebut menjadi salah satu forum penting yang mempertemukan jajaran pimpinan tinggi kedua institusi keamanan di tengah dinamika nasional dan perubahan lingkungan strategis yang dihadapi Indonesia.

Pilihan Redaksi:
Tersalin 👍
Redaksi PEWARTA
Redaksi PEWARTA
Portal berita Indonesia terkini 2026, viral terbaru dan terpopuler hari ini disajikan secara update. Bagian dari ekosistem media online Pewarta Network.

WARTA TERBARU

  • Prabowo Kumpulkan 800 Pati TNI-Polri, DPR Nilai Ada Nuansa Politik
  • Prabowo Kumpulkan 800 Pati TNI-Polri, DPR Nilai Ada Nuansa Politik
  • Prabowo Kumpulkan 800 Pati TNI-Polri, DPR Nilai Ada Nuansa Politik
  • Prabowo Kumpulkan 800 Pati TNI-Polri, DPR Nilai Ada Nuansa Politik
  • Prabowo Kumpulkan 800 Pati TNI-Polri, DPR Nilai Ada Nuansa Politik
  • Prabowo Kumpulkan 800 Pati TNI-Polri, DPR Nilai Ada Nuansa Politik